The prevalence of student disciplinary infractions in vocational schools necessitates a structured rule-enforcement mechanism utilizing adaptive regulations. This study aims to describe the implementation of school regulations in fostering student discipline at SMKN 1 Cilegon, the resulting outcomes, and the supporting and inhibiting factors. A qualitative case study method was employed, gathering data through observation, in-depth interviews with eight informants (vice-principal, guidance counselor, school discipline coordinator, and students), and document analysis. The findings indicate that the regulations were implemented through the School Environment Introduction Period (MPLS) orientation, morning assemblies, the cultivation of school culture (ROJALI and the DIGITAL slogan), the digitization of regulations via barcodes, and a system of supervision and educational sanctions. This implementation successfully improved punctuality, personal neatness, and adherence to school rules. The study concludes that digitizing regulations, when coupled with teachers setting a good example, is effective in sustainably shaping a disciplined character. ABSTRAK Maraknya pelanggaran disiplin peserta didik di sekolah kejuruan menuntut adanya mekanisme penegakan aturan yang terstruktur melalui media tata tertib yang adaptif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi tata tertib sekolah dalam penanaman karakter disiplin peserta didik di SMKN 1 Kota Cilegon, hasil pencapaiannya, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Metode kualitatif studi kasus digunakan dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 8 informan (wakil kepala sekolah, guru Bimbingan Konseling, Pembina Penegak Disiplin Sekolah, dan peserta didik), serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi tata tertib dilakukan melalui sosialisasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), apel pagi, pembiasaan budaya sekolah (ROJALI dan slogan DIGITAL), digitalisasi tata tertib berbasis barcode, serta pengawasan dan sanksi edukatif. Implementasi tersebut berhasil meningkatkan kedisiplinan waktu, kerapian, dan kepatuhan aturan sekolah. Implikasi penelitian menegaskan bahwa digitalisasi tata tertib yang diimbangi keteladanan guru efektif membentuk karakter disiplin secara berkelanjutan.