Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN DIGITAL BRANDING DAN PENGADAAN PERALATAN UNTUK PENGEMBANGAN IRT KERAJINAN KAYU UKIR DI DESA KENDERAN TEGALLALANG Shofwan Hanief; I Made Dwi Darma Artanaya; Putu Tjintia Kencana Dewi; Ahmad Fahreza Zain; Ni Made Dhea Angelika Ariadi
JURDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyrakat Universitas DIPA Makassar Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat (JURDIMAS)
Publisher : JURDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyrakat Universitas DIPA Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerajinan ukiran kayu merupakan salah satu seni budaya yang masih ditekuni oleh Masyarakat Bali, khususnya di Kabupaten Gianyar. Salah satu sentra kerajinan ukiran kayu terdapat di Desa Kenderan, Kecamatan Tegallalang yang dikelola oleh Kelompok Industri Rumah Tangga (IRT) Ukiran Kayu Dewa Manuaba. Permasalahan yang dihadapi IRT tersebut adalah minimnya sarana prasarana penunjang produksi serta belum adanya branding di dunia digital untuk pemasaran dan promosi secara optimal. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu meningkatkan kapasitas produksi IRT Ukiran Kayu Dewa Manuaba melalui pengadaan peralatan seperti kompresor, mesin amplas, kuas dan cat, serta membangun branding digital dengan optimasi media sosial Instagram dan pembuatan web profil. Metode yang diterapkan meliputi sosialisasi kegiatan, pengadaan barang, pelatihan pemanfaatan media sosial, pendampingan, serta evaluasi. Kegiatan telah berlangsung dengan baik dan telah dilakukan penyerahan barang berupa kompresor, mesin amplas, kuas, dan cat, serta pelatihan pengenalan media sosial Instagram. Hasil yang dicapai adalah peningkatan kapasitas produksi dan inovasi produk IRT serta pemahaman pentingnya digital marketing. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan perluasan pangsa pasar IRT Ukiran Kayu Dewa Manuaba.
Perempuan Sebagai Pendidik Pertama dan Utama: Penguatan Literasi Digital Bagi Ibu untuk Mendukung Generasi Emas 2045 Dadang Hermawan; Lilis Yuningsih; Erma Sulistyo Rini; Ni Made Dewi Kansa Putri; Putu Tjintia Kencana Dewi
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat Agustus 2025
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v5i2.89

Abstract

Perempuan, khususnya ibu, memiliki peran strategis sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga, termasuk dalam menghadapi tantangan era digital. Anak-anak yang tumbuh sebagai digital natives memerlukan pendampingan agar penggunaan gawai lebih terarah dan bermanfaat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas literasi digital parenting bagi ibu rumah tangga di Denpasar, Bali. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, workshop, diskusi kelompok terarah, konsultasi individu, dan monitoring berkelanjutan. Peserta kegiatan berjumlah 25 ibu rumah tangga anggota PKK desa setempat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan peserta, khususnya dalam penggunaan parental control, pengaturan screen time, pemilihan aplikasi edukatif, serta komunikasi positif dengan anak. Lebih dari 75% peserta juga mulai membiasakan anak dengan aktivitas alternatif non-gawai. Monitoring pascapelatihan melalui grup media sosial memperlihatkan terbentuknya ekosistem pembelajaran berkelanjutan di antara peserta. Temuan menunjukkan bahwa literasi digital parenting efektif memberdayakan ibu sebagai fasilitator pendidikan keluarga di era digital. Kegiatan lanjutan diperlukan untuk memperluas jangkauan komunitas dan memperdalam integrasi nilai budaya lokal dalam praktik pengasuhan digital.   Women, especially mothers, play a strategic role as the first and primary educators in the family, including in facing the challenges of the digital age. Children who grow up as digital natives need guidance so that their use of gadgets is more focused and beneficial. This Community Service (PKM) activity aims to increase the digital literacy capacity of housewives in Denpasar, Bali. The implementation method uses a participatory approach through socialization, workshops, focused group discussions, individual consultations, and continuous monitoring. There were 25 housewives who are members of the local village PKK participating in the activity. The results of the activity showed a significant increase in the participants' understanding and skills, particularly in the use of parental controls, screen time management, selection of educational applications, and positive communication with children. More than 75% of participants also began to familiarize their children with alternative non-device activities. Post-training monitoring through social media groups showed the formation of a sustainable learning ecosystem among participants. The findings indicate that digital literacy parenting effectively empowers mothers as facilitators of family education in the digital age. Follow-up activities are needed to expand the reach of the community and deepen the integration of local cultural values into digital parenting practices.