Rizky Sota Dyaksa
Univeritas nahdlatul ulama blitar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kecenderungan Perilaku Narsisme Mahasiswa Terhadap Media Sosial Elza Sri Aprilia; Hengki Hendra Pradana; Rizky Sota Dyaksa
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 1 No. 1 (2023): Volume 1, Nomor 1, Januari 2023
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v1i1.754

Abstract

Selama beberapa tahun terakhir, penggunaan internet telah menjadi rutinitas yang semakin populer di banyak negara di dunia termasuk di Indonesia. Penelitian Conney menunjukkan hasil survey agensi marketing We Are Sicial dan Platform Manajemen Media social Hootsuite mengungkap bahwa lebih dari separuh penduduk di Indonesia telah “melek”, artinya aktif menggunakan media social pada Januari 2021. Namun di sisi lain kehadiran media sosial juga telah membuat ruang privat seseorang melebur dengan ruang publik. Media sosial menjadi salah satu penunjang dari perilaku narsisme. Kebutuhan akan aktualisasi diri saat ini menjadi salah satu aspek penting. Terlebih bagi seorang mahasiswa. Mahasiswa perlu aktualisasi diri yang didukung dengan adanya media sosial untuk berekspresi dan menyalurkan hobi atau bakat yang selama ini dimiliki. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kecenderungan perilaku narsisme mahasiswa terhadap media sosial.
Fenomena Childfree Dalam Tinjauan Maslahah Mursalah (Studi Fenomenologi Terhadap Generasi 5.0) Arinda Roisatun Nisa'; Eka Wati Putri Lestari; Hengki Hendra Pradana; Rizky Sota Dyaksa
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 1 No. 2 (2023): Volume 1 Nomor 2, Juli 2023
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v1i2.1026

Abstract

Childfree merupakan kondisi tidak mempunyai keturunan atau keinginan untuk tidak memiliki anak dalam hubungan pernikahan. Fenomena ini sedang marak diperbincangkan khalayak ramai dengan lontaran pendapat pro-kontranya masing-masing, dimana di Inodnesia sendiri istilah childfree cenderung tabu karena dipandang dari aspek adat budaya, agama, psikologis dan lain sebagainya. Untuk itu tujuan penelitian ini dirancang guna mengetahui pandangan generasi milenial 5.0 terhadap fenomena childfree serta mengkolabrasikan pandangan islam mengenai childfreee berdasarkan teori maslahah mursalah. Riset yang dilakukan menggunakan mix method dengan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan fenomena yang sedang terjadi. Populasi penelitian ini adalah seluruh generasi milenial di wilayah Blitar dengan sampel penelitian terdiri dari 50 responden. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling, data kemudian dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pandangan dan pendapat terkait childfree data menunjukkan sejumlah 61,3% responden menyatakan tidak setuju terhadap fenomena tersebut namun 38,7% responden setuju dengan fenomena tersebut. Namun demikian, sejumlah 93,5% responden tidak ingin menerapkan childfree sedangkan 6,5% responden akan atau telah menerapkan childfree. Perspektif responden dalam menanggapi childfree cukup beragam mulai faktor agama, finansial hingga keinginan pribadi. Penjabarannya dalam perspektif islam sejatinya tidak ada pembahasan secara spesifik mengenai childfree, namun dalam al-Qur’an dan Hadist menganjurkan memiliki keturunan. Secara rinci jika ditinjau melalui konsep dalam maslahah mursalah keputusan atau pemilihin pernikahan tanpa anak childfree hukumnya makruh, tetapi jika jika pilihan tidak memiliki anak dikarenakan ada penyakit atau hal yang membahayakan maka alasan diatas dapat dikatakan memenuhi kategori al-kulliyat al-khams yang menjadi sebab diperbolehkannya keputusan tidak memiliki keturunan.