Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Kesadaran Masyarakat Tentang Pentingnya Menjaga Kesehatan Pencernaan Untuk Mencegah Konstipasi Dan Gangguan Gastrointestinal Rezqiqah Aulia Rahmat; Farida Fakhrunnisa
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1445

Abstract

Latar Belakang: Gangguan kesehatan pencernaan, khususnya konstipasi, masih menjadi masalah kesehatan yang sering dialami masyarakat di berbagai kelompok usia. Konstipasi tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga dapat menurunkan kualitas hidup, produktivitas, serta meningkatkan risiko terjadinya komplikasi apabila tidak ditangani dengan baik. Faktor penyebab konstipasi sebagian besar berkaitan dengan pola hidup yang kurang sehat, seperti rendahnya konsumsi serat, kurang minum air putih, aktivitas fisik yang rendah, kebiasaan menahan buang air besar, serta penggunaan obat pencahar yang tidak rasional. Rendahnya literasi masyarakat mengenai kesehatan pencernaan menyebabkan upaya pencegahan belum dilakukan secara optimal. Edukasi kesehatan berbasis pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu strategi promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan serta mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup sehat. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan pencernaan, mengenali faktor risiko konstipasi, serta menerapkan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan gangguan gastrointestinal. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada bulan Februari 2026 di wilayah kerja puskesmas dengan melibatkan 50 peserta berusia 20–65 tahun. Metode yang digunakan meliputi pre-test, ceramah interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi penyusunan menu tinggi serat, simulasi aktivitas fisik ringan, edukasi hidrasi, pembagian booklet, post-test, dan evaluasi kepuasan peserta. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi, persentase, dan nilai rata-rata. Hasil: Seluruh peserta mengikuti kegiatan hingga selesai. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 60,5 sebelum intervensi menjadi 93,1 setelah edukasi. Sebanyak 96,0% peserta memahami penyebab konstipasi, 94,0% memahami pentingnya konsumsi serat dan cairan, 92,0% mampu menyusun pola makan sehat untuk menjaga kesehatan pencernaan, 90,0% berkomitmen meningkatkan aktivitas fisik dan kebiasaan hidup sehat, serta 96,0% menyatakan program sangat bermanfaat. Kesimpulan: Edukasi kesehatan mengenai kesehatan pencernaan efektif meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan komitmen masyarakat dalam mencegah konstipasi dan gangguan gastrointestinal melalui penerapan gaya hidup sehat. Program edukasi berkelanjutan perlu dikembangkan sebagai bagian dari promosi kesehatan di tingkat masyarakat.
Pengaruh kepatuhan konsumsi tablet tambah darah terhadap status hemoglobin pada ibu hamil Farida Fakhrunnisa; Arifina Fahamsya; Osie Listina; Eka Julia Okta Virnanda
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 15 No 2 (2026): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v15i2.2100

Abstract

Background: Anemia in pregnant women remains a health problem in Indonesia and may increase the risk of pregnancy complications. Iron supplementation is an important preventive measure, but its effectiveness largely depends on adherence.Objective: To determine adherence to iron supplementation, Hb status, and the relationship between adherence and Hb status among pregnant women in Songgom District, Brebes Regency.Methods: Observational study used a cross-sectional design involving 132 pregnant women selected through proportionate stratified random sampling (PSRS). Adherence was measured using the MARS-5, while Hb status was assessed using an Hb meter and KIA book records. Data were analyzed using the Chi-Square test at a significance level of p<0.05.Results: Most respondents were aged 20–35 years and had primary-level education, with moderate adherence to iron tablet consumption. Overall, 90.9% were non-anemic and 9.1% were anemic. A significant relationship was found between iron tablet adherence and Hb status (p<0.05).Conclusion: Iron tablet adherence was significantly associated with Hb status among pregnant women in Songgom District, Brebes Regency. Education, monitoring, and support from healthcare workers and families are needed to improve adherence and prevent anemia.
Hubungan Pemberian Edukasi Penyakit Skabies terhadap Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Santri di Pondok Pesantren Darul Mujahadah Nabilla Eka Juniarti; Farida Fakhrunnisa; Arifina Fahamsya; Endang Istriningsih
An-Najat Vol. 4 No. 2 (2026): Mei : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v4i2.3659

Abstract

Scabies is a contagious skin infestation that is highly prevalent in densely populated environments, such as Islamic boarding schools (pesantren). The primary factors contributing to its transmission are a significant lack of medical knowledge and poor hygiene behavior among residents. This study aims to analyze the impact of educational interventions on the knowledge levels and hygiene behaviors of students (santri). The research employed a pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design. A total of 109 students at Darul Mujahadah Islamic Boarding School were selected as the study sample using a purposive sampling technique based on specific inclusion criteria. The results demonstrated a significant increase in the average knowledge score from 57,49 (pre-test) to 65,40 (post-test) with a p-value of 0,000. Similarly, the average behavior score significantly improved from 27,58 (pre-test) to 31,24 (post-test) (p-value 0,000). These findings indicate that the provision of health education significantly enhances students' knowledge levels and fosters more positive behavioral changes regarding the prevention and management of scabies within the boarding school environment.