Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Inovasi Pengolahan Buah Nipah (Nypa fruticans) sebagai Strategi Diversifikasi Pangan Lokal untuk Ketahanan Pangan Masyarakat Pesisir Raida Agustina; Dinaroe Dinaroe; Muhammad Yasar; Khairul Anwar; Alhusna Fitri; Sarni Sarni; Maisarah Maisarah
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 2 No 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 2 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v2i1.51

Abstract

Diversifikasi pangan merupakan strategi penting dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat. Salah satu sumber pangan lokal yang berpotensi namun belum banyak dimanfaatkan adalah buah nipah (Nypa fruticans). Pengabdian ini dilakukan di Desa Naga Umbang, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, dimana buah nipah tumbuh melimpah. Selama ini masyarakat hanya memanfaatkan buah segar saja untuk dijadikan campuran dalam minuman, masyarakat belum mengetahui pemanfaatan buah nipah dalam bentuk produk yang lain. Program pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat dan cara pengolahan buah nipah, mendorong masyarakat untuk memanfaatkan buah nipah sebagai alternatif sumber pangan, serta mengembangkan produk pangan sehat yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini melibatkan pelatihan teori dan praktik langsung dalam pengolahan buah nipah menjadi produk diversifikasi pangan seperti manisan nipah, jus nipah, kerupuk nipah, puding nipah, serta kolak nipah. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA), melibatkan kelompok tani dan mitra usaha setempat. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa program pengabdian masyarakat di Desa Naga Umbang berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, Kelompok Tani Umbang Berjaya, serta mitra usaha Warjakir Naga Umbang dalam mengolah buah nipah menjadi beragam produk diversifikasi pangan. Peserta sangat antusias dan mampu melakukan pengolahan secara mandiri, yang mendorong terciptanya ide usaha baru, meningkatkan pendapatan, dan mengurangi pengangguran. Program ini juga berkontribusi pada pemanfaatan sumber daya alam lokal secara berkelanjutan, menciptakan harmoni sosial, ekonomi, dan ekologi. Program ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan gizi masyarakat, pengurangan ketergantungan pada beras, serta penciptaan peluang usaha baru
Diversifikasi Pangan Lokal: Pemanfaatan Ampas Kelapa Dari Rantai Produksi VCO Menjadi Tepung Kelapa Sebagai Bahan Baku Pangan Alternatif Raida Agustina; Dinaroe Dinaroe; Elly Susanti; Diswandi Nurba; Khairul Anwar
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 3 No 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 3 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v3i1.81

Abstract

Pangan alternatif merupakan sarana penting dalam mewujudkan diversifikasi pangan. Diversifikasi pangan sendiri merupakan strategi kunci dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat. Pemanfaatan hasil samping industri kelapa menjadi salah satu pendekatan yang dapat mendukung diversifikasi pangan lokal sekaligus meningkatkan nilai tambah produk. Salah satu limbah utama dari proses produksi Virgin Coconut Oil (VCO) adalah ampas kelapa (presscake) yang masih kaya serat pangan, protein, dan sejumlah komponen bioaktif. Program pengabdian ini dilaksanakan di Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang, di mana masyarakat telah memulai pengolahan kelapa menjadi VCO secara mandiri sebagai upaya menambah pendapatan rumah tangga. Namun, masyarakat belum mengetahui potensi pengolahan ampas kelapa sisa pemerasan santan menjadi tepung kelapa yang dapat dijadikan bahan baku pangan alternatif. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan ampas kelapa, mendorong diversifikasi produk pangan sehat, serta membuka peluang usaha baru berbasis kelapa. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan melibatkan kelompok tani dan mitra usaha setempat melalui pelatihan teori dan praktik langsung. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan serta keterampilan masyarakat, khususnya Kelompok Tani Ingin Jaya Kecamatan Sukamakmue, dalam mengolah ampas kelapa menjadi tepung kelapa dan produk diversifikasi pangan seperti cookies kelapa. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu melakukan pengolahan secara mandiri, sehingga memunculkan ide usaha baru, meningkatkan nilai tambah hasil samping kelapa, serta membuka peluang lapangan kerja baru. Dengan demikian, pengolahan ampas kelapa menjadi tepung kelapa dan pengolahan tepung kelapa menajdi cookies kelapa terbukti mampu mendukung strategi diversifikasi pangan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan ketahanan pangan lokal
Transformasi Air Kelapa menjadi Kecap Kelapa: Pendekatan Zero Waste Berbasis Teknologi Pengolahan dan Pemberdayaan Masyarakat Raida Agustina; Dinaroe Dinaroe; Rahmat Fadhil; Agus Arip Munawar; Khairul Anwar; Muhammad Yasar; Dewi Sri Jayanti
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 4 No 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 4 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v4i1.111

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan air kelapa hasil samping produksi Virgin Coconut Oil (VCO) menjadi kecap kelapa sebagai produk pangan bernilai tambah melalui pendekatan zero waste, teknologi pengolahan, dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di Gampong Batee Shoek, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang, dengan mitra Kelompok Tani Ingin Jaya (A.R.A. Oils). Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) yang melibatkan mitra secara aktif melalui tahap persiapan, pelaksanaan, pembinaan, dan evaluasi. Kegiatan meliputi pengenalan potensi air kelapa, demonstrasi formulasi, pemasakan, pemekatan, penyaringan, pengemasan, pelabelan, serta penguatan manajemen usaha dan pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa air kelapa yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi kecap kelapa dengan warna cokelat gelap, konsistensi lebih pekat, dan penampilan yang sesuai sebagai produk olahan. Keterlibatan langsung mitra meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam proses produksi, sedangkan mahasiswa KKN Tematik memperoleh pengalaman penerapan teknologi dan pendampingan masyarakat. Program ini memperkuat kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah setempat, mahasiswa, dan masyarakat dalam hilirisasi inovasi pangan lokal berkelanjutan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa transformasi air kelapa menjadi kecap kelapa mampu mendukung pemanfaatan hasil samping produksi VCO, memperkuat penerapan konsep zero waste, meningkatkan nilai tambah bahan, serta membuka peluang pengembangan usaha berbasis kelapa yang lebih berkelanjutan di Kota Sabang