Akhmad Saputra Syarif
Universitas Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ALL EYES ON RAFAH: UNDERSTANDING THE INDONESIAN BOYCOTT MOVEMENT THROUGH THE LENS OF PARASOCIAL RELATIONSHIPS WITH SOCIAL MEDIA INFLUENCERS Akhmad Saputra Syarif; Amya Bunga Fathiyah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2025.51665

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana hubungan parasosial dengan influencer media sosial membentuk niat konsumen untuk melakukan boikot terhadap produk yang terkait dengan konflik Palestina-Israel. Dengan mengacu pada Reasoned Action Approach dan teori emotional contagion, studi ini menempatkan interaksi parasosial sebagai kekuatan potensial dalam menggerakkan konsumerisme politik digital. Tujuan penelitian adalah untuk menguji apakah perasaan permusuhan memediasi pengaruh hubungan parasosial terhadap niat boikot. Menggunakan metode kuantitatif, data dikumpulkan dari 169 partisipan dan dianalisis dengan Structural Equation Modeling (SEM). Penelitian ini mengukur sejumlah konstruk utama seperti identifikasi diri, interaksi imajiner, sikap, permusuhan, dan niat boikot. Hasil menunjukkan bahwa hubungan parasosial memengaruhi niat boikot melalui dua jalur: secara langsung dari hubungan parasosial ke niat boikot, dan secara tidak langsung melalui mediasi perasaan permusuhan terhadap Israel. Temuan ini mengungkap mekanisme psikologis di balik bagaimana hubungan yang dimediasi dengan influencer dapat mendorong tindakan politik di dunia nyata. Studi ini menekankan peran penting keterikatan emosional dalam mendorong perilaku konsumsi politik dan memberikan wawasan baru mengenai bagaimana keterlibatan daring dapat mendorong aksi kolektif dalam masyarakat digital masa kini.
Explaining consumer inaction in boycott movements: A psychological framework of passivity during periods of social change Akhmad Saputra Syarif; Dwi Yan Nugraha; Amya Bunga Fathiyah
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 17, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/personifikasi.v17i1.31744

Abstract

Research on collective action has primarily focused on participation, while the mechanisms underlying non-participation remain less understood. This study examines why individuals remain inactive in boycott movements despite holding negative attitudes toward targeted companies, focusing on animosity toward firms associated with Israel. Using a quantitative design, data from 212 Indonesian participants were analyzed using partial least squares structural equation modeling (PLS–SEM) and artificial neural network–neural network regression (ANN–NNR). The PLS–SEM approach was employed to examine explanatory relationships leading to purchasing behavior (PB). The results indicate that several hypothesized predictors do not exhibit significant direct effects on PB, while indirect effects are partially supported through mediating mechanisms. To complement the explanatory model, ANN–NNR results identified out of sight as the most important predictor of PB, followed by boycott attitude and urge of freedom. This divergence suggests that psychological mechanisms differ between explanatory and predictive frameworks, with ANN capturing potential nonlinear relationships. Overall, the study highlights the value of integrating PLS–SEM and ANN–NNR to better understand boycott-related inaction in a non-Western context.