Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH VARIASI KOMPOSISI CAMPURAN ARANG CANGKANG KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DAN ARANG ALABAN (Vitex pubescens) TERHADAP KUALITAS BRIKET ARANG firdaus kurniawan; Rosidah Radam; Adi Rahmadi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i3.9384

Abstract

ABSTRACT. Limitations in obtaining energy is one of the problems that occur throughout the world, including in Indonesia. One alternative that can be used to overcome the scarcity of raw materials is to use energy from biomass. The purpose of this study was to determine the effect of a mixture of alaban charcoal powder (Vitex pubescens) and palm shell charcoal (Elaeis guineensis Jacq ) on the quality of charcoal briquettes. The research will be conducted using a completely randomized design (CRD). The conclusion obtained from the results of this study, the results obtained from the test that the density in all treatments with an average value ranging from 1.1676-1.5392 g/cm3 meets the briquette standard in Indonesia (SNI 01-6235-2000) , namely ≥ 0.44 g/cm3, the water content in all treatments with an average value ranging from 3.4433-6.3433% complies with the briquette standard in Indonesia (SNI 01-6235-2000), namely ≤8% , the ash content in all treatments with an average value ranging from 0.5400-6.7500% complied with the standards of briquettes in Indonesia (SNI 01-6235-2000), namely ≤8%, volatile matter in all treatments with an average value -average ranges from 18.4967-25.9733%, only close to standard briquettes in Indonesia (SNI 01-6235-2000), namely <15%, carbon is bonded to all treatments with average values ranging from 67.7700-74.9600 % is only close to the standard of briquettes. Keywords: Activated charcoal briquettes; Biomass Energy; Palm waste; alaban charcoal;ABSTRAK. Keterbatasan dalam memperoleh suatu energi merupakan salah satu permasalahan yang terjadi di seluruh dunia tidak terkecuali di Negara Indonesia. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi kelangkaan bahan baku adalah dengan menggunakan energi dari biomassa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi campuran serbuk arang alaban (Vitex pubescens) dan arang tempurung kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq ) terhadap kualitas briket arang. Penelitian yang akan dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini, Hasil yang diperoleh dari pengujian bahwa kerapatan pada semua perlakuan dengan nilai rata-rata yang berkisar antara 1,1676-1,5392 g/cm3 telah memenuhi standar briket di Indonesia (SNI 01-6235-2000), yaitu ≥ 0,44 g/cm3, kadar air pada semua perlakuan dengan nilai rata-rata yang berkisar antara 3,4433-6,3433%telah memenuhi standar briket di Indonesia (SNI 01-6235-2000), yaitu ≤8%, kadar abu pada semua perlakuan dengan nilai rata-rata yang berkisar antara 0,5400-6,7500%  telah memenuhi standar briket di Indonesia (SNI 01-6235-2000), yaitu ≤8%, zat terbang pada semua perlakuan dengan nilai rata-rata berkisar antara 18,4967-25,9733% hanya mendekati standar briket di Indonesia (SNI 01-6235-2000), yaitu <15%, karbon terikat semua perlakuan dengan nilai rata-rata berkisar antara 67,7700-74,9600% hanya mendekati standar briket di Indonesia (SNI 01-6235-2000), yaitu  (≥77%), dan nilai kalor pada semua perlakuan dengan nilai rata-rata berkisar antara 5289,5133-6616,2267 telah memenuhi standar briket di Indonesia (SNI 01-6235-2000), yaitu (≥5000). 
KARAKTERISTIK BIOPELET DARI CAMPURAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT ( Elaeis guineensis ) DAN KAYU KALIANDRA( Calliandra calothyrsus ) Sigit Wahyu Saputra; Violet Violet; Rosidah Radam
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 2 Edisi APRIL 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i2.18947

Abstract

Limbah industri kelapa sawit berupa tandan kosong kelapa sawit sangat melimpah di Indonesia. Tandan kosong kelapa sawit dapat dimanfaatkan untuk aneka kebutuhan, mulai dari bahan baku kertas hingga berpotensi sebagai energi terbarukan yang menjanjikan karena ketersediaannya melimpah dan dapat dikonversi menjadi berbagai bentuk bahan bakar seperti arang briket atau biopelet untuk menggantikan bahan bakar gas rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik biopelet yang terbuat dari limbah tandan kosong kelapa sawit dan serbuk kayu kaliandra meliputi kadar air, kerapatan, kadar abu, zat terbang, karbon terikat, nilai kalor dan mengetahui komposisi kualitas biopelet mana yang terbaik sesuai dengan standar yang berlaku. metode yang digunakan meliputi pengumpulan bahan baku, pembuatan sampel uji, pengujian karakteristik. Hasil penelitian. hasil penelitian yang terbuat dari komposisi A (Serbuk tandan kosong kelapa sawit 100%) B (Serbuk tandan kosong kelapa sawit 75 % + serbuk kaliandra 25%) C (Serbuk tandan kosong kelapa sawit 50 % + serbuk kayu kaliandra 50 %) D (Serbuk tandan kosong kelapa sawit 25 % + serbuk kayu kaliandra 75 %) E (Serbuk kaliandra 100%) berturut-turut nilai kadar air (10%, 9,67%, 10,33%, 8,33%, 8,33%) nilai kearapatan (0,5179g/cm3, 0,5618 g/cm3, 0,633 g/cm3, 0,7251 g/cm3, 0,7224 g/cm3), kadar abu (1%, 7%, 10,33%, 18,67%, 26%) zat terbang ( 1%, 12%, 20,67%, 27,33%, 23%), karbon (88%, 71,33%, 58,67%, 45,33%, 42,67%), kalor (3904,24 kal/g, 3703,37 kal/g, 4252,33 kal/g, 3654,83 kal/g, 3700,10 kal/g).
PEMBUATAN PULP DAN KERTAS DARI ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) Valen Febiola; Wiwin Tyas Istikowati; Rosidah Radam
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i1.18405

Abstract

Pembuatan pulp dan Kertas dari Eceng Gondok (Eichhornia crassipes), Kertas bahan yang tipis dan rata, yang dihasilkan oleh kompresi serat yang berasal dari pulp, pemanfaatan tumbuhan non kayu untuk dijadikan bahan baku pembuatan pulp seperti tumbuhan eceng gondok. Tujuan penelitian ini Untuk menganalisis gramatur dan konsentrasi bahan pemasak terhadap karakteristik  kertas berbahan dasar eceng gondok, dan Untuk menentukan konsentrasi dan penambahan kaolin yang paling optimal pada pembuatan pulp kertas berbahan baku eceng gondok. Metode yang digunakan metode pulping, Proses pulping adalah proses pemisahan serat dari bahan baku yang mengandung serat dengan cara mekanis, kimia atau gabungan dari keduanya. Hasil penelitian ini Gramatur yang digunakan ada 3 yaitu gramatur 70,80,90 serta penambahan Natrium Hidroksida sebanyak 10%. Penambahan kaolin yang optimal yaitu pada uji jebol dengan gramatur 90 penambahan kaolin 1% nilai tertinggi yaitu 2,30 g/m2 dan pada uji sobek pada gramatur 90 penambahan kaolin 3% nilai tertinggi yaitu 10,06 g/m2. Penambahan kaolin yang paling optimal hanya berpengaruh pada uji jebol dan uji sobek, tidak berpengaruh pada uji tarik karena nilai tertinggi pada uji tarik terdapat pada gramatur 70 tanpa penambahan kaolin dengan nilai tertinggi 20,20 g/m2.