p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Media Gizi Pangan
Sunarto
Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN PAGI DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI ANAK DI SD NEGERI 1 PANGKAJENE KABUPATEN SIDRAP Sunarto; Nurul Fauziyah
Media Gizi Pangan Vol 30 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v30i2.228

Abstract

In supporting the physical and development of children, various kinds of nutrients are needed in sufficient quantities to meet good development and growth, because the role of nutrition determines the state of children's health, including nutritional status. Skipping breakfast causes a nutritional deficit and cannot be replaced by nutrient intake through other meals. Intake of nutrients will affect the concentration and intelligence of children in receiving knowledge at school. The purpose of this study was to determine the relationship between breakfast habits and intake of macronutrients with the nutritional status of children at SD Negeri 1 Pangkajene, Sidrap Regency. This type of research uses a cross-sectional design. Population of elementary school students grades IV, V, IV. The sample in the study was 65 children. Breakfast habits were collected through a questionnaire. Intake of macronutrients is known through food recall interviews. Nutritional status is known through the value of BMI. Statistical test with Chi-Square. The results showed good breakfast habits (70.8%), adequate energy intake (95.4%), sufficient protein intake (90.8%), sufficient fat intake (92.3%), sufficient carbohydrate intake (96. 9%), normal nutritional status (61.5%). Statistical analysis found that there was a relationship between breakfast habits and intake of macronutrients with the nutritional status of children with a P value <0.05. The conclusion of this study is that there is a relationship between breakfast habits and intake of macronutrients with the nutritional status of children at SD Negeri 1 Pangkajene, Sidrap Regency. It is recommended for students to improve breakfast habits and pay more attention to the food they will consume
DAYA TERIMA DAN KADAR ZAT BESI BAKSO IKAN GABUS DENGAN PENAMBAHAN SAYUR BAYAM MERAH: Acceptability and iron content of snakehead fish meatballs with the added red spinach vegetables Retno Sri Lestari; Manjilala; Windah Wahyuni Akil; Sunarto
Media Gizi Pangan Vol 32 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i2.1855

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok yang rentan anemia dan prevalensi anemia di Indonesia masih tinggi. Bakso ikan gabus dengan penambahan bayam merah bisa menjadi makanan selingan yang sehat yang kaya akan zat besi dan berbahan pangan lokal yang mudah dijangkau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daya terima bakso ikan gabus dengan penambahan bayam merah berdasarkan aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa, serta menganalisis kandungan zat besinya. Jenis penelitian penelitian pra eksperimental. Desain penelitian yang digunakan adalah one shot study case dengan variasi konsentrasi 10%, 15%, 20% penambahan sayur bayam merah. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium oragnolabtik pada bulan januari 2025 dengan jumlah 30 orang panelis tidak terlatih, sedangkan uji kadar zat besi dianalisis di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar dengan metode Absorpsi Atom Spektrofotometer (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya terima panelis yang disukai terhadap bakso ikan gabus dengan penambahan sayur bayam merah dari aspek warna yaitu konsentrasi F2 (15%) sedangkan dari aspek aroma, tekstur, rasa yang paling di sukai adalah F1 (10%). Analisis zat besi bakso ikan gabus dengan penambahan sayur bayam merah menghasilkan 0,92497 mg/100 g. Bagi peneliti selanjutnnya melakukan penelitian lanjut untuk mengurangi atau menutupi rasa dan aroma langu yang khas pada bayam merah serta meneliti zat gizi lain yang dapat memberikan nilai tambah pada produk ini.