Rika Diananing Putri
Prodi. Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Wiraraja

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENDAMPINGAN PEMBUATAN RUMPUT LAUT SIAP OLAH DENGAN MESIN PENGERING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN Astri Furqani; Rika Diananing Putri; Dodi Tri Kurniawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20336

Abstract

Abstrak: Rumput laut sangat berpotensi diwilayah perairan Indonesia. Jenis rumput laut yang banyak di budidaya yaitu E. cottoni, dengan metode rakit. Pemanfaatan rumput laut hanya dijual kering dengan metode pemanasan matahari. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam teknologi pengeringan dan pengolahan rumput laut jenis E. cottoni. Metode pelaksanaan berupa sosialisasi dan pendampingan yang dilakukan pada kelompok pengolah dan pemasar (Poklahsar) di Desa Pagarbatu Saronggi Kabupaten Sumenep. Poklahsar An-Nikmah merupakan mitra dari kegiatan pengabdian ini. Hadir dalam kegiatan 30 orang yang mayoritas perempuan pesisir. Untuk menunjukkan pencapaian/keberhasilan kegiatan ini, dilakukan adanya pretest dan posttest dengan jumlah pertanyaan 10. Hasil yang telah dicapai adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan Teknologi Tepat Guna sebesar 65% pada anggota dalam mengolah rumput laut jenis E. cottoni secara baik dan benar, serta dapat menjaga nutrisi yang terkandung pada produk yang dihasilkan.Abstract: Seaweed has great potential in Indonesian waters. The type of seaweed that is widely cultivated is E. cottoni, using the raft method. Seaweed is only sold dry using the solar heating method. The aim of this service is to increase knowledge and skills in drying and processing technology for E. cottoni seaweed. The implementation method is in the form of socialization and mentoring carried out by groups of processors and marketers (Poklahsar) in Pagarbatu Saronggi Village, Sumenep Regency. Poklahsar An-Nikmah is a partner of this service activity. Present at the activity were 30 people, the majority of whom were coastal women. To show the achievement/success of this activity, a pretest and posttest were carried out with the 10 question. The results that have been achieved are an increase in Appropriate Technology knowledge and skills by 65% for members in processing E. cottoni seaweed properly and correctly, as well as being able to maintain the nutrients contained in the products produced.
PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT PESISIR MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN IKAN RUCAH Rika Diananing Putri; Anis Kurli; Aryo Wibisono
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26753

Abstract

Abstrak: Ikan rucah, salah ikan yang tidak dikonsumsi dan dijadikan sebagai pakan ternak. Kandungan gizi ikan rucah tinggi akan protein, sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi akan protein tubuh. Permasalahan yang ada, ikan rucah tidak dilirik dan dianggap limbah oleh masyarakat sehingga keberadaannya sangat berlimpah, tetapi tidak di konsumsi. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan keterampilan pengolahan ikan rucah pada kelompok msyarakat pesisir sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat pesisir. Metode yang dilakukan dengan sosialisasi dan praktek pengolahan ikan rucah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Kegiatan ini bertempat di Rumah Ketua Poklahsar seRama, yang diikuti oleh 25 peserta dari kelompok. Sebelum dlaksanakan praktek, peserta terlebih dahulu menjawab pertanyaan sebagai ujian awal [pretest], untuk mengetahui sejauh mana kemampuan dan pengetahuan tentang ikan rucah dan pemanfaatannya. Lalu dilakukan praktek pengolahan ikan rucah menjadi produk yang bernilai jual tinggi. Setelah itu, dilakukan evaluasi kembali (posttest) untuk mengetahui pemahaman peserta pelatihan. Hasil yang telah dicapai terjadi peningkatan sebesar 80% baik softskill dan hardskill.Abstract: Trash fish, one of the fish that is not consumed and used as animal feed. The nutritional content of trash fish is high in protein, so it can meet the body's nutritional needs for protein. The problem is that trash fish is not looked at and is considered waste by the community, so it is very abundant, but not consumed. The aim of the service is to improve the processing skills of rucah fish in coastal community groups as an effort to improve the economy of coastal communities. The method used is socialization and practice of processing trash fish into products of high economic value. This activity took place at the Poklahsar seRama Chair's house, which was attended by 25 people from the group. Before carrying out the practice, participants first answer questions as an initial test (pretest), to find out the extent of their abilities and knowledge about trash fish and their use. Then the practice of processing trash fish into products with high selling value is carried out. After that, a re-evaluation (posttest) was carried out to determine the training participants' understanding. The results achieved were an increase of 80% in both soft skills and hard skills.
PENINGKATAN USAHA “KEMBANG GOYANG” MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGEMASAN PRODUK Rika Diananing Putri; Ismawati Ismawati; Very Andrianingsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19376

Abstract

Abstrak: kembang goyang merupakan makanan tradisional yang digemari masyarakat. Kue kembang goyang memiliki rasa manis, gurih, renyah dan tidak menyerap minyak. Rumput laut memiliki nutrisi yang baik untuk tubuh baik makronutien dan mikronutrien. Inovasi produk kembang goyang dengan menambahkan tepung rumput laut yang bertujuan meningkatkan umur simpan dan meningkatkan citarasa. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pendapatan/omzet penjualan produk kembang goyang dengan pelatihan dan pendampingan pengemasan. Metode yang digunakan dengan memberikan materi pengemasan yang baik dan benar, dan memberikan pendampingan cara mengemas menggunakan alat continues sealer. Mitra pengabdian masyarakat yaitu perempuan pesisir sebanyak 25 orang. Hasil yang telah dicapai peningkatan 80% dari 25 peserta yaitu (1) adanya peningkatan kemampuan mengemas produk menggunakan alat continues sealer, dan (2) peningkatan pengetahuan mitra terhadap kemasan yang baik dan benar yaitu kemasan yang menarik dan informatif. Abstract: Kembang goyang is a traditional food that is popular with the community. Kembang goyang cake has a sweet, savory, crunchy taste and does not absorb oil. Seaweed has good nutrition for the body, both macronutrients and micronutrients. The innovation of the kembang goyang product is by adding seaweed flour which aims to increase shelf life and improve taste. The aim of this activity is to increase sales income/turnover of kembang goyang products with packaging training and assistance. The method used is to provide good and correct packaging materials, and provide assistance on how to package using a continuous sealer tool. The community service partners are 25 coastal women. The results achieved were an increase of 80% from 25 participants, namely (1) an increase in the ability to package products using a continuous sealer tool; and (2) an increase in partners' knowledge of good and correct packaging, namely attractive and informative packaging. 
PELATIHAN PENGOLAHAN KELAPA MENJADI MINYAK BERKUALITAS Rika Diananing Putri; Dewi Wulansari; Astri Furqani; Dody Tri Kurniawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34627

Abstract

Abstrak: Kelapa merupakan salah satu komoditas yang memili potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai tambah. Salah satu produknya adalah minyak yang diproses dengan pemanasan suhu tinggi, serta memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan (tingkatkan sistem imun, anti-bakteri). Permasalahan rendahnya pengetahuan pengolahan, keterbatasan peralatan dengan teknologi, tidak menerapkan standar mutu dan kemasan yang tidak menarik. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan keterampilan produksi yang berkualitas sebagai upaya peningkatan ekonomi. Metode yang dilakukan dengan sosialisasi dan praktek pengolahan kelapa menjadi minyak kelapa yang bernilai ekonomi tinggi. Kegiatan ini dilaksanakan di sekretariat KT. Bina Lestari, yang diikuti sebanyak 25 peserta dari anggota kelompok. Kegiatan ini dilakukan evaluasi, dengan jumlah pertanyaan 8 berupa pilihan ganda diawal (pretest) dan akhir kegiatan (posttest) untuk mengetahui sejauh mana kemampuan dalam mengolah. Hasil yang dicapai terjadi peningkatan 80%, serta kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses.Abstract: Coconut is a commodity with great potential to be processed into value-added products. One of the products is oil processed by high-temperature heating, and provides significant health benefits (boosting the immune system, anti-bacterial). The problem is low processing knowledge, limited equipment with technology, not implementing quality standards and unattractive packaging. The purpose of community service is to improve quality production skills as an effort to improve the economy. The method used is socialization and practice of processing coconut into coconut oil with high economic value. This activity was carried out at the KT. Bina Lestari secretariat, which was attended by 25 participants from group members. This activity was evaluated, with a total of 8 multiple-choice questions at the beginning (pretest) and at the end of the activity (posttest) to determine the extent of processing abilities. The results achieved an 80% increase, and this activity ran smoothly and successfully.