Latar Belakang: Gangguan kesehatan pencernaan, khususnya konstipasi, masih menjadi masalah kesehatan yang sering dialami masyarakat di berbagai kelompok usia. Konstipasi tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga dapat menurunkan kualitas hidup, produktivitas, serta meningkatkan risiko terjadinya komplikasi apabila tidak ditangani dengan baik. Faktor penyebab konstipasi sebagian besar berkaitan dengan pola hidup yang kurang sehat, seperti rendahnya konsumsi serat, kurang minum air putih, aktivitas fisik yang rendah, kebiasaan menahan buang air besar, serta penggunaan obat pencahar yang tidak rasional. Rendahnya literasi masyarakat mengenai kesehatan pencernaan menyebabkan upaya pencegahan belum dilakukan secara optimal. Edukasi kesehatan berbasis pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu strategi promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan serta mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup sehat. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan pencernaan, mengenali faktor risiko konstipasi, serta menerapkan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan gangguan gastrointestinal. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada bulan Februari 2026 di wilayah kerja puskesmas dengan melibatkan 50 peserta berusia 20–65 tahun. Metode yang digunakan meliputi pre-test, ceramah interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi penyusunan menu tinggi serat, simulasi aktivitas fisik ringan, edukasi hidrasi, pembagian booklet, post-test, dan evaluasi kepuasan peserta. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi, persentase, dan nilai rata-rata. Hasil: Seluruh peserta mengikuti kegiatan hingga selesai. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 60,5 sebelum intervensi menjadi 93,1 setelah edukasi. Sebanyak 96,0% peserta memahami penyebab konstipasi, 94,0% memahami pentingnya konsumsi serat dan cairan, 92,0% mampu menyusun pola makan sehat untuk menjaga kesehatan pencernaan, 90,0% berkomitmen meningkatkan aktivitas fisik dan kebiasaan hidup sehat, serta 96,0% menyatakan program sangat bermanfaat. Kesimpulan: Edukasi kesehatan mengenai kesehatan pencernaan efektif meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan komitmen masyarakat dalam mencegah konstipasi dan gangguan gastrointestinal melalui penerapan gaya hidup sehat. Program edukasi berkelanjutan perlu dikembangkan sebagai bagian dari promosi kesehatan di tingkat masyarakat.