Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perencanaan Pembelajaran Digital IPS di Sekolah Dasar: Integrasi Model Berbasis Keterampilan Abad 21 Mu'minatul Habibah; Atika Muallifah; Faldin Baen; Nuzulus Sa’adatun Nisa; Siti Nur Fikriyah; Dede Ajeng Arini
Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al-Amin Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : STAI AL-AMIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54723/ejpgmi.v5i1.647

Abstract

This study aims to analyze digital learning planning for Social Studies (IPS) in elementary schools and examine the development of 21st-century skills-based learning models. This study employed a literature review approach, reviewing relevant scientific articles from the past five years. Data was obtained through a search of academic databases and analyzed using content analysis techniques to identify concepts, patterns, and research findings related to digital learning and 21st-century skills. The study's results indicate that digital learning plays a crucial role in improving the quality of social studies learning. The use of technology such as interactive media, instructional videos, and digital platforms has been shown to increase student motivation, engagement, and learning outcomes. Furthermore, the integration of technology into learning also supports the development of 21st-century skills, such as critical thinking, creativity, collaboration, and communication. Learning models such as Problem-Based Learning and Project-Based Learning are considered effective in integrating technology with active and contextual learning activities. However, the implementation of digital learning still faces various obstacles, such as limited teacher competency, unequal access to technology, and suboptimal lesson planning. Therefore, systematic learning planning and improving teachers' digital competencies are necessary to ensure effective technology utilization. In conclusion, digital learning planning in elementary school social studies needs to be developed in a structured manner, integrating technology and 21st-century skills. This research is expected to contribute to the development of more effective, innovative learning models that meet the demands of education in the digital age.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI: Sinergitas Empat Pilar MPR RI terhadap Nilai-nilai Islam Mahasiswa Muh Haris; Faldin Baen; Mansur; Anis Khoirunnisak
RESPINARIA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : PT Katersi Minar Permata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66785/respinaria.v3i1.200

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai sinergitas Empat Pilar MPR RI dengan nilai-nilai Islam. Empat Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika memiliki kedudukan penting sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai tersebut memiliki kesesuaian dengan ajaran Islam, seperti tauhid, akhlak, keadilan, musyawarah, persaudaraan, toleransi, tanggung jawab sosial, dan kemaslahatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 2 Juni 2026 di Gedung A Universitas Ivet, Kota Semarang, dengan melibatkan 100 mahasiswa sebagai peserta. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, tanya jawab, refleksi bersama, dan evaluasi singkat. Materi yang diberikan mencakup Empat Pilar MPR RI, nilai-nilai Islam bagi pemuda, implementasi nilai Islam dalam kehidupan mahasiswa, serta hubungan karakter Pancasila dengan pemuda Muslim yang moderat dan cinta tanah air. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa mampu memahami hubungan antara nilai kebangsaan dan nilai keislaman secara lebih kontekstual. Peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya sikap disiplin, kejujuran, kepedulian sosial, toleransi, dan moderasi dalam kehidupan akademik maupun sosial. Kegiatan ini menegaskan bahwa identitas keislaman dan identitas kebangsaan tidak saling bertentangan, melainkan dapat berjalan secara harmonis dalam membentuk karakter mahasiswa yang religius, nasionalis, moderat, dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya penguatan karakter mahasiswa dalam menghadapi tantangan sosial, keagamaan, dan kebangsaan di era digital.
OPTIMALISASI LAYANAN INFORMASI DAN PEMBELAJARAN MELALUI PENGEMBANGAN RUANG DIGITAL BERBASIS GOOGLE SITES DI MI AL IMAN BANARAN KOTA SEMARANG Atika Muallifah; Mu’minatul Habibah; Faldin Baen; Zulfatul Mardiyah; Miftakhul Jannah; Annisa Auliya; Muhammad Shofiyullah; Muhammad Khaerudin; Aliefyan Rizqina Muchtar
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital di bidang pendidikan mendorong madrasah untuk mengembangkan layanan informasi dan pembelajaran yang lebih efektif, terintegrasi, serta mudah diakses oleh seluruh warga sekolah. Namun, penyampaian informasi dan materi pembelajaran di MI Al Iman Banaran, Kota Semarang, masih menggunakan berbagai media yang terpisah sehingga belum tersedia dalam satu platform digital yang terintegrasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan layanan informasi dan pembelajaran melalui pendampingan pengembangan Ruang Digital MI Al Iman berbasis Google Sites. Kegiatan dilaksanakan pada 21 Mei 2026 sebagai bagian dari Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP II) Universitas IVET Semarang dengan melibatkan satu dosen pembimbing lapangan, enam mahasiswa (tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah dan tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam), kepala madrasah, serta guru. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui tahapan observasi, analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi, pendampingan penggunaan website, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Ruang Digital MI Al Iman berhasil dikembangkan sebagai portal layanan informasi dan pembelajaran yang memuat profil madrasah, materi pembelajaran, kuis, galeri, panduan, serta informasi akademik lainnya. Selain menghasilkan media digital yang dapat dikelola secara mandiri oleh madrasah, kegiatan ini juga meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan Google Sites sebagai media informasi dan pembelajaran sehingga mendukung transformasi digital madrasah secara berkelanjutan.
WORKSHOP: IMPLEMENTASI AI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PROSES BELAJAR MENGAJAR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM GUNA MEWUJUDKAN SDGs LITERASI DI YAYASAN AL MANAR MENORO KABUPATEN REMBANG Mu’minatul Habibah; Faldin Baen; Zulfatul Mardiyah; Ilyas Ilyas; Uswatun Chasanah
Journal Inclusive Society Community Servies Vol. 4 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Yayasan Putra Adi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61402/isco.v4i1.567

Abstract

Peningkatan mutu pembelajaran sekaligus penguatan budaya literasi merupakan kebutuhan strategis pendidikan Indonesia dan relevan dengan SDGs mengenai pendidikan berkualitas serta literasi yang inklusif. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI) yang sarat aktivitas berbasis teks, guru membutuhkan dukungan teknologi untuk menyusun asesmen secara cepat, akurat, bermakna, dan berorientasi HOTS. Analisis kebutuhan melalui wawancara terhadap 30 guru di Yayasan Al Manar Menoro, Kabupaten Rembang, menunjukkan pemanfaatan Quizzy AImasih rendah: 60% guru belum pernah menggunakan, 20% jarang, 13% sering, dan 7% sangat sering, yang terutama dipengaruhi keterbatasan keterampilan operasional aplikasi. Kegiatan pengabdian ini ditujukan untuk meningkatkan literasi digital dan kompetensi guru dalam mengintegrasikan AI melalui Quizzy AI untuk asesmen formatif sedangkan GAMMA AI untuk pengembangan materi digital yang adaptif. Pelaksanaan dilakukan melalui workshop partisipatif berbasis seminar dan pelatihan praktik dalam tiga tahap (pra-pelaksanaan, inti pelaksanaan, dan evaluasi) selama satu hari, mencakup pengenalan AI, praktik penggunaan GAMMA AI dan Quizzy AI, simulasi penerapan, serta diskusi kelompok. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan praktis guru, tercermin dari kenaikan skor asesmen pascapelatihan dan kemampuan peserta mendemonstrasikan pemanfaatan aplikasi untuk pembelajaran berdiferensiasi dan asesmen formatif. Keterbatasan fasilitas tidak menjadi kendala utama karena pemanfaatan perangkat pribadi, namun keberlanjutan program memerlukan dukungan institusional, terutama ketersediaan internet yang stabil, perangkat presentasi, dan pelatihan lanjutan.
TRADISI KATOBA SEBAGAI WARISAN BUDAYA DALAM MENGUATKAN PENDIDIKAN ISLAM PADA ANAK DI KABUPATEN MUNA SULAWESI TENGGARA Faldin Baen; Muhamamd Ilham
Jurnal Pendidikan Sultan Agung Vol 5, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp-sa.5.3.479-489

Abstract

AbstractThis study aims to examine the role of the Katoba tradition in shaping Islamic character in the children of the Muna tribe in Muna Regency, Southeast Sulawesi. Katoba is a traditional ritual that is passed down from generation to generation and is an integral part of the life cycle of the Muna people. This tradition integrates local values with Islamic teachings, and is carried out before the child enters puberty as a form of moral and spiritual education. This research uses a qualitative method with a library research approach, relying on various literary sources such as books, articles, and scientific journals to explore the meaning and values contained in the Katoba procession. The results of the study show that Katoba teaches the values of monotheism, birrul walidain (filial piety to parents), as well as honesty and responsibility in protecting the rights of others. This tradition plays an important role in shaping children's personalities, guiding them to understand their relationship with God, parents, and society, and strengthening the internalization of Islamic values from an early age. Thus, Katoba is not only a means of preserving local culture but also an effective medium for Islamic character education.