Nomophobia, atau ketergantungan berlebihan pada smartphone, menjadi isu yang semakin relevan di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tingkat nomophobia pada siswa SMA serta menguji perbedaan berdasarkan jenis kelamin, kelas, dan jumlah smartphone yang dimiliki. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 2286 siswa SMA di Yogyakarta sebagai partisipan. Tingkat nomophobia diukur menggunakan Nomophobia Questionnaire (NMP-Q), dan data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, Independent Samples T-Test, dan One-Way ANOVA Welch. Hasil menunjukkan bahwa tingkat nomophobia siswa berada pada kategori sedang hingga tinggi, tanpa perbedaan signifikan berdasarkan variabel demografi. Temuan ini penting untuk merancang intervensi universal seperti edukasi digital, manajemen waktu, dan promosi keseimbangan penggunaan teknologi bagi remaja. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan yang mendukung penggunaan teknologi secara sehat.