Iskandar Iskandar
Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Bosowa

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Motif Sosial Tindakan Bunuh Diri: Studi Terhadap Kasus Bunuh Diri Remaja Di Kabupaten Manggarai Emirensian Lues; Iskandar Iskandar; Nurmi Nonci
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2022
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v2i2.2159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis Motif Sosial Tindakan Bunuh Diri (Studi Terhadap Kasus Bunuh Diri Remaja di Kabupaten Manggarai). Kegunaan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana motif sosial dapat mempengaruhi peningkatan bunuh diri remaja dan untuk menggambarkan bagaimana peran keluarga sangat penting untuk mengurangi terjadinya bunuh diri pada remaja di Kabupaten Manggarai. Adapun objek dari penelitian ini yaitu keluarga korban, teman korban, kepala desa, petugas kepolisian, dan tokoh masyarakat dengan memilih 11 orang informan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa meningkatnya kasus bunuh diri remaja di pengaruhi oleh beberapa motif bunuh diri yaitu motif egoistik, altruistik, anomik dan motif fatalistik. Di samping keempat motif tersebut  peran keluarga dalam kehidupan sosio-ekonomi, pendidikan  serta komunikasi dan interaksi sosial belum terealisasikan dengan baik. This study aims to examine and analyze the social motives of suicide actions (study of adolescent suicide cases in Manggarai Regency). The purpose of this study is to describe how social motives can influence the increase in adolescent suicide and to describe how to role  of the family is very important to reduce the occurrence of  suicide in adolescents in Manggarai  Regency. The objects of this  research are the victim’s famliy, friends of the victim, village head, police officers, and community leaders by selecting 11 informants. The study uses a qualitative method with a case study approach. The results showed that the increase in adolescent suicide cases was influenced by  several suicide motives, namely egoistic, altruistic, anomic, and fatlistic motives. Apart from these four motives, the role of the family in socio-economic life, educations as well as communication  and social interaction has not been well realized..
Posisi Broker Dalam Ikatan Patronase Sebagai Wujud Kelas Menengah Komunitas Petani di Pedesaan Sulawesi Selatan Iskandar Iskandar; Kamrin Kamrin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2022
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v2i2.2161

Abstract

Terbentuknya ikatan vertikal dan horizontal tidak terlepas dari akses para penghubung yang berperan sebagai broker di kedua jaringan patronase di pedesaan Sulawesi Selatan. Perbedaan posisi patron dan posisi broker terbedakan oleh distribusi sumber daya (patron penyedia sumber daya dan broker sebagai penyalurnya), sedangkan posisi broker dengan klien terbedakan oleh nilai konsumsi sumber daya (broker menyalurkan sumber daya yang bukan miliknya dan klien menerima sumber daya tersebut). Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus ditemukan bahwa keberadaan broker sebagai salah seorang patron di ikatan vertikal ini dapat dikaitkan dengan fenomena pasang surutnya tiga masalah ketimpangan sosial di tiga wilayah (kemiskinan, pengangguran, dan konflik), di balik ketiga kasus tersebut. Sedangkan peran broker sebagai perantara dengan patronhanya meladeni kelompok atas masyarakatnya yang minoritas dan berkecukupan dalam hidup, di sisi lain kebrokerannya tidak menyentuh golongan bawah yang jumlahnya mendominasi penduduk, serta sangat membutuhkan uluran penanganan di sektor pekerjaan dan pendidikan. The formation of vertical and horizontal ties is inseparable from the access of intermediaries who act as brokers in both patronage networks in rural South Sulawesi. The difference between the position of the patron and the position of the broker is distinguished by the distribution of resources (the patron provides resources and the broker as the distributor), while the position of the broker and the client is distinguished by the consumption value of the resource (the broker distributes resources that are not his and the client receives these resources). Using a qualitative approach and case study method, it was found that the existence of a broker as a patron in this vertical tie can be associated with the phenomenon of the ups and downs of three problems of social inequality in three areas (poverty, unemployment, and conflict), behind the three cases. While the role of brokers as intermediaries with patrons only serves the upper class of society who are in the minority and are well-off in life, on the other hand the brokerage does not touch the lower class whose numbers dominate the population, and really need help handling in the employment and education sectors.
Penggunaan Gadget di Kalangan Siswa: Studi Kasus Perilaku Sosial pada Siswa SD Negeri Mawas Kota Makassar Rio Aswandi; Iskandar Iskandar; Andi Burchanuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2023
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v3i1.2692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak penggunaan gadget terhadap perilaku siswa dan faktor apa yang mempengaruhi siswa sehingga sangat tergantung pada gadget. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, penentu informan menggunakan teknik Snowball sampling dengan kriteria informan yang telah ditentukan. Dalam teknik pengumpulan data dilakukan observaasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta analisis datanya melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan : (1) Penggunaan gadget awalnya hanya dipergunakan untuk membantu proses pembelajaran, tetapi jika kurangnya kontrol dari orang tua mereka pasti akan sangat tergantung akan gadget, perubahan pola perilaku siswa yang menjadi lebih emosional terhadap apa yang mereka lakukan, suka berbohong hanya untuk bermalas-malasan, boros karena pengeluaran yang tidak perlu, dan kurang bergaul karena kurangnya sosialisasi pada lingkungan sekitar. Perubahan perilaku tersebut dapat disebabkan karena penggunaan gadget yang berlebihan. (2) Terdapat beberapa faktor yang dapat menarik ketertarikan siswa sehingga menjadi sangat tergantung pada gadget. Faktor-faktor tersebut ialah lingkungan, sosial media dan game online. This study aims to find out (1) How is the impact of using gadgets on student behavior? (2) What factors influence students to be highly dependent on gadgets? This type of research is descriptive qualitative, determining informants using the Snowball sampling technique with predetermined informant criteria. In data collection techniques, observations, interviews, and documentation are carried out. As well as data analysis through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate: (1) The use of gadgets was initially only used to assist the learning process, but if there is a lack of control from their parents they will definitely be very dependent on gadgets, changes in students' behavior patterns that become more emotional about what they do, like to lie only to be lazy, extravagant because of unnecessary expenses, and less sociable because of a lack of socialization in the surrounding environment. These changes in behavior can be caused by excessive use of gadgets. (2) There are several factors that can attract students' interest so that they become very dependent on gadgets. These factors are the environment, social media and online games.
Hubungan Status Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Di SMP Kartika XX-2 Makassar Denny Ibafianda Marsel; Iskandar Iskandar; Asmirah Asmirah
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i1.6423

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis sejauh mana kondisi sosial ekonomi orang tua berkontribusi terhadap capaian akademik siswa, sekaligus untuk menggambarkan profil status sosial ekonomi orang tua peserta didik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif. Data yang dimanfaatkan berasal dari dua jenis sumber, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran angket, sementara data sekunder diperoleh dari berbagai literatur seperti buku, jurnal ilmiah, publikasi akademis, serta referensi bacaan lainnya yang relevan dengan pokok masalah yang diteliti. Informasi tambahan juga diperoleh melalui pihak Sekolah Menengah Pertama Kartika XX-2 Makassar sebagai lokasi penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, sebagian besar orangtua mampu memberikan serta mencukupi fasilitas belajar yang memadai dan mamapu membayar biaya pendidikan anak, meskipun ada beberapa orangtua mengalami kesulitan dalam menyisihkan pendapatan untuk tabungan pendidikan atau memenuhi kebutuhan sekolah. This study seeks to examine the extent to which parental socioeconomic background impacts students' academic performance, while also gaining insight into the economic and social standing of their families. A quantitative research approach is employed in this investigation. The data utilized consist of both primary and secondary sources. Primary data are gathered through the distribution of questionnaires, whereas secondary data are drawn from various literature sources such as books, scholarly journals, academic publications, and other relevant materials related to the research topic. Additional information is also obtained from Kartika XX-2 Junior High School in Makassar, which serves as the research site. The results of this research indicate that most parents are able to provide and meet adequate learning facilities and can pay for their children's education costs, although some parents face difficulties in setting aside income for educational savings or fulfilling school needs.
Analisis Gender Pelaku Ekonomi di Pariwisata Buntu Burake Kab. Tana Toraja Era Sini; Iskandar Iskandar; Asmirah Asmirah
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i2.6681

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran gender dalam pembagian jenis pekerjaan serta kontribusi perempuan terhadap perekonomian keluarga di kawasan wisata Buntu Burake, Kabupaten Tana Toraja. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap delapan informan (lima perempuan dan tiga laki-laki) yang bekerja sebagai pelaku ekonomi di sektor pariwisata kawasan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembagian kerja di Buntu Burake masih dipengaruhi konstruksi sosial berbasis gender. Perempuan cenderung mendominasi sektor informal seperti penjualan makanan, minuman, souvenir, dan pekerjaan kebersihan, sedangkan laki-laki lebih banyak terlibat pada pekerjaan fisik seperti pengaturan parkir, keamanan, dan koordinasi lapangan. Meskipun demikian, perempuan memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian keluarga, baik melalui pendapatan langsung maupun dukungan dalam menjaga citra pariwisata dan keberlangsungan usaha mikro. Faktor pendorong perempuan bekerja meliputi kebutuhan ekonomi keluarga, fleksibilitas waktu kerja, dan peluang usaha di kawasan wisata. Tantangan yang dihadapi antara lain rendahnya pendapatan pada hari biasa, keterbatasan modal, persaingan usaha, serta stereotip gender. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kapasitas pelaku usaha perempuan melalui pelatihan, akses modal, dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan, guna menciptakan pembagian kerja yang lebih adil dan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan. This study aims to analyze the role of gender in the division of labor and women's contribution to the family economy in the Buntu Burake tourist area, Tana Toraja Regency. A qualitative descriptive approach wa used, with dat collwction techniques including observation, in-depth interviews, and documentation of eight informants (five women and three men) who work as economic actors in the area's tourism sector. The results indicate that the division of labor in Buntu Burake is still influenced by gender-based social constructs. Women tend to dominate informal sectors such as selling food, beverages, souvenirs, and cleaning, while men are more involved in physical labor such as parking arrangements, security, and field coordination. Nevertheless, women make significant contributions to the family economy, both through direct income and support in maintaining the tourism image and the sustainability of micro-enterprises. Factors driving women to work include family economic needs, flexible working hours, and business opportunities in the tourist area. Challenges faced include low income on weekdays, limited capital, business competition, and gender stereotypes. This study recommends the need to increase the capacity of women entrepreneurs through training, access to capital, and involvement in decision-making, in order to create a more equitable division of labor and encourage sustainable economic empowerment of local communities.