Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Nilai-Nilai Islam Dalam Pembentukan Budaya Organisasi Perspektif Ekonomi Islam Irmawati Irmawati; Jaharuddin Jaharuddin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.4843

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengaruh nilai-nilai Islam dalam pembentukan budaya organisasi dalam konteks ekonomi Islam serta hubungannya dengan kinerja ekonomi. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data dianalisis melalui pembacaan dan sintesis literatur terkait, dengan fokus pada teori dan konsep yang membahas tentang nilai-nilai Islam, prinsip-prinsip ekonomi Islam, dan pembentukan budaya organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam, seperti keadilan, kebersamaan, dan keberkahan, memainkan peran penting dalam membentuk budaya organisasi yang inklusif dan berkelanjutan. Prinsip-prinsip ekonomi Islam, seperti kepemilikan kolektif, distribusi kekayaan yang adil, dan tanggung jawab sosial, menjadi landasan yang kokoh bagi pembentukan budaya organisasi yang mencerminkan nilai-nilai Islam. Faktor-faktor internal, seperti kepemimpinan yang kuat dan komitmen organisasi, serta faktor eksternal, seperti tekanan pasar dan regulasi pemerintah, juga mempengaruhi implementasi nilai-nilai Islam dalam budaya organisasi dan kinerja ekonomi. Kesimpulannya, pengintegrasian nilai-nilai Islam dalam budaya organisasi dapat meningkatkan kinerja ekonomi organisasi dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan masyarakat secara keseluruhan. Namun, tantangan dan hambatan dalam implementasi nilai-nilai Islam juga perlu diatasi melalui komitmen yang kuat dan kesadaran yang tinggi dari semua pihak terkait. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami hubungan antara nilai-nilai Islam, budaya organisasi, dan kinerja ekonomi dalam konteks ekonomi Islam.
IMPLEMENTASI PROGRAM MAGANG EDUKATIF DALAM PENINGKATAN KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA DI THAWRA COFFEE Rega Saputra; Irmawati Irmawati; Friska Efia Akwila
Media Resonansi Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 2 (2025): Media Resonansi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Taksasila Edukasi Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program magang edukatif ini dilaksanakan di Thawra Coffee sebagai sarana pembelajaran praktis bagi mahasiswa dalam memahami operasional bisnis UMKM di sektor makanan dan minuman. Kegiatan magang mencakup observasi proses produksi, pelayanan pelanggan, manajemen keuangan sederhana, serta evaluasi strategi pemasaran. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggambarkan pengalaman langsung mahasiswa dan kondisi nyata usaha. Hasilnya menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas operasional dapat meningkatkan kompetensi kewirausahaan, keterampilan komunikasi, dan analisis bisnis. Temuan juga mengidentifikasi kendala yang dihadapi mitra, seperti keterbatasan promosi dan tenaga kerja. Oleh karena itu, inovasi strategi pemasaran digital dan efisiensi manajemen disarankan untuk pengembangan usaha. Program ini memberikan pengalaman belajar bermakna dan menjadi jembatan antara dunia akademik dan praktik kewirausahaan. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai upaya menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan mahasiswa.Kata kunci: Implementasi, magang, kewirausahaan, kedai kopi.
OPTIMALISASI PENGELOLAAN GREEN PARK – UMAJA UMJ Mustofa Mahfudz Fauzi; Danish Zulfan Al-fathan; Irmawati Irmawati; Rubianto Hadisaputra
Media Resonansi Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 1 (2026): Media Resonansi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Taksasila Edukasi Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pemahaman mengenai kelayakan pengelolaan Green Park Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) sebagai aset kampus berbasis syariah yang dikelola oleh BUMU dan UMAJA, dengan tujuan mengoptimalkan pemanfaatan ruang terbuka hijau sebagai venue event outdoor yang sesuai prinsip Islam; penelitian ini menggunakan analisis PESTEL, SWOT, Business Model Canvas Syariah, serta evaluasi sumber daya insani dan operasional untuk mengidentifikasi masalah utama seperti sistem perizinan yang tidak terpusat, promosi yang minim, kebisingan, dan keterbatasan fasilitas, sekaligus menawarkan solusi berupa penerapan sistem satu pintu, kerja sama revenue sharing untuk perbaikan fasilitas, strategi promosi terintegrasi dengan jaringan Muhammadiyah, serta penerapan akad ijarah yang jelas dan transparansi harga; hasil kajian menunjukkan bahwa dengan strategi tersebut Green Park layak dikembangkan sebagai model bisnis syariah unggulan kampus yang mampu meningkatkan pendapatan, memperkuat branding, dan memberikan keberkahan sosial bagi civitas akademika maupun masyarakat sekitar.Kata kunci : Studi Kelayakan Bisnis, Green Park Universitas Muhammadiyah Jakarta, Pemasaran Syariah, Branding Kampus Muhammadiyah.
ANALISIS KOMPARATIF PERKEMBANGAN ISLAMIC FINANCE DI MALAYSIA, ARAB SAUDI, DAN INDONESIA PERSPEKTIF SGIE 2024/2025 Puja Trisena; Irmawati Irmawati; Amanda Tri Utami
Media Riset Bisnis Ekonomi Sains dan Terapan Vol 4, No 2 (2025): Media Riset Bisnis Ekonomi Sains dan Terapan
Publisher : Taksasila Edukasi Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71312/mrbest.v4i2.780

Abstract

This study aims to analyze and compare the development of Islamic finance in Malaysia, Saudi Arabia, and Indonesia based on the State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2024/2025. A qualitative descriptive comparative approach is employed using secondary data obtained from the SGIE report, policy documents, and relevant publications. Data analysis is conducted through content analysis focusing on regulatory frameworks, institutional capacity, and market development of Islamic finance in each country. The findings indicate that Malaysia represents a regulatory-driven Islamic finance model supported by consistent regulations and an integrated Islamic financial ecosystem, while Saudi Arabia adopts a state-driven approach with strong government support within its economic transformation agenda. Indonesia reflects an emerging Islamic finance ecosystem with significant market potential but faces challenges related to policy coordination, market deepening, and Islamic financial literacy. The study highlights the importance of regulatory consistency, institutional strength, and long-term policy alignment in strengthening Islamic finance development.Keywords: Islamic finance, SGIE, GIEI, Islamic financial system, comparative analysis