Rahmita Budiartiningsih
Program Studi Ekonomi Pembangunan, Universitas Riau

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MEWUJUDKAN SMART SOCIETY 5.0 MELALUI EDUKASI LITERASI CERDAS BERMEDIA BAGI PEREMPUAN Rahmita Budiartiningsih; Hendro Ekwarso; Cut Endang Kurniasih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28438

Abstract

Abstrak: Penyebaran teknologi informasi dan komunikasi (ICT) yang secara cepat mempunyai dampak besar terhadap cara individu berinteraksi dan berkomunikasi. Hal ini terlihat dari sejumlah ibu-ibu rumah tangga tergabung dalam kelompok organisasi perempuan di Kabupaten Siak yang terbilang cukup aktif dengan teknologi yang berkembang saat ini. Namun mengingat rata-rata usia di atas 35 tahun dan tingkat pendidikan yang beragam, maka tidak semua mereka memahami penggunaan media digital dengan baik. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi tentang literasi cerdas dalam bermedia pada kelompok organisasi perempuan di Kabupaten Siak sebanyak 23 orang. Secara khusus, agar peserta mendapatkan pemahaman tentang pentingnya literasi digital dalam kehidupan bermedia, pemahaman rekam jejak digital dan penggunaan media digital yang aman dan bermanfaat. Metode penerapan yang digunakan yaitu metode ceramah, diskusi dan evaluasi dengan memberikan pre-test dan post-test. Setelah dilakukannya pengabdian ini, terdapat peningkatan pengetahuan mengenai literasi cerdas bermedia pada kalangan perempuan di organisasi Kabupaten Siak dari 65% menjadi 81%. Rata-rata peningkatan 16%. Pelatihan ini telah mendorong kemampuan peserta untuk cakap dan cerdas dalam bermedia digital.Abstract: The rapid spread of information and communication technology (ICT) has had a major impact on the way individuals interact and communicate. This can be seen from a number of housewives joining women's organization groups in Siak Regency which are quite active with currently developing technology. However, considering that the average age is over 35 years and various levels of education, not all understand digital media's use well. This community service aims to educate the group of 23 women's organizations in Siak Regency about intelligent media literacy. In particular, participants are expected to gain an understanding of the importance of digital literacy in media life, an understanding of digital track records and the safe and useful use of digital media. The methods used are lecture, dialogue methods as well as evaluation in the form of tests. The output to be achieved is an increase in the number of participants who understand the importance of digital media literacy, understanding digital track records and using digital media safely and usefully. After carrying out this activity, there was an increase in knowledge regarding intelligent media literacy among women in Siak Regency organizations from 65% to 81%. Average increase 16%. This training has encouraged participants' ability to be proficient and intelligent in digital media.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DESAIN MODEL BISNIS PADA WOMENPRENEUR Cut Endang Kurniasih; Rahmita Budiartiningsih; Ando Fahda Aulia; Rosyetti Rosyetti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28423

Abstract

Abstrak: Menumbuhkembangkan semangat kewirausahaan dilakukan pemerintah dan swasta untuk mengatasi pengangguran dan mendorong perekonomian. Namun, kinerja positif dari UMKM belum sepenuhnya dirasakan oleh pelaku usaha itu sendiri, dalam hal ini pengusaha perempuan (womenpreneur). Kebanyakan pengusaha perempuan di negara-negara berkembang masih beroperasi di usaha kecil dan mikro dengan pertumbuhan yang lebih kecil dan kurang produktif dibandingkan laki-laki, dengan jenis usaha di sektor perempuan informal dan tradisional, dan hal faktor ini menjadi pendorong diselenggarakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Tujuan PkM ini adalah untuk memberikan pemahaman pengusaha perempuan mengenai model bisnis kewirausahaan Business Model Canvas (BMC). Kegiatan PkM dilakukan pada perempuan pengusaha di Desa Koto Baru Kecamatan Singingi Hilir Kabupaten Kuantan Singingi melalui tiga tahapan yaitu pre-test, ceramah, dan evaluasi (post-test) sebanyak empat pertanyaan. Dari kegiatan ini diperoleh bahwa setelah diberikan pelatihan dan sosialisasi mengenai BMC, pengetahuan dan pemahaman womenpreneur di Desa Koto Baru mengalami peningkatan dari 67 persen bertambah menjadi 76 persen, hal ini ditunjukkan dengan hasil kertas kerja bisnis Canvas yang dihasilkan para peserta dalam membuat model bisnis sesuai dengan usaha yang dijalani.Abstract: Fostering the spirit of entrepreneurship is carried out by government and the private sector to overcome unemployment and boost the economy. However, the positive performance of MSMEs has not been fully felt by the business actors themselves, in this case women entrepreneurs itself, in this case women entrepreneurs (womenpreneurs). Most women entrepreneurs in developing countries still operate in small and micro businesses with smaller and micro enterprises with smaller growth and less productivity than their male counterparts, with types of business in the informal and traditional women's sectors, and this is the driving force to organize this community service activity. The purpose of this community service is to provide understanding of women entrepreneurs about the Business Model Canvas (BMC). Community service activities were carried out on 15 women entrepreneurs in Koto Baru Village, Singingi Hilir District, Kuantan Singingi Regency through three stages, namely pre-test, lecture, and evaluation (post-test) with four questions. From this activity, it was found that after being given training and socialization about BMC, the knowledge and understanding of womenpreneurs in Koto Baru Village increased from 67 percent to 76 percent. It can be shown by the results of Canvas business working paper produced by the participants in creating a business model following the business being undertaken.
PERLUASAN PEMASARAN PRODUK DENGAN PEMANFAATAN PLATFORM E-COMMERCE MELALUI MARKETPLACE PADA USAHA MASYARAKAT KECAMATAN SINGINGI Nobel Aqualdo; Cut Endang Kurniasih; Rahmita Budiartiningsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21477

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang dialami mitra umumnya penjualan produk masih menggunakan cara konvensional, rendahnya partisipasi dan kompetensi terhadap penggunaan platform e-commerce di marketplace online. Pada pengabdian ini memberikan pelatihan dan praktik tentang mekanisme penjualan produk menggunakan platform e-commerce melalui marketplace yakni Shopee. Metode penerapan yang digunakan adalah ceramah, demonstrasi/praktik, dan diskusi. Pada pelaksanaan kegiatan ini diikuti oleh 7 orang yang merupakan pengrajin batik. Dari kegiatan ini tim berhasil meningkatkan keterampilan peserta dengan bisa membuat toko online “Goluak Loge” dan menampilkan produk batiknya di platform e-commerce Shopee. Dilihat nilai rataan, sebelum pengabdian semua peserta memiliki pemahaman sebesar 64% dan bertambah menjadi 87% setelah adanya pengabdian. Dengan meningkatnya jumlah peserta yang mampu memasarkan produk menggunakan platform Shopee diharapkan semakin banyak usaha masyarakat desa yang go digital.Abstract: The problems experienced by partners are generally used conventional methods in selling products, low participation and competence in using e-commerce platforms in online marketplaces. This service provides training and practice on product sales mechanisms using the e-commerce platform through the marketplace, namely Shopee. The application method used is lecture, demonstration, and discussion. In the implementation of this activity was conducted to 7 batik craftswomen. From this activity the team succeeded in improving the skills of the participants by being able to create an online store "Goluak Loge" and display their batik products on the Shopee e-commerce platform. Looking at the mean value, participants included in the training also seem to have gained knowledge of digital marketing. Before the training, their understanding is 64% and then increased to 87% after the training. An increasing number of people are now using the e-commerce platforms to offer the product and services, it is expected that more rural businesses will go digital.