Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PELATIHAN PEMBERIAN MYOFASCIAL REALEASE DALAM PENURUNAN NYERI TENSION-TYPE HEADACHE PADA KADER POSYANDU DESA TOHUDAN KECAMATAN COLOMADU KABUPATEN KARANGANYAR PROVINSI JAWA TENGAH Afrianti Wahyu W; AFIF GHUFRONI
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : IFI cabang Kota Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jpmfki.2022.95

Abstract

Latar belakang: Nyeri kepala adalah salah satu keluhan yang paling umum ditemui di Internal Medicine dan Anak dan Neurology klinik Dewasa. Berdasarkan klasifikasi IHS (International Headache Society) Edisi 2 dari yang terbaru tahun 2004, nyeri kepala terdiri atas migren, nyeri kepala tipe-tegang (tension-type headache), nyeri kepala klaster dan other trigeminal-autonomic cephalalgias, dan other primary headaches. Telah dilaporkan bahwa sebagian besar dari sakit kepala adalah sakit kepala tipe tegang (Tension-Type Headache) dan migrain. Kontraksi isometrik otot berkelanjutan yang berhubungan dengan kepala dan leher mengakibatkan kekurangan gizi lokal karena iskemia, yang dapat menghasilkan trigger poin (titik pemicu) dalam otot. Regio trigger poin otot yang berkontraksi terus menerus dalam jangka waktu yang cukup panjang bahkan tanpa aktivasi simpatik, hal tersebut dapat mengakibatkan tension-type headache. Teknik myofascial release merupakan pilihan intervensi yang lebih baik dalam mengurangi nyeri dan keterbatasan, pada subyek dengan trigger poin pada otot suboccipital pada tension-type headache. Metode Pendekatan : Pelatihan pemberian myofascial realease dalam penurunan nyeri tension-type headache pada kader dan masyarakat Desa Tohudan, Colomadu, Karanganyar. Tujuan: Memberikan edukasi dan peningkatan ketrampilan kepada masyarakat penanganan nyeri leher menggunakan modalitas fisioterapi berupa myofascial release. Manfaat: Masyarakat paham dan mampu menangani permasalahan nyeri leher menggunakan modalitas fisioterapi yang telah diajarkan, sehingga dapat meningkatkan kemampuan fungsional dan produktifitas kesehariannya. Tempat dan Waktu : Di Desa Tohudan Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar Provinsi Jawa Tengah pada bulan Februari s/d September 2021. Target Luaran : Para Kader dan masyarakat di Desa Tohudan diharapkan mampu menerapkan cara pemberian myofascial realease dalam penurunan nyeri tension-type headache.
PELATIHAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TERHADAP PENINGKATAN KESEIMBANGAN LANSIA MENGGUNAKAN LATIHAN THERABAND PADA KADER POSYANDU TOHUDAN COLOMADU AFIF GHUFRONI; Afrianti Wahyu Widiarti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 2 No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : IFI cabang Kota Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jpmfki.2023.160

Abstract

Latar belakang: Keseimbangan adalah proses untuk mempertahankan stabilitas posture tubuh, kemampuan mengendalikan dan menjaga pusat gravitasi pada permukaan datar dan menggunakan pengaruh kritis terhadap tindakan tersebut untuk menjaga stabilitas posisi berdiri, kontrol dari berat beban, dan kemampuan ambulasi. Resistance exercise dapat menstimulasi peningkatan proprioseptif dikarenakan resistance exercise akan meningkatkan aktivitas recruitment motor unit yang akan mengaktivasi golgi tendon organ dan muscle spindle Metode Pendekatan: Pelatihan pemberian latihan theraband dalam peningkatan keseimbangan lansia pada kader posyandu Desa Tohudan. Tujuan: Memberikan edukasi kepada masyarakat latihan theraband dalam peningkatan keseimbangan lansia. Manfaat: Masyarakat paham dan mampu menangani permasalahan keseimbangan lansia menggunakan latihan theraband sehingga dapat meningkatkan kemampuan fungsional dan produktifitas kesehariannya. Tempat dan Waktu: Di Desa Tohudan Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar Provinsi Jawa Tengah pada bulan Februari s/d September 2022. Target Luaran: Para Kader posyandu di Desa Tohudan diharapkan mampu memberian latihan theraband dalam peningkatan keseimbangan lansia (Poster, leafle).
PENGARUH PROPIOCEPTIVE NEUROMUSCULAR FACILITATION (PNF) HOLD RELAX TERHADAP FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING PADA REMA Dinda Rishaldi; Afif Ghufroni; Sukadarwanto
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 1 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v1i2.28

Abstract

Background: During the Covid-19 pandemic, people experienced a decrease in daily activities, resulting in shortening of hamstring muscle flexibility. Physiotherapy can help increase the flexibility of the hamstring muscles by providing proprioceptive neuromuscular facilitation (PNF) hold relax. Objective: To determine the effect of PNF hold relax on hamstring muscle flexibility in adolescents. Method: the research method is experimental with a one group pre and post test research design carried out in February-March 2022. The subjects are students at Madrasah Aliah Nawa Kartika, Wonogiri. Using random sampling, 50 subjects were divided into 2 groups, I, numbering 25, and group II, numbering 25. Measuring hamstring muscle flexibility using the active knee extension test (AKET). Results: The results from the treatment group obtained a p value = 0.000. The results in the control group obtained a p value = 0.151. The Man Whitney test between the treatment and control groups resulted in p = 0.000. Conclusion: Providing Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF) hold relax has an effect on increasing hamstring muscle flexibility in adolescents.
Pengaruh Core Stability Exercise Terhadap Peningkatan Aktivitas Fungsional Pada Low Back Pain Non-Spesifik Ulfah Nidaussolihah; Afif Ghufroni; Pajar Haryatno
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 2 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v2i1.34

Abstract

Background: Non-specific low back pain is a complaints of pain that occurs in the lower back for which the cause is not clearly known. Core stability exercise is an exercise to activate the core muscles which can increase spinal stabilization and increase muscle strength so that functional activity increases. Objective: This study aims to determine the effect of providing core stability exercise on increasing functional activity in sufferers of non-specific low back pain. Method: The design of this research is one group pre and post-test with control. This research was conducted 3 times a week for 4 weeks with the sample being workers at PT. Iskandartext Solo which has met the inclusion criteria. In this study, it will be grouped into two groups with the measuring instrument used, namely the Oswestry disability index (ODI). Results: The average ODI value before and after treatment was 25.47 and 18.80 and the results of statistical tests using the paired t test showed p=0.000 (p<0.05), this shows that there is an effect of providing core stability exercise on increase in functional activity. Conclusion: There is the influence of givingcore stability exercise towards increasing functional activity in suffererslow back pain non-specific.
Implementation of Myofascial Release to Reduce Neck Pain in the Upper Trapezius Muscle Setiawan Setiawan; Yoni Rustiana Kusumawati; Afif Ghufroni; Ulfah Eka Wardani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.27540

Abstract

ABSTRAK Hampir semua kalangan setiap hari mengeluhkan nyeri di daerah leher, permasalahan ini paling banyak dirasakan pada usia produktif dan lansia, sehingga mengganggu aktivitas dan produktifitas kesehariannya. Nyeri leher ini tidak dapat disepelekan, karena termasuk 5 besar seseorang mencari pertolongan kesehatan. Myofascial release merupakan salah satu cara untuk mengurangi keluhan nyeri leher, yaotu dengan melepaskan pembatas (hambatan) di dalam lapisan fascia yang lebih dalam. Hal ini dapat dilakukan dengan cara peregangan elastis komponen otot fascia, bersama dengan jaringan ikat, dan mengubah viskositas substansi dasar fascia. Sehingga dapat meningkatkan kemampuan fungsional.  Kegiatan pengabdian ini ditujukan meningkatkan pengetahuan pada kader posyandu dan masyarakat dalam upaya penurunan nyeri leher pada otot upper trapezius. kegiatan diawali dengan mengidentifikasi permasalahan, selanjutnya pre-test kemudian dilakukan penyuluhan dan demontrasi tentang penanganan sederhana dalam mengurangi nyeri. Pada minggu selanjutnya dilakukan pendampingan kader posyandu ke masyarakat, dan diakhir sesi kegiatan dilakukan post-test dan evaluasi. Didapatkan hasil peningkatan pengetahuan pada kader posyandu dan masyarakat dalam upaya penurunan nyeri leher pada otot upper trapezius dengan myofascial release. Penyuluhan dan cara penanganan sederhana upaya penurunan nyeri leher dengan myofascial release pada otot upper trapeziussangat bermanfaat, sehingga masyarakat dapat mengatasi keluhan nyeri leher pada otot upper trapezius. Kata Kunci: Myofascial Release, Nyeri, Leher, Upper Trapezius.   ABSTRACT People from all walks of life frequently complain of neck pain—an issue particularly prevalent among the working-age population and the elderly—which interferes with daily activities and productivity. Neck pain should not be underestimated, as it ranks among the top five reasons for seeking medical attention. Myofascial release is a method used to alleviate neck pain by releasing restrictions within the deeper fascial layers. This is achieved by elastically stretching the myofascial components and connective tissues, as well as altering the viscosity of the fascial ground substance, thereby enhancing functional ability. This community service activity aimed to increase the knowledge of *Posyandu* (integrated health post) volunteers and the general public regarding methods to reduce upper trapezius neck pain. The activity began with problem identification and a pre-test, followed by an educational session and a demonstration of simple pain-relief techniques. In the following week, volunteers provided guidance to community members, and the program concluded with a post-test and evaluation. The activity resulted in increased knowledge among *Posyandu* volunteers and community members regarding the use of myofascial release to reduce upper trapezius neck pain. Education and simple myofascial release techniques for the upper trapezius muscle proved highly beneficial, enabling the community to manage upper trapezius neck pain effectively. Keywords: Myofascial Release, Pain, Neck, Upper Trapezius.