Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Perbandingan Sistem Pendidikan Korea Selatan Dengan Indonesia Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan Agus Supriadi; Irfan Bakti; Jumawan Jumawan; Sahari Rofiki; Zulkarnai Syah
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 1, No 2 (2024): September 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v1i2.2910

Abstract

Perbandingan sistem pendidikan Korea Selatan dengan Indonesia menjadi suatu studi analisis yang perlu untuk dilakukan dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan. Hal ini dikarnakan kualitas pendidikan di Indonesia menjadi suatu problematika yang perlu untuk segera diselesaikan. Selain itu, upaya perbandingan sistem pendidikan akan senantiasa menghasilkan suatu cara maupun langkah-langkah dalam memperbaiki maupun meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode dengan mengumpulkan data atau informasi dengan bantuan teknologi berupa computer dan berbagai macam sumber yang ada di perpustakaan maupun di internet seperti buku, jurnal, artikel serta hasil penelitian yang sejenis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji terkait dengan cara maupun langkah-langkah yang bisa dilakukan dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui upaya studi analisis perbandingan pendidikan. penelitian yang penulis lakukan menghasilkan beberapa langkah-langkah yang perlu untuk dilakukan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Langkah-langkah tersebut diataranya: 1). Studi Perbandingan; 2). Penyusunan Kebijakan; 3). Perbaikan Kurikulum; 4). Pelatihan Guru; 5). Pemantauan dan Evaluasi; 6). Kolaborasi Internasional; 7). Investasi dan Sumber Daya. Melalui penelitian ini diharapkan menjadi sumber reverensi bagi semua kalangan di dunia pendidikan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan.
Metode Card Short Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Supardi Ritonga; Siti Zuraida; Karina Tri Agustina; Siti Mardian Mustika; Jumawan Jumawan
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v2i1.1777

Abstract

Penelitian ini menyoroti salah satu tantangan utama dalam pendidikan di Indonesia, yaitu rendahnya kualitas pendidikan di semua tingkatan. Upaya terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, dengan fokus pada penggunaan strategi pembelajaran khusus. Pentingnya peran sekolah sebagai lembaga formal dan sistematis dalam mengenali potensi siswa dalam aspek moral, spiritual, intelektual, dan sosial diakui dalam konteks pendidikan. Fokus pada siswa sebagai generasi penerus menunjukkan kebutuhan untuk persiapan mereka terhadap masa depan. Kesulitan dalam tugas mendidik anak di zaman sekarang diperparah oleh dampak lingkungan yang memiliki pengaruh signifikan, bahkan melebihi faktor-faktor pendidikan lainnya. Proses pembelajaran dilihat sebagai bentuk komunikasi antara siswa, pendidik, dan lingkungan. Perubahan perilaku siswa, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan, dianggap sebagai hasil dari proses pembelajaran. Prestasi siswa menjadi indikator utama hasil pembelajaran, yang mencerminkan pemahaman mereka terhadap materi pembelajaran. Metode card sort diusulkan sebagai solusi untuk beberapa permasalahan pendidikan di Indonesia. Metode ini bertujuan mendorong kemandirian siswa dan meningkatkan kreativitas mereka melalui pendekatan permainan. Card sort menciptakan lingkungan pembelajaran yang merangsang minat siswa, memungkinkan mereka mengembangkan kemampuan berpikir, mengendalikan emosi, dan membangun hubungan sosial.  Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan teknik analisis deskriptif dan deduktif. Hasilnya menunjukkan bahwa model pembelajaran card sort dapat memberikan kemudahan bagi guru dalam mengelola kelas, meningkatkan antusiasme siswa, dan membangun hubungan sosial di antara mereka. Namun, kekurangannya melibatkan potensi penyimpangan perhatian siswa, kebutuhan perhatian individual, dan waktu persiapan yang cukup lama.