Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERANCANGAN SISTEM KONTROL PID DENGAN APLIKASI SCILAB Asmarita Sari; Fitri Jusmi
Applied Physics of Cokroaminoto Palopo Vol. 2 No. 1 (2021): Volume 2 Nomor 1
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/apcp.v2i1.86

Abstract

PID control is a control that will react to the error that has been given by the sensor, so that it can provide an improvement value to the output value. The RLC circuit is an electrical circuit consisting of a resistor (R), an inductor (L) and a capacitor (C), which are arranged in series or parallel. The resistance produced by the resistor is referred to as resistance, the resistance produced by the inductor is usually called the inductive reactance symbolized by XL, while the resistance generated by the capacitor is called the capacitive reactance symbolized by XC. The method of solving an electric circuit can be solved by using the Laplace transform associated with using SCILAB software. SCILAB is open source software and can be run on Windows, Mac and Linux operating systems.
Rancang Bangun Alat Penyiram Tanaman Otomatis Berbasis Mikrokontroler ATMEGA328P dengan Sensor Kelembaban Tanah V1.2 Indira Namora; Fitri Jusmi; Rahma Hi. Manrulu
Applied Physics of Cokroaminoto Palopo Vol. 3 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/apcp.v3i1.112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancang bangun alat penyiram tanaman otomatis berbasis mikrokontroler arduino dan sensor kelembaban tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Perumahan Songka Kecamatan Wara Selatan Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dimulai dari perancangan alat, persiapan alat dan bahan, perakitan rangkaian alat elektronika dan uji kinerja alat penyiram tanaman otomatis berbasis mikrokontroler ATMega328P. Dalam alat ini terdapat mikrokontroler ATMega328P dan sensor kelembaban V1.2 yang berfungsi sebagai komponen utamanya. Pada saat sensor dibenamkan pada tanah kering sensor membaca nilai kelembaban tanah yaitu berkisar antara 0-30% RH, kemudian mengirimkan sinyal pada arduino untuk mengaktifkan pompa air. Sedangkan, pada saat sensor dibenamkan pada tanah lembab maupun basah, sensor membaca nilai kelembaban tanah berkisar antara 31-100% RH, sehingga sensor mengirimkan sinyal pada arduino untuk mengaktifkan relay untuk menghentikan laju pompa air. Hal ini menunjukkan bahwa alat penyiram tanaman otomatis ini sangat efisien dalam budidaya tanaman pada ruangan tertutup.
Enhancing Disaster Mitigation Awareness Through the Introduction of a Simple Earthquake Detection Tool at SDN 309 Ujung Bassiang Yusri Yusri; Marsalina Marsalina; Dita Dita; Silva Silva; Puja Astuti; Nurul Badriyah Ramadhani; Karolvianus Barung Saile; Fitri Jusmi; Andi Safitri Sacita
ABDISAINS Vol 2 No 2 (2026): JULI
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jas.v2i2.2662

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa SDN 309 Ujung Bassiang mengenai mitigasi gempa bumi melalui pengenalan dan demonstrasi alat pendeteksi gempa sederhana. Kegiatan dilaksanakan pada Februari 2026 dengan sasaran siswa kelas VI. Metode yang digunakan adalah pendekatan pendidikan masyarakat melalui penyuluhan materi dasar gempa bumi dan demonstrasi alat berbasis sensor getaran yang akan mengaktifkan alarm ketika terjadi getaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan sesi diskusi interaktif, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan kemampuan siswa menjelaskan kembali konsep yang telah dipelajari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu memahami prinsip kerja alat pendeteksi gempa sederhana serta menyebutkan langkah mitigasi yang tepat ketika alarm berbunyi. Antusiasme dan partisipasi aktif siswa selama kegiatan berlangsung menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konseptual terkait mitigasi gempa. Meskipun terdapat kendala keterbatasan waktu dan jumlah alat, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam menumbuhkan kesadaran dan kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.