Asmirah Asmirah
Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Bosowa

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pergeseran Tradisi Ma’parampo Dalam Pola Pertunangan Masyarakat Toraja Utara Arni Rantetasik; Asmirah Asmirah; Andi Burchanuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2022
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v2i2.2162

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pergeseran bentuk dan makna tradisi ma’parampo dalam pola pertunangan masyarakat Toraja dan mengetahui faktor ppenyebab yang mendorong terjadinya pergeseran tradisi ma’parampo dalam pola pertunangan masyarakat Toraja. Hasil dari Penelitian ini menunjukan bahwa pergeseran bentuk dan makna tradisi ma’parampo dalam pola pertunangan masyarakat Toraja, dibagi dalam dua versi yaitu versi Aluk Todolo dan versi Agama Kristen. Dari segi Aluk Todolo masih terdapat beberapa prosesi dalam tradisi ma’parampo yaitu Palingka Kada dan Umba Pangngan. Sedangkan dari versi Agama Kristen sudah mengacu pada peraturan gereja dan pendeta memiliki peran yang lebih dominan daripada ketua adat. Faktor penyebab yang mendorongterjadinya pergeseran tradisi ma’parampo adalah Pengetahuan dan Teknologi, Pengaruh Agama, Pengaruh Kebijakan Pemerintah dan Derajat Ekonomi. The purpose of this study was to find out how the shift in the form and meaning of the ma'parampo tradition in the engagement pattern of the Toraja people and find out the causative factors that encourage the shift in the ma'parampo tradition in the engagement pattern of the Toraja people. The results of this study indicate that the shift in the form and meaning of the ma'parampo tradition in the engagement pattern of the Toraja people, is divided into two versions, namely the Aluk Todolo version and the Christian version. In terms of Aluk Todolo, there are still several processions in the ma'parampo tradition, namely Tepika Kada and Umba Pangngan. Meanwhile, the Christian version refers to church regulations and the priest has a more dominant role than the traditional leader. The causal factors that encourage the shift in the ma'parampo tradition are Knowledge and Technology, Religion Influence, Government Policy Influence and Economic Degree.
Hubungan Status Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Di SMP Kartika XX-2 Makassar Denny Ibafianda Marsel; Iskandar Iskandar; Asmirah Asmirah
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i1.6423

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis sejauh mana kondisi sosial ekonomi orang tua berkontribusi terhadap capaian akademik siswa, sekaligus untuk menggambarkan profil status sosial ekonomi orang tua peserta didik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif. Data yang dimanfaatkan berasal dari dua jenis sumber, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran angket, sementara data sekunder diperoleh dari berbagai literatur seperti buku, jurnal ilmiah, publikasi akademis, serta referensi bacaan lainnya yang relevan dengan pokok masalah yang diteliti. Informasi tambahan juga diperoleh melalui pihak Sekolah Menengah Pertama Kartika XX-2 Makassar sebagai lokasi penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, sebagian besar orangtua mampu memberikan serta mencukupi fasilitas belajar yang memadai dan mamapu membayar biaya pendidikan anak, meskipun ada beberapa orangtua mengalami kesulitan dalam menyisihkan pendapatan untuk tabungan pendidikan atau memenuhi kebutuhan sekolah. This study seeks to examine the extent to which parental socioeconomic background impacts students' academic performance, while also gaining insight into the economic and social standing of their families. A quantitative research approach is employed in this investigation. The data utilized consist of both primary and secondary sources. Primary data are gathered through the distribution of questionnaires, whereas secondary data are drawn from various literature sources such as books, scholarly journals, academic publications, and other relevant materials related to the research topic. Additional information is also obtained from Kartika XX-2 Junior High School in Makassar, which serves as the research site. The results of this research indicate that most parents are able to provide and meet adequate learning facilities and can pay for their children's education costs, although some parents face difficulties in setting aside income for educational savings or fulfilling school needs.
Analisis Gender Pelaku Ekonomi di Pariwisata Buntu Burake Kab. Tana Toraja Era Sini; Iskandar Iskandar; Asmirah Asmirah
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i2.6681

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran gender dalam pembagian jenis pekerjaan serta kontribusi perempuan terhadap perekonomian keluarga di kawasan wisata Buntu Burake, Kabupaten Tana Toraja. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap delapan informan (lima perempuan dan tiga laki-laki) yang bekerja sebagai pelaku ekonomi di sektor pariwisata kawasan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembagian kerja di Buntu Burake masih dipengaruhi konstruksi sosial berbasis gender. Perempuan cenderung mendominasi sektor informal seperti penjualan makanan, minuman, souvenir, dan pekerjaan kebersihan, sedangkan laki-laki lebih banyak terlibat pada pekerjaan fisik seperti pengaturan parkir, keamanan, dan koordinasi lapangan. Meskipun demikian, perempuan memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian keluarga, baik melalui pendapatan langsung maupun dukungan dalam menjaga citra pariwisata dan keberlangsungan usaha mikro. Faktor pendorong perempuan bekerja meliputi kebutuhan ekonomi keluarga, fleksibilitas waktu kerja, dan peluang usaha di kawasan wisata. Tantangan yang dihadapi antara lain rendahnya pendapatan pada hari biasa, keterbatasan modal, persaingan usaha, serta stereotip gender. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kapasitas pelaku usaha perempuan melalui pelatihan, akses modal, dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan, guna menciptakan pembagian kerja yang lebih adil dan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan. This study aims to analyze the role of gender in the division of labor and women's contribution to the family economy in the Buntu Burake tourist area, Tana Toraja Regency. A qualitative descriptive approach wa used, with dat collwction techniques including observation, in-depth interviews, and documentation of eight informants (five women and three men) who work as economic actors in the area's tourism sector. The results indicate that the division of labor in Buntu Burake is still influenced by gender-based social constructs. Women tend to dominate informal sectors such as selling food, beverages, souvenirs, and cleaning, while men are more involved in physical labor such as parking arrangements, security, and field coordination. Nevertheless, women make significant contributions to the family economy, both through direct income and support in maintaining the tourism image and the sustainability of micro-enterprises. Factors driving women to work include family economic needs, flexible working hours, and business opportunities in the tourist area. Challenges faced include low income on weekdays, limited capital, business competition, and gender stereotypes. This study recommends the need to increase the capacity of women entrepreneurs through training, access to capital, and involvement in decision-making, in order to create a more equitable division of labor and encourage sustainable economic empowerment of local communities.