Articles
Pengembangan Model Permainan Atletik Anak Dalam Pembelajaran Gerak Dasar Lari Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus (Tunarungu) Di SLB Negeri Kabupaten Karawang
Dimyati, Akhmad
Journal Sport Area Vol 2 No 2 (2017): Desember
Publisher : UIR Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25299/sportarea.2017.vol2(2).1031
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk permainan atletik nomor lari melalui permainan Atletik Anak untuk siswa SLB. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Adapun prosedur pengembangan produk meliputi analisis produk yang akan diciptakan, mengembangkan produk awal, validasi ahli dan revisi, uji coba kelompok kecil dan revisi, uji coba kelompok besar dan produk akhir. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diperoleh dari evaluasi ahli, serta menggunakan hasil pengamatan dilapangan yang diperoleh dari siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif persentase. Dari hasil uji ahli diperoleh persentase rata-rata hasil analisis produk sebesar 83,66% dengan kriteria “baik”. Oleh karena itu dapat digunakan. Data hasil pengamatan dan kuisioner siswa pada uji coba skala kecil diperoleh rata- rata dengan persentase 67,96% dengan kriteria “cukup baik”. Data hasil pengamatan dan kuisioner siswa uji coba skala besar diperoleh rata-rata dengan persentase 76,45% dengan kriteria “baik”. Pada uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar terjadi peningkatan hasil pengamatan dan kuisioner siswa dengan persentase 8%. Dari data yang maka dapat disimpulkan bahwa model permainan atletik anak dalam pembelajaran gerak dasar lari ini dapat digunakan bagi siswa berkebutuhan khusus (tunarungu) SLB Negeri Karawang karena dapat diterima siswa dan menghasilkan produk pembelajaran. Berdasarkan data hasil penelitian, diharapkan bagi guru pada Sekolah Dasar Luar Biasa dapat menggunakan model permainan atletik anak yang sehingga dapat meningkatkan kemampuan atletik nomor lari dengan baik. Produk yang dihasilkan dari penelitian ini dapat digunakan sebagai alternative penyampaian materi pembelajaran atletik nomor lari pada siswa Sekolah Dasar Luar Biasa.
PENGGUNA MODEL PEMBELAJARAN TEMAN SEBAYA (PEER TEACHING) DALAM TEKNIK DRIBBLE PEMAINAN BOLA BASKET
iqbal, rahmat -;
Julianti, Rekha Ratri;
Dimyati, Akhmad -
Jurnal Porkes Vol 2, No 2 (2019): Porkes
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (384.196 KB)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran teman sebaya (peer teaching) dalam teknik dribble permainan bola basket pada siswa kelas XI SMAN 1 Telagasari dan untuk mengetahui hasil penggunaan model pembelajaran teman sebaya (peer teaching) dalam teknik dribble permainan bola basket pada siswa kelas XI SMAN 1 Telagasari. Penelitian ini mnggunakan metode pembelajaran bersama teman sebaya, metode tersebut berfungsi untuk meningkatkan motivasi, minat dan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif., dimana sampel dalam penelitian ini adalah diambil 3 orang siswa kelas XI dan 2 orang guru dengan teknik wawancara sebanyak 5 orang. Variabel pada penelitian ini terdiri dari 2 (dua) variabel yaitu model pembelajaran teman sebaya (peer teaching) (X1) dan variable teknik dribble bola basket (X2). Berdasarkan penelitian maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan hasil yang diperoleh siswa setelah terjadinya proses pembelajaran yang ditunjukkan dengan nilai tes yang diberikan oleh guru setiap selesai memberikan materi pelajaran pada satu pokok bahasan.
Pengembangan Model Latihan Passing Dan Movement Without The Ball Futsal Pada Kegiatan Ekstrakulikuler Sekolah Menengah Atas Berbasis Games Kompetisi
Idris, Fahmi;
Febi Kurniawan;
Akhmad Dimyati
Journal Coaching Education Sports Vol. 1 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31599/jces.v1i2.330
This research describes the development of a passing & movement without the ball training model in futsal games. In this study, researchers collaborated with 3 (three) experts in the field of futsal. Through validation tests conducted using expert justification tests, this study resulted in 15 (fifteen) item models of passing and movement without the ball training in futsal games. The purpose of this study is to be used as reference material for coaches in providing futsal training models. This research was conducted at SMA Negri 1 Telukjambe by taking participants who took part in futsal extracurricular activities. To answer the formulation of research problems that had been formulated, the writing used a descriptive qualitative approach with the research and development (R&D) method. The subjects in this study were 23 (twenty three) members of the extracurricular participants in two high schools.
Minat Belajar Siswa Dalam Mempraktekkan Pembelajaran Penjas di Rumah Pada Masa Covid-19
Nugraha, Bella;
Dimyati, Akhmad;
Gustiawati, Resti
Journal Coaching Education Sports Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31599/jces.v2i1.446
Tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk mengetahui minat belajar siswa dalam mempraktekan pembelajaran penjas di rumah di Masa Pandemic Covid-19 Kelas X di SMAN 1 PASAWAHAN. Untuk menjawab rumusan masalah penelitian yang telah dirumuskan, penulis menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 PASAWAHAN dengan mengambil seluruh kelas X yang berjumlah 5 kelas. Namun, yang menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu 40 orang siswa dari 5 kelas tersebut, yang masing-masing kelasnya diambil secara acak perkelas 8 0rang. Instrument yang digunakan adalah angket. Teknik analisis yang digunakan adalah menuangkan frekuensi ke dalam bentuk presentase. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Minat belajar siswa dalam mempraktekan pembelajaran penjas di rumah pada masa covid-19 SMAN 1 PASAWAHAN adalah tinggi dengan pertimbangan frekuensi terbanyak berada pada katagori tinggi dengan 13 siswa atau 32,5%. Minat belajar siswa dalam mempraktekan pembelajaran penjas di rumah pada masa covid-19 siswa SMAN 1 PASAWAHAN yang berkatagori sangat tinggi 4 siswa atau 10%, tinggi 13 siswa atau 32,5%, sedang 12 siswa atau 30%, rendah 8 siswa atau 20%, sangat rendah 3 atau 7,5%.
TINGKAT KEJENUHAN GURU DALAM MENGAJAR PENDIDIKAN JASMANI PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SMP LUAR BIASA DI KABUPATEN KARAWANG
AKHMAD DIMYATI
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Penjas
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (326.113 KB)
Pendidikan merupakan kebutuhan dasar setiap manusia untuk menjamin keberlangsungan hidupnya agar lebih bermanfaat. Karena itu Negara memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan pendidikan yang bemutu kepada setiap warganegaranya tanpa terkecuali termasuk mereka yang memiliki perbedaan dalam kemampuan (difabel) seperti yang tertuang pada UUD 1945 pasal 3 (1). Peraturan pemerintah no 19 tahun 2005 tentang standar Nasional Pendidikan, menjelaskan bahwa pendidik pada satuan pendidikan TKLB/SDLB/SMPLB/SMALB harus memiliki akademik. Dan untuk mencapai kemampuan anak berkebutuhan khusus dibutuhkan guru yang mempunyai kemampuan kreadibilitas kerja yang baik. Yang mana guru merupakan seorang motivator, fasilitator dan evaluator menjadi guru SLB.Pendidikan luar biasa merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan tinggi dalam mengikuti proses pembelajaran karena selain fisik, emosional, mental sosial, tetapi memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Dan tujuan pendidikan jasmani adaptif adalah untuk membantu siswa melindungi diri sendiri dari kondisi apapun.Sewaktu ketika guru bersemangat menekuni sesuatu muncul rasa malas dan jenuh. Inilah masa ketika ketekunan kita dititik jenuh. Setelah beberapa lama masa jenuh ini berjalan, Dan permasalahan yang diungkap dalam penelitian ini adalah : “Seberapa Tingkat Kejenuhan Guru Dalam Mengajar Pendidikan Jasmani Pada Anak Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Di Kabupaten Karawang.†Dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui “Data Tingkat Kejenuhan Guru Dalam Mengajar Penjas Pada Anak Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Di Kabupaten Karawang.â€Populasi yang diambil dalam penelitian ini guru SMPLB. Sampel yang diambil 3 orang guru dari 3 sekolah di kabupaten karawang. Data yang diambil menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi selanjutnya data dianalisis menggunakan kualitatif deskriptif analitik hasil yang ditunjukan ternyata tingkat kejenuhan guru dalam mengajar penjas di SMPLB adalah rendah karena anak SMPLB sudah mau untuk di arahkan dan usia dan ketantruman mereka sudah mulai berkurang.
Gaya mengajar resiprokal untuk peningkatan teknik grab start
Ruslan Abdul Gani;
M.E. Winarno;
Rizki Aminudin;
Akhmad Dimyati;
Dhika Bayu Mahardika
Jurnal Keolahragaan Vol 8, No 1: April 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (275.186 KB)
|
DOI: 10.21831/jk.v8i1.31167
Teknik grab start merupakan teknik start dalam perlombaan renang. Start merupakan penentu keberhasilan dalam perlombaan renang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya mengajar resiprokal terhadap kemampuan teknik grab start. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimen. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 180 mahasiswa, penarikan sampling dengan purposive samping de-ngan jumlah sampel 30 mahasiswa, dalam penelitian ini ada tes awal (pre-test) terlebih dahulu untuk menge-tahui kemampuan awal, adanya perlakuan (treatment) setelah diberikan perlakuan (treatment) diadakan tes akhir (post-test) untuk mengetahui peningkatan keterampilan teknik grab start. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes keterampilan teknik grab start. Analisis data dengan uji-t menggunakan Paired Sample Test dengan bantuan SPSS versi 20. Hasil dari penelitian ini terdapat pengaruh yang signifikan dengan hasil t-hitung sebesar 9,064 t-tabel 1,699. Guna mendapatkan hasil keterampilan teknik grab start yang benar, maka gaya mengajar resiprokal sebagai solusi dalam belajar teknik grab start. Reciprocal teaching style to improve the grab start techniques Abstract:The grab start technique is an important start technique in swimming competitions. Start is a determinant of success in swimming competitions. This study aims to determine the effect of reciprocal teaching style on the ability to grab start techniques. The method used in this research is pre-experimental research. The population in this study amounted to 180 students, sampling withdrawal with purposive sampling with a sample of 30 students used as sampling in this study, in this study there are initial tests (pre-test) in advance to determine the initial ability, the treatment (treatment) after being given treatment (treatment) held a final test (post test) to determine the increase in the ability to grab start technique. Data Collection Instruments using the grab start swimming skill test. Data analysis by t-test using paired sample test with the help of SPSS version 20. The results of this study have a significant effect with the results of the t-test of 9.064 t-table of 1.699. In order to get the correct grab start technique skills, reciprocal teaching style as a solution in learning the grab start technique.
TINGKAT KEJENUHAN GURU DALAM MENGAJAR PENDIDIKAN JASMANI PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SMP LUAR BIASA DI KABUPATEN KARAWANG
AKHMAD DIMYATI
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Penjas
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendidikan merupakan kebutuhan dasar setiap manusia untuk menjamin keberlangsungan hidupnya agar lebih bermanfaat. Karena itu Negara memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan pendidikan yang bemutu kepada setiap warganegaranya tanpa terkecuali termasuk mereka yang memiliki perbedaan dalam kemampuan (difabel) seperti yang tertuang pada UUD 1945 pasal 3 (1). Peraturan pemerintah no 19 tahun 2005 tentang standar Nasional Pendidikan, menjelaskan bahwa pendidik pada satuan pendidikan TKLB/SDLB/SMPLB/SMALB harus memiliki akademik. Dan untuk mencapai kemampuan anak berkebutuhan khusus dibutuhkan guru yang mempunyai kemampuan kreadibilitas kerja yang baik. Yang mana guru merupakan seorang motivator, fasilitator dan evaluator menjadi guru SLB.Pendidikan luar biasa merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan tinggi dalam mengikuti proses pembelajaran karena selain fisik, emosional, mental sosial, tetapi memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Dan tujuan pendidikan jasmani adaptif adalah untuk membantu siswa melindungi diri sendiri dari kondisi apapun.Sewaktu ketika guru bersemangat menekuni sesuatu muncul rasa malas dan jenuh. Inilah masa ketika ketekunan kita dititik jenuh. Setelah beberapa lama masa jenuh ini berjalan, Dan permasalahan yang diungkap dalam penelitian ini adalah : “Seberapa Tingkat Kejenuhan Guru Dalam Mengajar Pendidikan Jasmani Pada Anak Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Di Kabupaten Karawang.†Dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui “Data Tingkat Kejenuhan Guru Dalam Mengajar Penjas Pada Anak Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Di Kabupaten Karawang.â€Populasi yang diambil dalam penelitian ini guru SMPLB. Sampel yang diambil 3 orang guru dari 3 sekolah di kabupaten karawang. Data yang diambil menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi selanjutnya data dianalisis menggunakan kualitatif deskriptif analitik hasil yang ditunjukan ternyata tingkat kejenuhan guru dalam mengajar penjas di SMPLB adalah rendah karena anak SMPLB sudah mau untuk di arahkan dan usia dan ketantruman mereka sudah mulai berkurang.
Pengembangan Model Permainan Atletik Anak Dalam Pembelajaran Gerak Dasar Lari Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus (Tunarungu) Di SLB Negeri Kabupaten Karawang
Akhmad Dimyati
Journal Sport Area Vol 2 No 2 (2017): December
Publisher : UIR Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (173.187 KB)
|
DOI: 10.25299/sportarea.2017.vol2(2).1031
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk permainan atletik nomor lari melalui permainan Atletik Anak untuk siswa SLB. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Adapun prosedur pengembangan produk meliputi analisis produk yang akan diciptakan, mengembangkan produk awal, validasi ahli dan revisi, uji coba kelompok kecil dan revisi, uji coba kelompok besar dan produk akhir. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diperoleh dari evaluasi ahli, serta menggunakan hasil pengamatan dilapangan yang diperoleh dari siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif persentase. Dari hasil uji ahli diperoleh persentase rata-rata hasil analisis produk sebesar 83,66% dengan kriteria “baik”. Oleh karena itu dapat digunakan. Data hasil pengamatan dan kuisioner siswa pada uji coba skala kecil diperoleh rata- rata dengan persentase 67,96% dengan kriteria “cukup baik”. Data hasil pengamatan dan kuisioner siswa uji coba skala besar diperoleh rata-rata dengan persentase 76,45% dengan kriteria “baik”. Pada uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar terjadi peningkatan hasil pengamatan dan kuisioner siswa dengan persentase 8%. Dari data yang maka dapat disimpulkan bahwa model permainan atletik anak dalam pembelajaran gerak dasar lari ini dapat digunakan bagi siswa berkebutuhan khusus (tunarungu) SLB Negeri Karawang karena dapat diterima siswa dan menghasilkan produk pembelajaran. Berdasarkan data hasil penelitian, diharapkan bagi guru pada Sekolah Dasar Luar Biasa dapat menggunakan model permainan atletik anak yang sehingga dapat meningkatkan kemampuan atletik nomor lari dengan baik. Produk yang dihasilkan dari penelitian ini dapat digunakan sebagai alternative penyampaian materi pembelajaran atletik nomor lari pada siswa Sekolah Dasar Luar Biasa.
Analisis keterhubungan daya ledak otot lengan dengan keterampilan menembak bola tangan
Firdaus Hendry Prabowo Yudho;
Lukmanul Limudin;
Mela Aryani;
Akhmad Dimyati;
Rekha Ratri Julianti;
Rahmat Iqbal
Multilateral : Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 21, No 1 (2022): February
Publisher : Lambung Mangkurat University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/multilateral.v21i1.12548
Tujuan dari penelitian yang dilaksanakan adalah untuk menyelidiki hubungan daya ledak dari otot lengan terhadap kemampuan keterampilan menembak dalam aktivitas bermain bola tangan. Penelitian dilaksanakan pada kegiatan olahraga bola tangan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dengan sampel sebanyak 20 orang. Data daya ledak otot lengan didapatkan dari hasil tes Seated Medicine Ball Throw dan data kemampuan keterampilan menembak didapatkan dari hasil tes akurasi melempar bola tangan ke arah sasaran tes. Studi korelasi yang dilaksanakan dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menghitung hasil statistik deskriptif dan inferensial korelasional serta regresi linear dari variabel daya ledak otot lengan dan kemampuan keterampilan menembak para sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara daya ledak otot-otot lengan dengan keterampilan menembak pada pemain bola tangan dengan hasil nilai yang terjadi relatif signifikan antara daya ledak otot-otot lengan dengan keterampilan menembak.
IDENTIFIKASI CEDERA DAN PENANGANAN CEDERA SAAT PEMBELAJARAN PENJASORKES DI SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN TELAGASARI
Akhmad Dimyati
Jurnal Speed (Sport, Physical Education, Empowerment) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (394.975 KB)
|
DOI: 10.35706/speed.v1i1.1263
Potensi terjadinya cedera saat proses pembelajaran penjasorkes juga dapat berasal dari lingkungan dan alat yang digunakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar potensi cedera saat pembelajaran Penjas dan mengetahui seberapa besar tingkat pengetahuan guru penjas di Kecamatan Telagasari Kabupaten Karawang tentang penanganan cedera. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode survey, penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa jenis cedera yang sering terjadi saat proses pembelajaran penjas di Kecamatan Telagasari adalah cedera ringan sebanyak 60,58%; 21,17% untuk cedera sedang, dan 18,24% untuk cedera berat.Kemudian hasil dari analisis pengetahuan guru tentang penanganan cedera termasuk dalam kategori baik sekali yaitu sebanyak 4 orang responden (10%) yang memiliki kategori baik sebanyak 20 orang responden (50%), 15 orang (37,50%) masuk dalam kategori cukup, dan 1 orang (2,50%) berada dalam kategori kurang. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengetahuan guru penjas di Kecamatan Telagasari tentang prosedur penanganan cedera adalah baik, yaitu sebesar 50%.