Apriani, Levana
Program Studi Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Perencanaan, Dan Arsitektur (FTPA), Universitas Winaya Mukti

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODEL NILAI TANAH DENGAN GEOGRAPHICALLY WEIGHTED REGRESSION (GWR) DALAM PENGUJIAN KUALITAS NILAI TANAH PADA LINGKUNGAN TERPENGARUH KEBERADAAN TRANSPORTASI DARAT DAN UDARA (STUDI KASUS: KELURAHAN CAMPAKA, KECAMATAN ANDIR, KOTA BANDUNG) Apriani, Levana
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v16i2.2469

Abstract

berada. Lokasi tanah biasanya berhubungan dengan kedekatan tanah tersebut dengan fasilitas tertentu. dalam penelitian ini yang dibahas adalah kedekatan dengan fasilitas transportasi darat dan udara. Fasilitas transportasi darat dan udara dapat menimbulkan dampak positif dan dampak negatif untuk nilai tanah. Tujuan penenelitian ini adalah ingin mengembangkan model penilaian tanah untuk mengakomodasi dampak yang ditimbulkan oleh keberadaan fasilitas transportasi darat dan udara. Pemodelan nilai tanah menggunakan Geographically Weighted Regression (GWR). Pemodelan nilai tanah dengan GWR akan mendapatkan model di tiap persil. Fasilitas transportasi yang dijadikan parameter penilaian untuk nilai tanah ini adalah lebar jalan. radius bandara. radius rel kereta api. jarak ke stasiun. jarak ke terminal. jarak ke pasar. jarak ke pemadam kebakaran. jarak ke rumah sakit. status hukum lahan. guna lahan. dan kesesuaian lahan.  Model GWR yang digunakan untuk penelitian ini menggunakan kernel fixed gaussian dan fixed bisquare dengan pencarian bandwidth optimum menggunakan Akaike Information Criterion (AIC) dan Cross Validation (CV). Selain dengan GWR. dilakukan juga pemodelan dengan regresi linier. Analisis model dilakukan dengan melihat residu antara variabel dependen, yaitu Nilai Indikasi Rata-rata (NIR) dan Zona Nilai Tanah (ZNT) Badan Pertanahan Nasional (BPN). Perbandingan juga dilakukan tiap persil dengan survey lapangan. Model yang dipilih untuk merepresentasikan daerah Kelurahan Campaka adalah GWR dengan fixed gaussian dan AIC. Pemilihan ini berdasarkan nilai root mean square error (RMSE) dan kondisi nilai tanah.
Acceleration of Land Certification with Unmanned Aerial Vehicle in Toll Road Construction Area Bambang Edhi Leksono; Agoes Soewandito Soedomo; Levana Apriani; Nanin Trianawati Sugito; Atifah Rabbani
Indonesian Journal of Geography Vol 51, No 1 (2019): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.78 KB) | DOI: 10.22146/ijg.31294

Abstract

Toll roads is one important component to improve the progress of a country, because with the addition of toll roads, the accessibility easier and can advance the economic movement. One of the toll road construction that is underway is construction of Cileunyi - Sumedang - Dawuan (Cisumdawu). The Cisumdawu Toll is prepared to tackle congestion on Jalan Cadas Pangeran and facilitate access to Kertajati International Airport. The construction of the Cisumdawu toll road itself is inseparable from land acquisition problems. Land acquisition is a process to purchase community-owned land which passed by toll road. Land acquisition requires a land certificate to facilitate legal affairs, unfortunately many land in rural areas do not yet have a certificate. This certification process can be assisted by unmanned aerial vehicle (UAV) technology to map parcel data. This research examines how UAV assist in the acceleration of certification for land parcels to be acquired.
Penilaian Tanah Sekitar Sarana Transportasi dengan Metode Geographically Weighted Regression (GWR) Levana Apriani; Bambang Edhi Leksono
GEOPLANART Vol 3, No 1 (2020): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1103.386 KB) | DOI: 10.35138/gp.v3i1.223

Abstract

Tanah merupakan benda yang bersifat abstrak karena memiliki hak digunakan dan diperdagangkan. Karena sifatnya yang dapat diperdagangkan, diperlukan penilaian tanah untuk mengetahui kualitas dan harga tanah. Pada penelitian ini dilakukan pemodelan nilai tanah untuk mengetahui nilai tanah di sekitar sarana transportasi. Penilaian tanah menggunakan metode Geographically Weighted Regression (GWR) artinya setiap nilai tanah memiliki model matematis. GWR dilakukan dengan kernel fixed gaussian dengan bandwidth optimum Cross Validation (CV). Variabel independen yang dijadikan parameter penilaian untuk nilai tanah ini adalah lebar jalan. radius bandara. radius rel kereta api. jarak ke stasiun. jarak ke terminal. jarak ke pasar. jarak ke pemadam kebakaran. jarak ke rumah sakit. status hukum lahan. guna lahan. dan kesesuaian lahan. Variabel dependen yang digunakan adalah Nilai Indikasi Rata-rata (NIR) dan Zona Nilai Tanah (ZNT) Badan Pertanahan Nasional (BPN). Analisis model dilakukan dengan melihat residu antara variabel dependen dan survei lapangan. Hasilnya apabila dibandingkan dengan nilai hasil pemodelan variabel NIR terdapat perbedaan sebesar Rp 423.831,159,- apabila dibandingkan dengan NIR dan Rp 1.976.916,526,- apabila dibandingkan dengan survei lapangan. Hasilnya apabila dibandingkan dengan nilai hasil pemodelan variabel ZNT terdapat perbedaan sebesar Rp 372.063,117,- apabila dibandingkan dengan ZNT dan Rp 2.041.621,107,- apabila dibandingkan dengan survei lapangan.Kata kunci—GWR, penilaian tanah, sarana transportasi
PEMBUATAN WEBGIS DESA TEGALSARI SEBAGAI SARANA PENYAJIAN INFORMASI SPASIAL DESA Fajriansyah, Indra; Apriani, Levana
GEOPLANART Vol. 6 No. 2 (2024): EDISI MEI 2024
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

merupakan tumpuan untuk basisdata yang akurat, terutama peta desa yang memiliki informasi khusnya batas administrasi desa. Peta desa berkaitan dengan sistem informasi geografis (SIG) yang mampu melakukan pemasukan data, penyimpanan data, pengelolaan data, manipulasi data hingga tampilan informasi. Seiring dengan perkembangan teknologi peta desa dapat diakses dengan internet dalam suatu web yang biasa disebut WebGIS, Namun, informasi administrasi yang disajikan pada web perlu penelitian lanjutan agar bisa di anut. Penelitian ini dilakukan untuk pemetaan desa sebagai pembangunan desa yang menggunakan informasi spasial berupa peta desa yang menunjukkan batas administrasi desa yang akurat kedalam WebGIS. Data yang digunakan adalah citra satelit resolusi tinggi (CSRT) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) tahun 2016 dan batas administrasi desa dari Badan Informasi Geospasial (BIG) tahun 2020. Hasil dari penelitian ini yaitu pembuatan peta batas RT, RW, dusun dan desa berhasil dibuat dengan lebih akurat karena melibatkan perangkat desa dan survei lapangan dengan luasan 127,52 ha. Tingkat pengujian sistem efisiensi dan kegunaan pembuatan WebGIS Desa Teglasari ini memiliki nilai uji sistem dengan nilai uji sistem 94 yaitu Sangat Efisien dan 96 yaitu Sangat Berguna dalam arti lain bermanfaat bagi perangkat desa sebagai sarana pelayanan kepada masyarakat Desa Tegalsari.
Identifikasi Kesesuaian Habitat Owa Jawa (Hylobates moloch) di Jawa Barat Berdasarkan Variabel Fisik dan Wilayah Jelajah Apriani, Levana
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 5 No. 1: April 2025
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v5i1.15042

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi kesesuaian habitat owa jawa dengan menggunakan pendekatan geospasial. Menggunakan metode zonal statistics dan overlay pada variabel fisik, berupa ketinggian, kerapatan vegetasi, jarak terhadap kawasan terbangun, jarak terhadap sungai, dan kemiringan lereng. Data tersebut merupakan data sekunder dari instansi dan open source. Kelima variabel fisik dikalkulasi berdasarkan grid yang dibuat seluas wilayah jelajah owa jawa, yaitu 27,33 ha dengan menggunakan zonal statistics. Selanjutnya dilakukan overlay dengan skoring dan pembobotan, sehingga hasil akhir berupa peta kesesuaian habitat owa jawa dengan kelas kesesuaian rendah, sedang dan tinggi. Hasilnya menunjukkan 59% wilayah Jawa Barat memiliki kesesuaian sedang dengan luas 2147829,30 ha, 25% kesesuaian rendah dengan luas 923219,76 ha, dan 16% kesesuaian tinggi dengan luas 597859,82. Ada pun Kabupaten Cianjur memiliki area paling luas untuk kesesuaian tinggi bagi habitat owa jawa, yaitu sebesar 109501,73 ha.