Filia Sofiani Ikasari
Program Studi Sarjana Keperawatan, Stikes Intan Martapura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Media Video Animasi Meningkatkan Sikap Remaja tentang Gizi Seimbang dalam Rangka Mencegah Stunting: Animated Video Media Improves Adolescents’ Attitudes about Balanced Nutrition in Order to Prevent Stunting Filia Sofiani Ikasari; Iis Pusparina; Dewi Irianti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i1.4407

Abstract

Latar belakang: Remaja sangat rentan terhadap masalah kekurangan gizi. Hal tersebut disebabkan oleh pertumbuhan dan perkembangan fisik remaja yang cepat selama masa pubertas, sehingga meningkatkan kebutuhan gizi mereka. Remaja yang kekurangan nutrisi berisiko mengalami kerusakan pada periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Pada remaja, video animasi merupakan sesuatu hal yang menarik perhatian, yang mana video animasi berisikan konten-konten yang mudah dipahami dan diperagakan oleh animasi. Saat ini belum banyak penelitian yang meneliti tentang pengaruh video animasi terhadap sikap remaja tentang gizi seimbang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh media video animasi terhadap pengetahuan, sikap dan praktik remaja tentang gizi seimbang dalam rangka mencegah stunting di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen dengan pre post control group. Sampel sebanyak 52 responden pada kelompok intervensi dan 64 responden pada kelompok kontrol. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil: Hasil penelitian diperoleh bahwa media video animasi berpengaruh terhadap sikap remaja (p value = 0,002), dan tidak berpengaruh terhadap pengetahuan (p value = 0,366) dan praktik remaja (p value = 0,231). Kesimpulan: Kesimpulan yang diperoleh adalah media video animasi berpengaruh terhadap sikap remaja tentang gizi seimbang
Pemberdayaan Kader Posyandu Dalam Pencegahan Stunting Pada Balita Melalui Posyandu Plus Filia Sofiani Ikasari; Iis Pusparina; Kusnindyah Praedevy Reviagana; Cut Ika Anugrah Kirana; Muhammad Wirandi
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i01.495

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta daya tahan tubuh anak. Berdasarkan hasil deteksi dini menggunakan tikar pertumbuhan terhadap 24 balita di Posyandu Desa Sungai Tuan Ulu, ditemukan bahwa 16,7% (2 balita) berada pada zona merah yang menandakan risiko stunting. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi berbasis komunitas melalui pemberdayaan kader posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Solusi yang ditawarkan adalah program Posyandu Plus: Integrasi Edukasi dan Pendampingan Stimulasi Balita yang berfokus pada peningkatan kapasitas kader dan ibu balita dalam menerapkan pedoman gizi seimbang serta stimulasi tumbuh kembang anak. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, edukasi gizi seimbang, pelatihan kader, serta pendampingan stimulasi balita. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus–Oktober 2025 di Posyandu Desa Sungai Tuan Ulu, Kecamatan Astambul, melibatkan 30 peserta yang terdiri atas kader dan ibu balita. Evaluasi pengetahuan dan keterampilan dilakukan melalui pre-test, kuesioner, dan observasi. Hasil kegiatan ini diperoleh peningkatan pengetahuan peserta, di mana pengetahuan peserta saat pre-test tentang gizi seimbang pada balita diperoleh bahwa mayoritas pengetahuan peserta berada pada kategori cukup (56,67%). Setelah diberikan edukasi mengenai gizi seimbang pada balita, hasil post test menunjukkan mayoritas pengetahuan peserta berada pada kategori baik (70%). Hasil pengukuran keterampilan kader saat pre-test tentang stimulasi perkembangan pada balita diperoleh bahwa mayoritas keterampilan kader sebelum pelatihan berada pada kategori kurang (100%). Setelah diberikan pelatihan tentang stimulasi perkembangan pada balita, hasil post-testmenunjukkan mayoritas pengetahuan kader berada pada kategori baik (60%). Kesimpulannya, program ini efektif dalam meningkatkan kapasitas kader dan ibu balita dalam pencegahan stunting. Disarankan kegiatan ini dilanjutkan secara berkelanjutan dengan dukungan lintas sektor.