Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CORRELATION OF MEDICATION ADHERENCE WITH THE CHARACTERISTICS AND QUALITY OF LIFE OF TUBERCULOSIS PATIENTS IN DR. DRADJAT PRAWIRANEGARA HOSPITAL Yusransyah Yusransyah; Rozwaliza Annintan; Farahdina Chairani; Baha Udin
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 4 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i4.1005

Abstract

Tuberculosis remains a health threat in Indonesia because its prevalence is relatively high; therefore, special tuberculosis control is needed. One way to control tuberculosis is to increase compliance with treatment, which can affect quality of life. The main objective of this study was to determine the relationship between the level of treatment compliance and the characteristics and quality of life of patients at dr. Dradjat Prawiranegara Serang Hospital. This study used a cross-sectional, observational research method. Data were collected by distributing questionnaires filled out through direct interviews with the patients. The questionnaires used were the MARS and EQ-5D-5L questionnaires were used. The subjects in this study were outpatients with tuberculosis who were undergoing treatment at our hospital. The Drajat Prawiranegara Serang Hospital met the inclusion and exclusion criteria. Sequential sampling was used as a sampling technique in this study. Statistical data analysis was performed using the chi-square test and correlation. The number of respondents in this study who met the inclusion criteria was 30. As many as 80.0% of tuberculosis patients adhere to taking medication, and 83.3% of tuberculosis patients have a good quality of life. The results of statistical tests show that there is a relationship between the level of compliance of tuberculosis patients and the level of knowledge, income, attitude of health workers, and family support. In contrast, the variables of the level of education, employment, motivation, distance to health facilities, and quality of life did not have a significant relationship with the level of tuberculosis patient compliance...
Edukasi PATUH untuk Pencegahan Penyakit Jantung Koroner melalui Pemberdayaan Ibu 3C (Cerdas Cegah Coroner) di Desa Kemanisan Abdillah Mursyid; Farahdina Chairani; Syilvi Adini; Tifany Maulida Candra; Shalza Amanda; Via Novita
Jurnal IPTEK Bagi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/j-ibm.v5i2.1367

Abstract

Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia dan terus menjadi beban kesehatan masyarakat yang semakin meningkat di Indonesia. Tingginya prevalensi faktor risiko seperti merokok, hipertensi, obesitas, dan aktivitas fisik yang rendah, serta keterbatasan kesadaran masyarakat tentang deteksi dini dan praktik gaya hidup sehat, menekankan pentingnya intervensi edukatif yang dapat meningkatkan pengetahuan dan memberdayakan keluarga sebagai agen perubahan perilaku. Program keterlibatan masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan, khususnya di kalangan perempuan, melalui edukasi tentang pencegahan penyakit jantung koroner dengan menggunakan pendekatan PATUH yang mendorong kebiasaan sehat yang disiplin. Program ini dilaksanakan di Kampung Kubang Lor, Desa Kemanisan, Kecamatan Curug, Kota Serang pada Desember 2024 dan melibatkan dua puluh ibu rumah tangga dan calon ibu sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi asesmen kebutuhan, edukasi partisipatif tentang penyakit jantung dan pencegahannya, penyebaran leaflet, sesi senam kesehatan, dan pengukuran tekanan darah. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya antusiasme dan partisipasi aktif dalam diskusi, serta pemahaman yang lebih baik tentang faktor risiko dan strategi pencegahan. Kegiatan ini memperkuat peran perempuan sebagai promotor kesehatan dalam keluarga dan komunitas melalui pembentukan kelompok “Ibu-ibu Cerdas Cegah Koroner”. Program ini terbukti relevan dalam menangani rendahnya literasi kesehatan dan dapat menjadi model intervensi berbasis masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa. Temuan ini merekomendasikan integrasi inisiatif edukasi berorientasi keluarga ke dalam strategi promosi kesehatan, seperti di posyandu dan program komunitas sehat, untuk mendukung pencegahan penyakit tidak menular secara berkelanjutan.