Herry Octa Winarto
Universitas Bina Bangsa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Pelayanan Laundry Syariah dalam Meningkatkan Produk Halal di Rs X Klaten Yahmin Setiawan; Nova Tri Handriyanto; Nova Maulana; Herry Octa Winarto
Jurnal Gawat Darurat Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Gawat Darurat: Desember 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/jgd.v5i2.2079

Abstract

Rumah sakit sebagai sarana upaya perbaikan kesehatan yang melaksanakan pelayanan kesehatan. Dalam membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, rumah sakit memiliki peran yang penting sebagai salah satu sarana pemberi pelayanan kesehatan. Salah satunya adalah menyiapkan laundry, yang menyediakan linen rumah sakit. Ada dua jenis linen: linen infeksius/najis dan linen tidak menular/non infeksius. Di rumah sakit umum islam klaten dalam meningkatkan mutu pelayanan non medis, diantaranya pengelolaan linen. Dalam pemrosesan linen menggunakan acuan yang tersertifikasi halal berdasarkan fatwa dewan syari'ah nasional mui nomor 107/dsn-mui/x/2016 tentang pedoman penyelenggaraan rumah sakit syari'ah  berdasarkan prinsip syariah. Tujuannya sebagai gambaran maupun referensi yang unit laundry belum terstandart syariah. Metode penelitian dalam penelitian ini merupakan penelitian observasi diskriptif yang dilakukan pada bulan juli 2023 di rumah sakit umum islam klaten. Hasil dari pelayanan unit laundry syariah di rsu islam klaten, hal ini meliputi tahap pengumpulan, tahap pemilahan, tahap transportasi, tahap pencucian, tahap pengeringan, tahap penyetrikaan, tahap penyimpanan, tahap pendistribusian.  Dan hasil akhir unit laundry rumah sakit umum islam klaten telah tersertifikasi  halal oleh mui dengan nomor sertifikat id33220000121270720 dengan no sk 12170004910920 tanggal 30 september 2020.
Comparison of the Effectiveness of Octenidine Dihydrochloride and Povidone-Iodine Antiseptics on Post-Circumcision Wound Healing Time Muhammad Ardi Putrawardana; Ketut Holifah; Muhammad Alghifari Budiman; Fevi Padhila; Ratna Esmayanti; Herry Octa Winarto
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i1.1729

Abstract

Circumcision is a minor surgical procedure that results in an acute incision wound and requires optimal care to prevent infection and accelerate epithelialization. Povidone-iodine has long been used as a standard antiseptic, but has been reported to have potential cytotoxicity against fibroblast cells. Octenidine dihydrochloride is an alternative antiseptic with high antimicrobial efficacy and better biocompatibility. This study aims to compare the effectiveness of both antiseptics on post-circumcision wound healing time. The study used a prospective parallel randomized controlled trial (RCT) design at the Darul Khitan Clinic in Bogor City with 34 pediatric patients randomized into two groups (n = 17). The intervention group received octenidine dihydrochloride, while the control group received povidone-iodine. Wound healing was assessed on days 3 and 7 using the WINNER Scale. Data were collected through direct observation and wound assessment by trained healthcare personnel using a standardized observation form. The data were analyzed using an independent t-test (p<0.05). The results showed that the mean wound healing score of the octenidine group was higher than that of povidone-iodine (9.59±1.37 vs 7.29±1.96) with a significant difference (p<0.001; 95% CI -3.482 to -1.106). It was concluded that octenidine dihydrochloride was more effective in accelerating post-circumcision wound healing than povidone-iodine and could be considered as a more optimal antiseptic choice in clinical practice.