Udin Rosidin
Fakultas Keperawatan Unpad Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Dialectical Behavior Therapy (DBT) Pada Pasien Dengan Risiko Bunuh Diri Literature Review Iceu Amira; Hendrawati Hendrawati; Indra Maulana; Udin Rosidin
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i8.14904

Abstract

ABSTRACT The risk of suicide is a situation where someone intentionally harms themselves with the aim of ending their life. To reduce this behavior, it is necessary to carry out prevention, namely by implementing Dialectical Behavior Therapy or DBT. This is a psychotherapeutic intervention that helps clients regulate their negative emotions, accept themselves now, and change negative behavior or habits that clients are currently carrying out into more positive behavior. This study aims to determine the effect of Dialectical Behavior Therapy (DBT) on the risk of suicide. The research method used was a literature review with the PICO approach (Population: adolescents at risk of suicide, Intervention: dialectical behavior therapy, Comparison: -, and Outcome: level of suicidal behavior). Articles were searched using Google Scholar, PubMed, and Scopus, and after selection using inclusion and exclusion criteria, 10 articles were reviewed. Show that DBT can be used as an intervention to treat patients at high risk of suicide. Based on the journals that have been reviewed, it shows that the Dialectical Behavior Therapy (DBT) intervention provides an overview of proven effectiveness in preventing the risk of suicidal behavior. Keywords: Dialectical Behavior Therapy, Suicide Risk, Violent Behavior  ABSTRAK Resiko bunuh diri merupakan keadaan dimana seseorang dengan sengaja melukai diri sendiri dengan tujuan untuk mengakhiri kehidupan. Untuk mengurangi perilaku tersebut perlu dilakukan suatu pencegahan yaitu dengan menerapkan Dialectical Behavior Therapy atau DBT ini merupakan intervensi psikoteraupetik yang membantu klien dalam mengatur emosi negatifnya, menerima dirinya sekarang, dan mengubah perilaku atau kebiasaan negatif yang dilakukan klien sekarang ke perilaku yang lebih positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Dialectical Behavior Therapy (DBT) terhadap risiko bunuh diri. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan PICO (Population: remaja dengan resiko bunuh diri, Intervention: dialectical behaviour therapy, Comparison: -, dan Outcome: tingkat perilaku bunuh diri). Pencarian artikel menggunakan Google Scholar, PubMed, dan Scopus, dan setelah diseleksi menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan 10 artikel yang  direview. Menunjukkan DBT dapat digunakan sebagai intervensi untuk menangani pasien resiko bunuh diri yang tinggi. Berdasarkan jurnal yang telah direview menunjukkan bahwa intervensi Dialectical Behavior Therapy (DBT) ini memberikan gambaran terbukti efektif dalam pencegahan mengatasi resiko perilaku bunuh diri.  Kata Kunci: Dialectical Behavior Therapy, Resiko Bunuh Diri, Perilaku Kekerasan
Efektivitas Rational Emotive Behaviour Therapy (Rebt) Pada Pasien Gangguan Jiwa Iceu Amira; Indra Maulana; Udin Rosidin
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.19899

Abstract

ABSTRACT A person's violent or aggressive behaviour is an uncontrollable emotion that can harm oneself or others, both physically and psychologically. The actions given can be pharmacotherapy and non-pharmacology. One of the non-pharmacological actions that can be given is: Rational Emotive Behavior Therapy (REBT). REBT provides a person with the opportunity to recognize their feelings so that they can change irrational thoughts into rational ones related to an event they have experienced that influenced their feelings. The purpose of this writing is to find outmore about evidence based The latest research is related to the application of REBT to patients with mental disorders. Evidence based practice uses four databases and one search engine with the development of the PICO method. Through Ebsco, Pubmed, Sciencedirect, Sage, and Google Scholar.  Five articles were found that met the criteria which were then used as writing sources. Conclusion:The results of the review found that REBT can change a person's behaviour from maladaptive to adaptive. Where, REBT can control aggressiveness in a person'sviolent behaviour, reduce impulsivity, increase self-control, and even reduce levels of depression.  It is hopedthat this writing can be a source of reading evidence based practice as a consideration for nursing interventions fornurses in treating patients with mental disorders. It is recommended that further researchers use the effectiveness of REBT therapy for other cases of psychosis. Keywords: Mental disorder, REBT, Violent behaviour  ABSTRAK Perilaku kekerasan atau agresivitas seseorang merupakan emosi yang tidak terkendali yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain baik secara fisik maupun psikologis. Tindakan yang diberikan dapat berupafarmakoterapi dan non-farmakologi. Tindakan non-farmakologi yang dapat diberikan salah satunya adalah Rational Emotive Behavior Therapy (REBT). REBT memberikan kesempatan pada seseorang untuk mengenali perasaannya sehingga dapat merubah pikiran-pikiran yang tidak rasional menjadi rasional terkait suatu kejadian yang pernah dialami yang mempengaruhi perasaan. Tujuan dari penulisan ini, yaitu untuk mengetahui lebih lanjut mengenaievidence based terbaru berkaitan dengan penerapan REBT pada pasien gangguan jiwa. Evidence based practice ini menggunakan empat database dan satu search engine dengan pengembangan metode PICO. Literature review melalui Ebsco, Pubmed, Sciencedirect, Sage, dan Google scholar. didapatkan lima artikel yang sesuai dengan kriteria yang kemudian dijadikan sumber penulisan. Hasil review didapatkan bahwa REBT dapat merubah perilaku seseorang dari maladaptif menjadi adaptif. Dimana, REBT dapat mengendalikan agresivitas pada perilaku kekerasan seseorang, mengurangi impulsivitas, meningkatkan pengendalian diri, bahkan sampai menurunkan tingkat depresi. Penulisan ini diharapkan dapat menjadi sumber becaan evidence based practice sebagai pertimbangan intervensi keperawatan bagi perawat dalam menangani pasien dengan gangguan jiwa. Direkomendasikan untuk peneliti selanjutnya dapat menggunakan efeketifitas terapi REBT untuk kasus psikosa yang lainnya. Kata Kunci: Gangguan Jiwa, Perilaku kekerasan, REBT