Avitourism has now become the most ideal alternative for local community-based bird conservation to be developed. The aim of this research is to analyze the potential of birds as objects for birdwatching in the forest of Masihulan Village, the data collection method uses the point count method. Stillulan Village Kematan Seram Utara has quite a lot of bird species and some of them are protected by the Indonesian state, so it has the potential for developing bird watching tourism. The total number of bird species that can be found in Stillulan Village is 32 bird species from 18 families. The type of bird that dominates is the Maluku Parrot with the highest number of individuals, namely 80 individuals. The bird community on route 1 has a diversity index (H') = 2.82, an evenness index value (E) = 0.86. On line 2 with a total of 24 birds, it has a diversity index (H') = 2.90, an evenness index value (E) = 0.91. And on line 3 with a total of 24 birds, it has a diversity index (H') = 2.81, an evenness index value (E) = 0.89Avitourism saat ini telah menjadi alternatif konservasi burung berbasis masyarakat local yang paling ideal untuk dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis potensi satwa burung sebagai objek birdAwatching di hutan Desa Masihulan, metode pengumpulan data menggunakan metode point count. Desa Masihulan Kematan Seram Utara memiliki jenis burung yang cukup banyak dan beberapa di antaranya termasuk dilindungi oleh negara Indonesia, sehingga berpotensi untuk pengembangan wisata bird watching. Total jenis burung yang dapat ditemukan di Desa Masihulan ada 32 jenis burung dari 18 famili. Jenis burung yang mendominasi adalah burung Nuri Maluku dengan jumlah individu paling banyak yaitu 80 individu.Komunitas burung pada jalur 1 memiliki indeks keanekaragaman (H’) = 2,82, nilai indeks kemerataan (E) = 0,86. Pada jalur 2 dengan jumlah burung sebanyak 24, memiliki indeks keanekaragaman (H’) = 2,90, nilai indeks kemerataan (E) = 0,91. Dan pada jalur 3 dengan jumlah burung sebanyak 24, memiliki indeks keanekargaman (H’) = 2,81, nilai indeks kemerataan (E)= 0,89.