Nasaruddin Nasaruddin
Universitas Muhammadiyah Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Asas Keseimbangan Dalam Perjanjian Baku Untuk Mewujudkan Keadilan bagi Para Pihak Nasaruddin Nasaruddin; Yulias Erwin
Journal Law and Government Vol 1, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jlag.v1i1.12989

Abstract

Perjanjian Baku sudah lama di gunakan dalam berbagai kontrak yang isinya di tentukan secara sepihak dengan tujuan efisiensi biaya, waktu dan tenaga. Perjanjian Baku tidak mencerminkan asas keseimbangan dalam perjanjian baku untuk mewujudkan keadilan bagi para pihak. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahu bagaimana implementasi asas keseimbangan dalam perjanjian baku dan Bagaimana upaya agar suatu perjanjian dapat mewujudkan keadilan bagi para pihak yang mengadakan perjanjian. Penelitian ini adalah penelitian Yuridis Doktrinal, dengan menggunakan data sekunder dan dengan menggunakan Pendekatan Deskriptif Analisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa keadilan tidak akan terwujud karena ketidakseimbangan dalam Perjanjian Baku. Ketidak seimbangan terjadi apabila para pihak berada dalam kedudukan yang berbeda baik ekonomi maupun posisi dominan.
Transaksi E-Commerce: Studi Keabsahan Kontrak Elektronik Dalam UU ITE Ditinjau Dari Uncitral Model Law On Electronic Commerce Dan KUH-Perdata Nasaruddin Nasaruddin
Journal Law and Government Vol 3, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jlag.v3i2.33735

Abstract

This study aims to see whether an electronic contract can be said to be valid, especially in Indonesia. Electronic contracts are contracts that arise due to technological and information developments, where buying and selling transactions begin to be carried out through electronic or online media. Since its creation is not like conventional agreements, it is necessary to have clear arrangements regarding the legal terms and legal force of electronic contracts. The research method used is a normative research method and the data in this study was obtained from literature research. Based on the results of the research conducted, it can be concluded that the validity of electronic contracts in e-commerce transactions  in Indonesia still faces various challenges of uncertainty regarding the validity and strength of contracts carried out electronically as evidence even though Indonesia already has a clear legal basis, but the ITE Law still holds the problem that from the perspective of the Civil Code and UNCITRAL, the ITE Law does not guarantee legal certainty and firmness regarding the validity of electronic contracts.