Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS PENERAPAN METODE PENCATATAN DAN PENILAIAN PERSEDIAAN BARANG DAGANGAN DI TOKO LIWANDA BAUBAU Ridzal, Nining Asniar
Jurnal Ilmiah Akuntansi Manajemen Vol. 2 No. 2 (2019): November
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/jiam.v2i2.337

Abstract

Persediaan pada umumnya meliputi jenis barang yang jumlahnya cukup banyak dan merupakan salah satu bagian yang terpenting dari seluruh aktiva perusahaan. Jumlah persediaan barang dagangan harus disesuaikan dengan tingkat kebutuhan agar dapat memenuhi permintaan konsumen namun tetap memperhatikan biaya-biaya lain yang berhubungan dengan barang tersebut. Perusahaan akan mengalami kerugian jika tidak memperhitungkan tingkat persediaan yang dimiliki. Transaksi yang berhubungan dengan persediaan barang dagangan merupakan aktivitas yang paling sering terjadi, sehingga diperlukan pencatatan dan penilaian secara terus menerus dan berkesinambungan. Selain untuk mengetahui kuantitas dan nilai persediaan barang setelah menghitung biaya-biaya yang dikeluarkan dalam pembelian. Pencatatan dan penilaian inilah yang juga akan menjadi dasar untuk mengetahui seberapa besar keuntungan yang telah diperoleh atau kerugian yang harus ditanggung perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode pencatatan dan penilaian persediaan barang dagangan dan apakah telah sesuai dengan pernyataan standar akuntansi Keuangan (PSAK No. 14). Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif yaitu memberikan gambaran mengenai fakta-fakta yang diperoleh dari hasil penelitian lapangan secara komprehensif. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa toko Liwanda menerapkan metode pencatatan perpectual terhadap persediaan barang dagangan. Dan metode penilaian persediaan barang dagangan yang diterapkan yaitu metode eceran. Yang mana metode penilaian persediaan barang dagangan pada toko Liwanda telah sesuai dengan pernyataan Standar Akuntansi keuangan (PSAK No. 14) yang secara eksplisit dikatakan bahwa metode harga eceran sangat cocok diaplikasikan pada usaha ritel seperti yang dijalankan Toko Liwanda.
Optimalisasi Pengelolaan Zakat Profesi di Kota Baubau Sujana, I Wayan; Ridzal, Nining Asniar
Jurnal Ilmiah Akuntansi Manajemen Vol. 4 No. 2 (2021): November
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/jiam.v4i2.1454

Abstract

Suatu hal baru dalam hukum islam yakni zakat profesi. Undang-Undang atau aturan yang ketat mengenai zakat profesi tidak termuat dalam al-Qur’an maupun hadist Di Indonesia Potensi zakat belum dikelola secara professional dan belum berkembang optimal. Penyebabnya adalah belum efektifnya lembaga pengelola zakat dalam hal pola pengelolaan berdasarkan aspek penghimpunan, pengelolaan, penyaluran, pemantauan dan evaluasi. Kajian ini akan mengkaji peraturan perundang-undangan yaitu UU administrasi zakat No. 23 Tahun 2011 sebagai landasan hukum Badan Amil Zakat Kota Baubau. Dengan pendekatan sosiologis adalah tentang bagaimana pengelolaan zakat profesi yang dilakukan oleh Badan Amil Zakat Kota Baubau. Kemudian bagaimana Badan Amil Zakat Kota Baubau mengoptimalkan penyelenggaraan zakat Profesi sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011. Badan Amil Zakat Kota Baubau dalam hal pengumpulan zakat profesi belum dilakukan secara maksimal, dari jumlah yang seharusnya dapat dikumpulkan. Zakat yang dikumpulkan baru sebatas zakat profesi di kalangan ASN dengan jumlah yang relatif sangat minim. Profesi lainnya seperti pengacara, dosen, dokter di Kota Baubau belum dilibatkan. Pengumpulan zakat ini dalam pelaksanaannya oleh BAZNAS Kota Baubau masih memiliki kekurangan yakni masih kurangnya perluasan sosialisasi terkait zakat dan pembaruan pengumpulan zakat Profesi sehingga potensi zakat Profesi belum optimal sesuai harapan.
Empowerment of Sharia-Based Village Owned Enterprises (BUMDes) Sujana, I Wayan; Ridzal, Nining Asniar
Room of Civil Society Development Vol. 2 No. 4 (2023): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.196

Abstract

Lawela Selatan Village, located in South Buton Regency, is a predominantly Muslim community that also receives government funding. To sustain the village's economy, the establishment of Village Owned Enterprises (BUMDes) has been crucial. Given the growing prominence of Islamic economics in Indonesia's business landscape, it is vital to explore its application within BUMDes. This endeavor aims to equip all participants, especially BUMDes management, with fundamental knowledge and comprehension of Islamic economics. The implementation of charitable activities proceeded smoothly without any notable obstacles. The BUMDes in South Lawela Village, Batauga Subdistrict, South Buton Regency, is known as BUMDes Cahaya Baru and encompasses service-oriented enterprises such as equipment rental, wedding decoration, building materials, trading companies, and the tourism sector. Furthermore, there are untapped regional potentials that present promising development opportunities. Prioritizing the development of local potentials is of utmost importance, particularly in reinforcing BUMDes based on the Sharia system due to the predominantly Muslim population. The objective of the service team is to impart knowledge to BUMDes management, specifically focusing on the advancement of Sharia-based BUMDes.
Empowerment of Sharia-Based Village Owned Enterprises (BUMDes) Sujana, I Wayan; Ridzal, Nining Asniar
Room of Civil Society Development Vol. 2 No. 4 (2023): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.196

Abstract

Lawela Selatan Village, located in South Buton Regency, is a predominantly Muslim community that also receives government funding. To sustain the village's economy, the establishment of Village Owned Enterprises (BUMDes) has been crucial. Given the growing prominence of Islamic economics in Indonesia's business landscape, it is vital to explore its application within BUMDes. This endeavor aims to equip all participants, especially BUMDes management, with fundamental knowledge and comprehension of Islamic economics. The implementation of charitable activities proceeded smoothly without any notable obstacles. The BUMDes in South Lawela Village, Batauga Subdistrict, South Buton Regency, is known as BUMDes Cahaya Baru and encompasses service-oriented enterprises such as equipment rental, wedding decoration, building materials, trading companies, and the tourism sector. Furthermore, there are untapped regional potentials that present promising development opportunities. Prioritizing the development of local potentials is of utmost importance, particularly in reinforcing BUMDes based on the Sharia system due to the predominantly Muslim population. The objective of the service team is to impart knowledge to BUMDes management, specifically focusing on the advancement of Sharia-based BUMDes.