Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENDAMPINGAN DESA DENGAN PROGRAM INOVASI ‘KEDUNG KELUNG’ UNTUK MENCEGAH STUNTING DAN PENYAKIT IMS/HIV-AIDS Chandrayani Simanjorang; Laily Hanifah; Lina Berliana Togatorop; Mugi Rahayu Lestari; Asy Syifa Anwari Zahra; Rana Zahra Raniyah Wangsawinangun
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17091

Abstract

Abstrak: Kesehatan masyarakat berperan penting dalam pembangunan suatu negara. Hal tersebut disebabkan urgensi kesehatan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Masalah tingginya angka kasus stunting dan pengalihan dana program makanan tambahan dapat teratasi dengan program inovasi ‘Kedung Kelung’. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat desa terkait stunting dan penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS)/HIV-AIDS serta meningkatkan kemampuan Ibu dalam kreasi menu ‘Kedung Kelung’ untuk mencegah stunting. Metode yang digunakan adalah ceramah kepada remaja, ibu hamil, dan orang dewasa dengan topik utama, yaitu pencegahan stunting dan infeksi menular seksual (IMS) serta pemenuhan gizi seimbang dengan melaksanakan demonstrasi inovasi menu ‘Kedung Kelung’. Mitra dari kegiatan ini adalah Desa Parungseah dan NGO lokal Trradika dengan jumlah peserta 25 orang. Evaluasi dilakukan terhadap persiapan, pelaksanaan, dan hasil peningkatan pengetahuan peserta secara kuantitatif melalui kuesioner. Terdapat peningkatan proporsi peserta yang berpengetahuan cukup antara pre-test (47,1%) dan post-test (52,9%) dengan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 13,12 menjadi 16,53 poin.Abstract: Public health plays an important role in the development of a country. This is due to the urgency of health in efforts to improve the quality of human resources. The problem of the high number of stunting cases and the diversion of additional food program funds can be resolved with the 'Kedung Kelung' innovation program. The purpose of this service is to increase the knowledge of the village community regarding stunting and Sexually Transmitted Infections (STI)/HIV-AIDS and to increase the mother's ability to create the 'Kedung Kelung' menu to prevent stunting. The method used is lectures to adolescents, pregnant women and adults with the main topics, namely the prevention of stunting and sexually transmitted infections (STIs) and fulfillment of balanced nutrition by carrying out demonstrations of the 'Kedung Kelung' menu innovation. The partners for this activity were Parungseah Village and the local NGO Trradika with 25 participants. Evaluation was carried out on the preparation, implementation, and results of increasing the participants' knowledge quantitatively through a questionnaire. There was an increase in the proportion of participants who had sufficient knowledge between the pre-test (47.1%) and post-test (52.9%) with an increase in the average knowledge score from 13.12 to 16.53 points.
EDUKASI TUBERKULOSIS DI TEMPAT KERJA PADA SUATU PERUSAHAAN DISTRIBUSI BESI BAJA DI JAKARTA Theresia Theresia; Maria Maxmila Yoche; Fransiska Ompusunggu; Lina Berliana Togatorop; Gracia Aktri Manihuruk; Laura Sianturi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17429

Abstract

Abstrak: Populasi pekerja merupakan kelompok yang penting untuk mendapatkan perhatian mengingat jumlahnya yang besar di Indonesia. Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi salah satu penyebab menurunnya produktifitas kerja. Hasil observasi singkat di PT Panca Logam Sukses Mandiri didapatkan bahwa usaha kesehatan dan keselamatan kerja masih terbatas dan berpotensi untuk ditingkatkan. Tujuan PKM ini yaitu untuk memberikan edukasi terkait penyakit tuberkulosis di lingkungan kerja dan pemeriksaan kesehatan para karyawan. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan dan melakukan pretest dan posttest untuk mengukur capaian peningkatan pengetahuan peserta. Edukasi tentang tuberculosis diikuti oleh 42 orang dan 31 orang diberikan soal pretest dan posttest. Hasil PKM ini didapatkan peningkatan pengetahuan dari peningkatan hasil rerata pretest 55,91 menjadi 85,39 pada hasil posttest. Persepsi bahwa tuberkulosis merupakan penyakit keturunan dinyatakan oleh 7 karyawan (22.58%); menderita tuberkulosis dan berakibat pada pemutusan hubungan kerja dinyatakan oleh 7 karyawan (22.58%); menderita tuberkulosis dan berakibat pemutusan hubungan kerja dinyatakan oleh 7 karyawan (22.58%). Jumlah karyawan yang memiliki empat gejala tuberkulosis yaitu satu orang dan persepsi terkait perasaan malu bila terkena yaitu 4 orang. Pengetahuan terkait tuberkulosis juga masih dapat ditindaklanjuti pada penekanan pemahaman yang tepat. Hasil dapat ditindaklanjuti dalam edukasi TB ini, melakukan rujukan untuk dilakukan pemeriksaan pada kedua karyawan tersebut.Abstract: Working population in Indonesia is an important group to receive attention considering its large quantity. Tuberculosis as infectious disease is one cause of decreasing working productivity The results of brief observations at PT Panca Logam Sukses Mandiri show that occupational health and safety efforts are still limited and have the potential to be improved. The aim of this community services is to provide education regarding tuberculosis in the work place setting and health check up for employees. The method used is health education and conducting pre- and post-tests to measure the achievement of increasing participants' knowledge. The results of this PKM obtained an increase in knowledge from an increase in the average pretest result from 55.91 to 85.39 in the post-test results. The perception that tuberculosis is a hereditary disease expressed by 7 employees (22.58%); suffering from tuberculosis and resulting in termination of employment stated by 7 employees (22.58%); suffering from tuberculosis and resulting in termination of employment stated by 7 employees (22.58%). The number of employees who have four symptoms of tuberculosis is one person and the perception related to feelings of shame if exposed was 4 people. Knowledge related to tuberculosis can also still be followed up by emphasizing proper understanding. Things that can also be done as a follow-up in TB education include making referrals.
OPTIMALISASI KEMAMPUAN MANAJEMEN STRESS KERJA KARYAWAN MELALUI EDUKASI DAN LATIHAN Dwi Suratmini; Susianna Jansen; Rycco Darmareja; Lina Berliana Togatorop; Kiki Rezki Faradillah; Andy Sirada
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19870

Abstract

Abstrak: Stress pada pekerja terus meningkat seiring tingginya tuntutan kerja dan kurangnya dukungan. Stress kerja tidak hanya merugikan para pekerja namun juga pemberi kerja. Tujuan kegiatan edukasi dan latihan manajemen stress ini untuk meningkatkan pengetahuan dan cara memanajemen stress pada karyawan sehingga meningkatkan produktivitas kerja. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di kantor PT Cakra Manggilingan Jaya kepada 32 karyawan dengan metode edukasi dan latihan manajemen stress. Evaluasi dilakukan berdasarkan pertanyaan terkait pengetahuan dan tingkat stress pekerja sebelum dan sesudah edukasi. Hasilnya didapatkan adanya peningkatan pengetahuan pekerja terhadap kesehatan mental di lingkungan kerja sebesar 10,1% dan penurunan tingkat stress pekerja sebesar 3,9%.Abstract: Stress among workes continues to increase due to high works demands and lack of support. Works stress not only harms workers but also employers. The aim of this education and stress management exercises is to increase knowledge and ways of managing stress in employess so as to increase work productivity. The Community Service Activity held at PT Cakra Manggilingan Jaya for 32 employees using educational methods and stress management training. The evaluation is carried out based on questions related to worker’s knowledege and stress levels before and after education. The results showed an increase in workers knowledge of mental health in the work environment by 10,1% and a decrease in workers stress levels by 3,9%.
HUBUNGAN SELF COMPASSION DENGAN PATUH MINUM OBA PADA PENDERITA HIPERTENSI Leoma Janice Saragih; Lina Berliana Togatorop
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol. 13 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v13i1.10008

Abstract

Hypertension is a chronic condition that requires consistent medication adherence to prevent serious complications. However, many hypertension sufferers experience difficulty taking medication regularly as advised. Although medication adherence is critical in hypertension, little is known about the role of self-compassion. This study aims to analyze the relationship between self-compassion and medication adherence in hypertension patients undergoing treatment at a Health Center in Jakarta. A quantitative, cross-sectional design was employed, and data were analyzed using the chi-square test. A total of 100 respondents were selected through purposive sampling. The instruments used were the Self-Compassion Scale (SCS) and the Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). The results showed a significant relationship between self-compassion and medication adherence in hypertension patients (p-value < 0.001). Although 61% of participants demonstrated high self-compassion, only 39.3% reported high medication adherence. These findings suggest the importance of incorporating psychological components, such as self-compassion, into educational and behavioral interventions to improve treatment adherence and reduce the risk of hypertension-related complications.
INTEGRASI APLIKASI DAN EDUKASI GIZI SEBAGAI UPAYA PERCEPATAN ANAK HEBAT INDONESIA KUAT Sintha Fransiske Simanungkalit; A'immatul Fauziyah; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Chandrayani Simanjorang; Lina Berliana Togatorop
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 2 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i2.3543

Abstract

Permasalahan gizi pada anak masih menjadi tantangan utama dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif. Kurangnya pengetahuan gizi serta rendahnya keterlibatan keluarga dalam pemantauan status gizi anak menjadi faktor yang memperlambat perbaikan kualitas gizi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi gizi remaja dan mempercepat perubahan perilaku melalui integrasi aplikasi digital gizi dan edukasi interaktif, sebagai langkah nyata menuju terwujudnya Anak Hebat Indonesia Kuat. Kegiatan dilakukan di salah satu sekolah SMP negeri yang telah mendapatkan program Makan Bergizi Gratis melalui pendekatan partisipatif berbasis teknologi. Tim pelaksana mengembangkan dan memperkenalkan aplikasi gizi sederhana untuk pemantauan berat badan, tinggi badan, dan pengetahuan gizi. Edukasi diberikan melalui penyuluhan, simulasi penggunaan aplikasi, dan sesi diskusi kelompok. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan melalui kuesioner pengetahuan, pengukuran berat badan dan tinggi badan. Kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan gizi (naik menjadi 93,9%). Sebagian besar peserta merasa aplikasi mempermudah pemahaman dan pemantauan status gizi remaja. Integrasi antara aplikasi digital dan edukasi gizi terbukti efektif dalam meningkatkan literasi gizi keluarga serta kesadaran akan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak. Pendekatan ini dapat menjadi model inovatif dalam upaya percepatan pembangunan gizi menuju generasi Anak Hebat Indonesia Kuat.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting di Kota Sukabumi Chandrayani Simanjorang; Laily Hanifah; Lina Berliana Togatorop; Mugi Rahayu Lestari; Asy Syifa Anwari Zahra; Rana Zahra Raniyah Wangsawinangun
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i3.12897

Abstract

ABSTRACT Stunting in Indonesia is a chronic problem. This is due to the nutritional intake given, in a long time, not in accordance with the needs. This research aims to determine the factors related to the incidence of stunting in Sukabumi City in 2023. This research is a quantitative study using a cross-sectional approach. Held in July 2023 in Sukabumi. The population of this study were all mothers with toddlers in Sukabumi, with a total sample of 237 people using cluster random sampling technique. The research data were analyzed using univariate, bivariate, and multivariate analysis. Univariate analysis included descriptive and frequency analysis, bivariate analysis used the chi-square test, and multivariate analysis used multiple logistic regression tests. The results of the final model of the multiple logistic regression test showed that two variables were significantly related to the incidence of stunting, namely Exclusive Breastfeeding with a p-value of 0.004 (aPOR: 0.35; 95% CI: 0.169—0.716), and History of Infectious Diseases with a p-value of 0.000 (aPOR: 4.34; 95% CI: 2.379—7.901). Based on the research results, it can be concluded that the factors related to the incidence of stunting in Sukabumi are exclusive breastfeeding and a history of infectious diseases. Exclusive breastfeeding is a protective factor for stunting in toddlers, while a history of infectious disease is a risk factor for stunting in toddlers. Keywords: Stunting, Risk Factors, Toddler  ABSTRAK Stunting di Indonesia merupakan permasalahan kronis. Hal ini diakibatkan asupan gizi yang diberikan, dalam waktu yang panjang, tidak sesuai dengan kebutuhan.  Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting di Kota Sukabumi Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan potong lintang. Dilaksanakan pada bulan Juli 2023 di Sukabumi. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita di Sukabumi, dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 237 orang dengan teknik cluster random sampling. Data penelitian ini dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Analisis univariat meliputi analisis deskriptif dan frekuensi, analisis bivariat menggunakan uji chi-square, dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil model akhir dari uji regresi logistik berganda menunjukkan dua variabel yang berhubungan signifikan dengan kejadian stunting, yaitu ASI Eksklusif dengan p-value sebesar 0,004 (aPOR: 0,35; 95% CI: 0,169—0,716), dan riwayat penyakit infeksi dengan p-value sebesar 0,000 (aPOR: 4,34; 95% CI: 2,379—7,901). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting di Sukabumi adalah ASI Eksklusif dan riwayat penyakit infeksi. ASI Eksklusif menjadi faktor protektif terjadinya stunting pada balita, sedangkan riwayat penyakit infeksi menjadi faktor risiko terjadinya stunting pada balita. Kata Kunci: Stunting, Faktor Risiko, Balita