Nurasisa Lestari
Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Muslim Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyuluhan dan Perawatan Ortodonti Interseptif pada Anak Didik SDN Bontojai Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa Yustisia Puspitasari; Nurasisa Lestari; Mila Febriany
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 1 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67376/jpmkg.v1i2.15

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) maloklusi adalah hubungan abnormal antara gigi dari kedua lengkung rahang. Maloklusi dapat mengakibatkan hambatan bagi penderita seperti gangguan fungsi fisik, tempat akumulasi sisa makanan sehingga rentan terhadap terjadinya penyakit karies dan periodontal. Penyebab maloklusi diantaranya adalah faktor genetik, proses tumbuh kembang yang tidak sesuai, kebiasaan buruk anak, malnutrisi dan persistensi gigi sulung. Selain itu maloklusi juga bisa disebabkan karena kurangnya pengetahuan anak-anak, orang tua dan wali murid di sekolah dalam hal menjaga kesehatan gigi dan mulut. Peran gigi sulung pada masa gigi sulung sangat besar pada tumbuh kembang anak, diantaranya: membantu proses bicara, mastikasi, estetika wajah dan menjaga ruang erupsi gigi permanen. Namun, gigi sulung yang tidak kunjung tanggal di saat gigi permanennya sedang atau sudah erupsi juga dapat menyebabkan malposisi gigi pengganti dan menjadi penyebab maloklusi. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan penyuluhan pada anak didik dan guru mengenai peran dan fungsi gigi sulung; pembagian sikat gigi dan menyikat gigi bersama; perawatan ortodonti interseptif dengan melakukan pencabutan gigi sulung yang mengalami persistensi. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut, sebanyak 78,7% siswa/i SDN Bontojai mendapatkan pemeriksaan gigi, 14,6% anak didik SDN mendapatkan perawatan pencabutan gigi sulung yang mengalami persistensi, serta penyerahan media penyuluhan dan bantuan sikat gigi kepada pihak sekolah.
Uji Daya Hambat Ekstrak Kalsium Karbonat Limbah Cangkang Telur Ayam Ras (Gallus Sp) terhadap Streptococcus Mutans Mila Febriany; Nurasisa Lestari; Rini Pratiwi; M. Fajrin Wijaya; Adelia Iftitah A
Sinnun Maxillofacial Journal Vol. 8 No. 01 (2026): April 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/smj.v8i01.225

Abstract

Pendahuluan: Streptococcus mutans merupakan penghuni normal rongga mulut dan dikenal sebagai bakteri kariogenik utama karena kemampuannya menghasilkan asam dari fermentasi karbohidrat yang menyebabkan demineralisasi email dan terjadinya karies gigi. Kalsium karbonat pada cangkang telur sebesar 94% dapat dimanfaatkan kandungannya sebagai agen abrasif untuk menghilangkan noda dan plak, serta meningkatkan viskositas pasta gigi. Tujuan: Untuk mengevaluasi efek daya hambat ekstrak kalsium karbonat yang berasal dari limbah cangkang telur ayam (Gallus sp.) pada konsentrasi 12,5%, 15%, 17,5%, dan 20% terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. Bahan dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan metode difusi cakram serta analisis statistik menggunakan uji One-Way ANOVA. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 24 sampel. Hasil: Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan nilai p sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik. Analisis komparatif menunjukkan adanya perbedaan antar konsentrasi, yaitu konsentrasi 12,5% menghasilkan zona hambat sebesar 8,32 mm, 15% sebesar 8,77 mm, 17,5% sebesar 9,00 mm, dan 20% sebesar 9,68 mm dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans berdasarkan kelompok perlakuan ekstrak kalsium karbonat. Kesimpulan: Ekstrak kalsium karbonat yang berasal dari limbah cangkang telur ayam dengan konsentrasi 20% efektif dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans.