Resha Resmawati Shaleha
Prodi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bakti Tunas Husada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI STUNTING DENGAN PANDUAN MAKANAN GIZI SEIMBANG MENGGUNAKAN BUKU DIGITAL DAN AUDIO VISUAL DI LKSA AMANAH KOTA TASIKMALAYA Ira Rahmiyani; Resha Resmawati Shaleha; Revita Permata Hati; Eva Tisnawati; Rini Harningsih; Rizki Abdurochman Assidik
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22164

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh kembang dan masalah terkait gizi yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang. Penderita stunting memiliki postur tubuh lebih pendek dari standar usianya, mudah sakit, serta memiliki produktivitas yang rendah pada saat dewasa. Penerapan pencegahan stunting pada anak-anak merupakan hal penting yang harus terus digerakkan sebagai upaya penurunan nilai prevalensi stunting. Dengan demikian, diharapkan angka kejadian stunting di Indonesia dapat ditekan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait stunting dan upaya pencegahannya melalui pola makan gizi seimbang menggunakan buku digital dan audio visual. Kegiatan pengabdian ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mencegah stunting dengan pemenuhan gizi seimbang dan dengan edukasi melalui buku digital serta audio visual akan mudah dipahami oleh masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di LKSA Amanah Tasikmalaya dengan dihadiri jumlah responden 63 orang. Media yang digunakan berupa buku digital dan audio visual terkait stunting serta gizi seimbang, dan juga pemberian kuesioner dengan jumlah pertanyaan 10 soal. Hasil penilaian menggunakan kuesioner dengan metode pre-post test menunjukan adanya peningkatan dari 68,37% menjadi 88,90%. Sehingga terdapat peningkatkan pengetahuan responden terhadap penegtahuan stunting dan pola pemilihan makanan kandungan gizi seimbang.Abstract: Stunting is a condition of failure to grow and develop and problems related to nutrition caused by insufficient nutritional intake. Stunting sufferers have a body posture that is shorter than standard for their age, get sick easily, and have low productivity as adults. Implementing stunting prevention in children is an important thing that must continue to be carried out as an effort to reduce the prevalence of stunting. In this way, it is hoped that the number of stunting incidents in Indonesia can be reduced. This community service activity aims to provide education regarding stunting and efforts to prevent it through a balanced nutritional diet using digital books and audio visuals. This service activity is able to increase public awareness about the importance of preventing stunting by providing balanced nutrition and education through digital books and audio visuals that will be easily understood by the public. This community service activity was carried out at LKSA Amanah Tasikmalaya, attended by 63 respondents. The media used were digital books and audio visuals related to stunting and balanced nutrition, as well as providing a questionnaire with a total of 10 questions. The results of the assessment using a questionnaire with the pre-post test method showed an increase from 68.37% to 88.90%. So there is an increase in respondents' knowledge regarding stunting awareness and food selection patterns with balanced nutritional content.
PENYULUHAN PENANGGULANGAN DAN PENCEGAHAN STUNTING, PHBS, DAN GIZI SEIMBANG PADA ANAK-ANAK Resha Resmawati Shaleha; Dinda Nurhayati Famili; Syifa Rizki Azzahra; Nazmi Rahima; Ana Sopiana Agustin; Muhamad Maulana Wildan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.25675

Abstract

Abstrak: Stunting adalah hambatan tumbuh pada anak dengan gangguan tumbuh kembang anak yang dikarenakan oleh minimnya asupan nutrisi, infeksi, atau perasaan tidak mencukupi. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan dalam hal komunikasi, kepemimpinan, dan manajemen waktu yang diaplikasikan melalui pemberian edukasi kepada masyarakat, khususnya kepada anak-anak yang tinggal di daerah, tentang pentingnya pola makan seimbang dan pola hidup bersih dan sehat dalam mencegah stunting. Penyuluhan ini dilaksanakan untuk mengedukasi masyarakat di Desa Cayur, Kecamatan Cikatomas, mengenai pencegahan dan penanggulangan stunting melalui pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta asupan gizi seimbang. Metode yang digunakan adalah penyuluhan langsung kepada 30 peserta dengan beragam latar belakang pendidikan, di mana materi disampaikan dalam bentuk media cetak (leaflet) dan audio visual. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari 65% (pre-test) menjadi 79% (post-test), yang mencerminkan efektivitas metode penyuluhan. Peningkatan kesadaran dan pemahaman mengenai pentingnya gizi seimbang dan PHBS diharapkan dapat mengurangi prevalensi stunting di desa tersebut.Abstract: Stunting is a growth obstacle in children with growth and development disorders caused by minimal nutritional intake, infection, or feelings of inadequacy. The aim of this community service is to improve skills in terms of communication, leadership and time management which are applied through providing education to the community, especially to children living in the area, about the importance of a balanced diet and a clean and healthy lifestyle in preventing stunting. This counseling was carried out to educate the community in Cayur Village, Cikatomas District, about preventing and overcoming stunting through a clean and healthy lifestyle (PHBS) and balanced nutritional intake. The method used was direct counseling to 30 participants with various educational backgrounds, where the material was delivered in the form of print media (leaflets) and audio-visual. The evaluation results showed an increase in participants' knowledge from 65% (pre-test) to 79% (post-test), which reflects the effectiveness of the counseling method. Increasing awareness and understanding of the importance of balanced nutrition and PHBS is expected to reduce the prevalence of stunting in the village.