Harifuddin Harifuddin
Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Bosowa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Media Sosial dan Pemenuhan Kebutuhan Informasi Lowongan Ketenagakerjaan terhadap Literasi Digital di Kalangan Tenaga Kerja di Kelurahan Tamamaung, Kota Makassar Alviona Asran; Nurmi Nonci; Harifuddin Harifuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i2.6874

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media soisal dan pemenuhan kebutuhan informasi lowongan ketenagakerjaan terhadap literasi digital di kalangan tenaga kerja di Kelurahan Tamamaung, Kota Makassar. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena meningkatnya penggunaan media sosial sebagai sarana mencari informasi lowongan kerja, yang berpotensi memengaruhi keterampilan literasi digital masyarakat, khususnya angkatan kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran atau yang disebut mixed methode dengan pendekatan eksplanatoris sekuensial. Populasi penelitian ini adalah seluruh tenaga kerja di Kelurahan Tamamaung, dan jumlah sampel adalah 135 responden yang ditentukan menggunakan teknik Total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dokumentas, selanjutnya melakukan wawancara kepada 10 informan guna mendukung data kuantitaif kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dan menggunakan pendekatan purposive sampling. Berdasarkan hasil data disimpulkan bahwa nilai signifikansi pada variabel “media sosial” (X1) adalah 0,003 dan variabel pemenuhan kebutuhan informasi lowongan ketenagakerjaan (X2) adalah 0,000, yang lebih kecil dari signifikansi 0,05. Selain itu, nilai t-hitung adalah 2,769 pada variabel “media sosial” (X2) dan 4,966 pada variabel pemenuhan kebutuhan informasi lowongan ketenagakerjaan (X2), kedua nilai t-hitung tersebut melebihi t-tabel sebesar 1,977. Hal ini mengindikasikan bahwa variabel X1 dan X2 secara positif dan signifikan mempengaruhi variabel Y. Dengan demikian, penelitian ini memvalidasi hipotesis penelitian (H1) yang menyatakan bahwa “terdapat pengaruh media sosial terhadap literasi digital” dan (H2) yang menyatakan bahwa “terdapat pengaruh pemenuhan kebutuhan informasi lowongan ketenagakerjaan terhadap literasi digital”. Hipotesis nol (H0) yang menyatakan bahwa “tidak terdapat pengaruh media sosial dan pemenuhan kebutuhan informasi lowongan ketenagakerjaan terhadap literasi digital” ditolak. Hal ini didukung dari hasil wawancara yang menyatakan bahwa media sosial memiliki peran yang cukup signifikan sebagai sarana informasi informal yang praktis, cepat dan mudah dijangkau dalam meningkatkan keterampilan literasi digital di era digitalisasi sebagai bentuk tindakan algoritmik di era digital. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan media sosial dan pemenuhan kebutuhan informasi lowongan kerja berpengaruh terhadap literasi digital tenaga kerja di Kelurahan Tamamaung, Kota Makassar. Hal ini menunjukkan bahwa media sosial bukan hanya sebagai sarana informasi, tetapi juga mampu meningkatkan keterampilan literasi digital masyarakat dalam menghadapi era digitalisasi. This study aims to analyze the influence of social media and the fulfillment of job vacancy information needs on digital literacy among workers in Tamamaung Village, Makassar City. The background of this study is the growing use of social media to find job vacancy information, which may affect the community's digital literacy skills, particularly among the workforce. The research method employed is a mixed-methods approach with a sequential explanatory design. The population of this study was all workers in Tamamaung Village, and the number of samples was 135 respondents, determined using the Total sampling technique. Data were collected through questionnaires and documentation, then conducted interviews with 10 informants to support quantitative data and then analysed using multiple linear regression analysis and using a purposive sampling approach. Based on the data results, it was concluded that the significance value of the "social media" variable (X2) was 0.003, and the variable fulfilling job vacancy information needs (X2) was 0.000, which is smaller than the significance of 0.05. In addition, the t-count value is 2.769 on the variable "social media" (X1) and 4.966 on the variable of fulfilling the need for information on job vacancies (X2), both t-count values exceed the t table of 1.977. This indicates that variables X1 and X2 positively and significantly influence variable Y. Thus, this study validates the research hypothesis (H1) which states that "there is an influence of social media on digital literacy" and (H2), which states that "there is an influence of fulfilling the need for information on job vacancies on digital literacy". The null hypothesis (H0) which states that "there is no influence of social media and fulfilling the need for information on job vacancies on digital literacy" is rejected. This is supported by the results of interviews, which state that social media has a significant role as a means of informal information that is practical, fast and easy to access in improving digital literacy skills in the digitalisation era as a form of algorithmic action in the digital era. Based on this, the study demonstrates that social media use and the need for job vacancy information influence the workforce's digital literacy in Tamamaung Village, Makassar City. This demonstrates that social media is not only a source of information but also capable of improving the community's digital literacy skills in the digital era.
Influencer, Generasi Z Dan Pemberdayaan Literasi Di Kota Makassar Muizzah Azizah Putri; Syamsul Bahri; Harifuddin Harifuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i2.7052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh influencer terhadap pemberdayaan literasi Generasi Z di Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan uji regresi dan uji t, serta pendekatan kualitatif melalui wawancara untuk memperkuat hasil temuan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa Hipotesis Nol (H0) ditolak dan Hipotesis Alternatif (H1) diterima, yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara influencer terhadap pemberdayaan literasi Generasi Z di Kota Makassar. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, t hitung 6,071 > t tabel 2,000, serta koefisien regresi sebesar 0,681. Temuan kuantitatif ini diperkuat dengan hasil wawancara kualitatif yang menunjukkan bahwa mahasiswa menilai influencer mampu memberikan inspirasi, motivasi, dan dorongan untuk lebih kreatif serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana pembelajaran. Namun demikian, terdapat pula potensi dampak negatif berupa kecenderungan mengikuti tren hiburan dan perilaku konsumtif. Hasil penelitian ini memperkuat konsep sosiologi komunikasi yang menekankan pengaruh interaksi digital terhadap perilaku sosial, serta teori dampak sosial yang menjelaskan adanya dampak positif maupun negatif dari kehadiran influencer terhadap literasi generasi muda. This study aims to determine the influence of influencers on the empowerment of Generation Z literacy in Makassar City. The research method used is a quantitative approach with regression tests and t-tests, as well as a qualitative approach through interviews to strengthen the findings. Based on the results of data analysis, it was found that the Null Hypothesis (H0) was rejected and the Alternative Hypothesis (H1) was accepted, which means there is a significant influence between influencers on the empowerment of Generation Z literacy in Makassar City. This is evidenced by a significance value of 0.000 < 0.05, t count 6.071 > t table 2.000, and a regression coefficient of 0.681. These quantitative findings are reinforced by the results of qualitative interviews which show that students assess influencers are able to provide inspiration, motivation, and encouragement to be more creative and utilize social media as a learning tool. However, there are also potential negative impacts in the form of a tendency to follow entertainment trends and consumptive behavior. The results of this study strengthen the concept of communication sociology which emphasizes the influence of digital interaction on social behavior, as well as the theory of social impact which explains the positive and negative impacts of the presence of influencers on the literacy of the younger generation.