Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of Giving Carrot Juice to Reduce Dysmenorrhea in S1 Nutrition Class 2022 Students at MH Thamrin University Jakarta Year 2024 Monica Bella Putri Utami; Sulistiani Sulistiani
Oshada Vol. 2 No. 1 (2025): Oshada Journal - February
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/favpxk08

Abstract

During menstruation, there are usually several disorders that occur, one of which is Dysmenorrhea. Dysmenorrhea is a condition of pain in the lower abdomen that usually occurs before and after menstruation that occurs continuously. This occurs because of contractions in women during menstruation. For its classification itself, it is divided into 2, namely primary and secondary. Usually this condition causes women who are about to or have finished menstruating to experience discomfort or pain in the lower abdomen and sometimes spread to the waist and even to the thighs, in addition to the disorders experienced also such as stomach cramps and headaches. There are many ways to reduce dysmenorrhea, one of which is by consuming carrot juice. Unbeknownst to many people, it turns out that carrots have many benefits not only for eye health but also to reduce pain during menstruation. This is due to the content of active compounds that are effective in reducing menstrual pain such as magnesium, calcium, and vitamins E and Betacarotene.
Pengaruh Aromaterapi Bitter Orange Terhadap Nyeri Persalinan Pada Fase Aktif Kala 1 Di PMB Bidan Juhaeriah Bogor Tahun 2025 Monica Bella Putri Utami; Siska Nova Fitriani; Novita Rizki Putri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8282

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan nyeri kontraksi uterus dapat menyebabkan aktivasi sistem saraf simpatis, perubahan tekanan darah, detak jantung, pernapasan, dan warna kulit, dan jika tidak segera ditangani dapat meningkatkan perasaan khawatir, tegang, takut, dan mungkin stress. Nyeri persalinan yang parah dapat meningkatkan tekanan mental ibu selama persalinan, menyebabkan kelelahan, mempengaruhi fungsi otot rahim yang tidak normal selama persalinan, dan menyebabkan komplikasi persalinan Banyak metode farmakologis dan non farmakologis yang digunakan untuk mengatasi nyeri selama persalinan, namun metode farmakologis lebih mahal dan dapat menimbulkan efek samping. Sebaliknya metode non farmakologi lebih murah dan efektif, tanpa efek samping berbahaya, serta memungkinkan ibu dapat mengontrol emosi dan kekuatannya sehingga dapat meningkatkan kepuasan dalam proses persalinan. Pengobatan Komplementer dan Alternatif (CAM) analgesik untuk persalinan, termasuk hipnosis, pijat, kompresi hangat, teknik pernapasan, dan aromaterapi, menjadi semakin populer selama dekade terakhir. Aromaterapi merupakan terapi komplementer yang menggunakan komponen cairan yang mudah menguap (disebut juga minyak atsiri dan senyawa aromatik lainnya) yang berasal dari tumbuhan yang dapat mempengaruhi jiwa, emosi, fungsi kognitif, dan kesehatan seseorang. Saat Anda menghirup aromaterapi, molekul aroma dideteksi oleh saraf sensorik pada membran penciuman dan ditransmisikan secara elektrik ke pusat rasa dan sistem limbik (pusat emosi). Hipotalamus terhubung langsung dengan bagian otak lain yang mengatur detak jantung, tingkat stres, tekanan darah, pernapasan, memori, serta melepaskan hormon endorfin yang memiliki kemampuan meredakan nyeri saat melahirkan. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi bitter orange terhadap nyeri persalinan pada fase aktif kala I di PMB Bidan Juhaeriah Bogor tahun 2025, dengan melihat tingkat nyeri sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi serta menganalisis efeknya terhadap penurunan nyeri persalinan. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain one group pretest-posttest, di mana pengukuran tingkat nyeri dilakukan sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi bitter orange pada ibu bersalin fase aktif kala I. Sampel penelitian berjumlah 10 responden yang dipilih secara purposive sampling di PMB Bidan Juhaeriah Bogor. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui pengaruh aromaterapi bitter orange terhadap penurunan nyeri persalinan. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nyeri sebelum pemberian aromaterapi bitter orange sebesar 5,5 dan menurun menjadi 3,7 setelah intervensi. Uji Wilcoxon diperoleh p-value 0,004 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan. Dengan demikian, aromaterapi bitter orange efektif menurunkan nyeri persalinan fase aktif kala I di PMB Bidan Juhaeriah Bogor.