Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Peningkatan Eksistensi Sekolah dengan Pembenahan Tugu SMA Negeri Matakali Sukmawati Said; Dirga Kaso Sanusi; Riskawati Riskawati; Ria Rezki Hamzah; R. R. A. Putra
JKM: Jurnal Kemitraan Masyarakat Volume 3 Number 1 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas MIPA Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2685/jkm.v3i1.62879

Abstract

School is an institution to provide education to students. There is an appointed time and space for teaching and learning. According to the 2013 National Education System Law, Article 3 states that the entire educational process must be aimed at developing the overall human potential in order to achieve a prosperous life, both physically, mentally and spiritually. The purpose of education itself is in line with the ideals of the Indonesian state which wants a dignified nation's civilization, developing a complete human being by ensuring adequate facilities and infrastructure to support this goal. SMAN Matakali is one of the schools that supports programs to restore facilities and infrastructure, namely by empowerment and restoration of school monuments, this was initiated by various factors, one of which was the lack of existence. Therefore, through this activity, we hope to foster the spirit of sharing school elements to restore the school monument as one of the icons of SMAN Matakali. The method of this service activity uses descriptive qualitative research methods. The subjects in this service activity are all elements of SMAN Matakali. Based on the research results, it is known that all elements of SMAN Matakali are directly involved in the process of planning, procurement, maintenance and supervision of recovery activities. The results of this service activity show the level of success with the responsibility or action taken by all elements of SMAN Matakali.
Pelatihan Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Scratch pada Materi Gravitasi untuk Mendukung Keterlibatan dan Kolaborasi Siswa Riskawati Riskawati; Nurul Mutmainnah Herman; Ria Rezki Hamzah; Khaeruddin Khaeruddin
Jurnal IPMAS Vol. 6 No. 2 (2026): Mei - Agustus 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.6.2.2026.1548

Abstract

Pembelajaran fisika di tingkat SMP masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam memahami konsep-konsep abstrak seperti gravitasi serta rendahnya keterlibatan dan kolaborasi siswa selama proses pembelajaran. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung keterlibatan dan kolaborasi siswa melalui pelatihan penggunaan media pembelajaran berbasis Scratch pada materi gravitasi. Kegiatan dilaksanakan di SMPN 24 Makassar dengan melibatkan 25 siswa kelas VII. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, pelatihan penggunaan media, pendampingan kegiatan kelompok, serta evaluasi melalui angket respons siswa, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa respons siswa terhadap penggunaan media pembelajaran berbasis Scratch berada pada kategori sangat baik dengan rata-rata persentase sebesar 91%. Persentase tertinggi diperoleh pada aspek daya tarik media sebesar 93%, diikuti kemudahan penggunaan sebesar 91%, dukungan terhadap kerja kelompok sebesar 90%, dan dukungan terhadap pemahaman konsep sebesar 89%. Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa terlibat aktif dalam eksplorasi media, diskusi kelompok, dan presentasi hasil kegiatan. Temuan ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis Scratch berpotensi mendukung pembelajaran fisika yang lebih interaktif sekaligus mendorong keterlibatan dan kolaborasi siswa. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam pemanfaatan media digital sebagai alternatif pembelajaran untuk membantu visualisasi konsep fisika yang abstrak dan mendukung pembelajaran yang berpusat pada siswa. Namun, kegiatan ini masih terbatas pada satu kelas dan evaluasi difokuskan pada respons siswa serta hasil observasi sehingga diperlukan implementasi yang lebih luas pada konteks dan peserta yang berbeda.