Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengolahan kembali sampah plastik kemasan kopi menjadi produk bernilai jual bagi masyarakat desa Srijaya Akhmad Dimyati; Taufik Nur Wahid; Anggraeni Anggraeni; Vivy Strawberry; Andin Audina Dwiutami Rahman; Tri Sugiarti; Gina Dhea Ramadhani; Patrecia Yosefani Brigita Sanches
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25954

Abstract

Abstrak Sampah plastik menjadi salah satu permasalahan yang cukup serius saat ini, khususnya di Indonesia. Indonesia sebagai negara berkembang masih belum dapat memfokuskan diri terhadap pengolahan sampah plastik agar tidak menjadi suatu permasalahan yang menimbulkan banyak akibat. Sampah plastik dapat mengakibatkan dampak yang buruk baik bagi lingkungan dan manusia, oleh karena itu pengolahan terhadap sampah plastik perlu dilakukan dengan tujuan meminimalisir resiko dampak tersebut. Hal ini sebagaimana yang dilakukan pada kegiatan pengabdian yang dilaksanakan di Desa Srijaya, Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang. Tim pengabdian bersama dengan masyarakat mengumpulkan dan mengolah kembali kemasan kopi bekas sebagai salah satu jenis sampah plastik menjadi produk bernilai jual. Sasaran mitra yang dilibatkan pada kegiatan ini ialah ibu-ibu rumah tangga di Desa Srijaya dengan jumlah keterlibatannya yaitu sebanyak 10 orang. Metode pelaksanaan kegiatan ialah melalui sosialisasi pelatihan dan praktek secara langsung dalam membuat olahan kemasan kopi menjadi produk bernilai jual. Dalam kegiatan ini, tim pengabdian bersama dengan masyarakat Desa Srijaya khususnya ibu-ibu rumah tangga berhasil mengumpulkan banyak kemasan kopi bekas yang biasanya dibuang dan dibakar, tetapi kemudian dapat dimanfaatkan dengan dibuat menjadi tas keranjang, tas laptop dan dompet. Barang-barang tersebut merupakan produk bernilai jual yang juga sekaligus dapat menjadi tambahan penghasilan bagi masyarakat apabila dapat diteruskan keberlanjutannya. Kata kunci: sampah plastik; pengabdian; kemasan kopi; produk AbstrackPlastic waste is one of the most serious problems today, especially in Indonesia. Indonesia as a developing country has not been able to focus on processing plastic waste so that it does not become a problem that causes many consequences. Plastic waste can have a bad impact on the environment and humans, therefore plastic waste processing needs to be carried out in order to minimize the risk of these impacts. This is as was done in the community service activities carried out in Srijaya Village, Tirtajaya District, Karawang Regency. The community service team together with the community collected and reprocessed used coffee packaging as one type of plastic waste into products that have a selling value. The target partners involved in this activity were housewives in Srijaya Village with a total of 10 people involved. The method of implementing the activity was through socialization, training and direct practice in making processed coffee packaging into products that have a selling value. In this activity, the community service team together with the Srijaya Village community, especially housewives, managed to collect a lot of used coffee packaging that is usually thrown away and burned, but can then be used by making it into basket bags, laptop bags and wallets. These items are products that have sales value and can be an additional source of income for the community if they can continue to be developed. Keywords: plastic waste; community service; coffee packaging; products
Ekspansi Pasar Mixue Ice Cream & Tea melalui Sistem Franchise dalam Memperkuat Supply Chain Anggraeni Anggraeni; Nelly Martini
Journal of Economic, Management, Accounting and Technology (JEMATech) Vol 9 No 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jematech.v9i1.7819

Abstract

Mixue Ice Cream & Tea merupakan perusahaan berasal dari Tingkok. Di negara asalnya lebih dikenal dengan nama Mixue Bingchen atau XBMC. Pada tahun 2018 Mixue mulai memperluas jangkauannya di Asia Tenggara seperti di Filipina, Malaysia, Singapura, Vietnam dan Indonesia. Penelitian ini akan menganalisis Ekspansi Pasar Mixue Ice Cream & Tea melalui Sistem Franchise dalam Memperkuat Supply Chain. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (literature study) dimana peniliti melakukan pengumpulan, mempelajari dan mencatat, serta menganalisis beberapa artikel dari penelitian terdahulu dan referensi lainnya tentang Bisnis model franchise dan supply chain management. Data yang digunakan berupa data sekunder yaitu hasil penelitian terdahulu atau penelitian dari artikel, dokumen, sumber pustaka atau sumber-sumber studi literatur yang mendukung penelitian ini. Dari hasil penelitian ini, Mixue yang orang kira sebagai perusahaan ice cream, tetapi kenyataanya merupakan perusahaan Supply Chain. Dimana pada laporan keuangan Mixue periode Januari – maret 2022 sebagian besar pendapatan berasal dari penjualan bahan baku dan kemasan kepada Mitra. Dengan model bisnis franchise, melalui konsep murah dan berkualitas, Mixue dapat menjangkau konsumen ke seluruh dunia secara cepat. Dengan target pasar negara-negara Tier 3, Negara Tier 4 dan Mass Market dengan pendapatan rata-rata menengah sampai ke bawah. Sehingga, pada tahun 2023 Mixue memiliki gerai 21.585 diseluruh dunia.