Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Legislative Drafting bagi Aparat Desa Kamanasa, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka Darius Mauritsius; Simplexius Asa; Detji Kory Elianor Rooseveld Nuban
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 20 No 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v20i1.25053

Abstract

The Community Service Activity (PKM) aims to provide Legislative Drafting training to village officials and the Village Consultative Body (BPD) of Kamanasa Village, Malaka Tengah Sub-district, Malaka Regency, in order to improve the capacity, abilities and skills of village officials and the BPD in creating and drafting village regulations. This PKM activity was attended by the village government, BPD and community leaders who are concerned about the drafting of village regulations. The problem faced is the lack of knowledge and skills of the community in the field of law and legislation, as there are no law graduates among the village officials and BPD. The PKM activity was carried out using a training method consisting of material presentation, discussion and group work. The results of the PKM achieved by the partners were increased knowledge in the field of law and skills in drafting village regulations. Another benefit was the production of a Draft Village Regulation on Livestock Maintenance, which will create order and security for the community in raising livestock and managing plantations and yards.
Kualitas Pelayanan dan Kepuasaan Pasien pada Implementasi Program Kesehatan Gratis di Kabupaten Belu: Service Quality and Patient Satisfaction in the Implementation of Free Health Program in Belu Regency Simplexius Asa; Darius Mauritsius; Indriati Andolita Tedju Hinga
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.5281

Abstract

Latar belakang: Kebijakan program kesehatan gratis bagi masyarakat di Kabupaten Belu merupakan salah satu transformasi kesehatan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Belu. Implementasi kesehatan gratis perlu dikaji kebermanfaatan dan keberlanjutan programnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas pelayanan kesehatan dan kepuasaan pasien penerima manfaat implementasi program kesehatan gratis di Kabupaten Belu guna memberi masukan bagi perbaikan program. Metode: Penelitian ini menerapkan metode deskritif kualitatif dan yuridis empiris. Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dan studi lapangan. Studi lapangan menggunakan teknik wawancara, observasi dan focus group discussion yang melibatkan pemangku kebijakan, pelaksana pelayanan kesehatan dan masyarakat penerima manfaat program kesehatan gratis di Kabupaten Belu. Hasil: Ketersediaan sarana prasarana kesehatan di Kabupaten Belu sudah memenuhi syarat, namun pada kondisi geografi dan topografi diwilayah tertentu aksesibilitasnya masih rendah. Sebagian besar tenaga kesehatan sudah memenuhi standar ideal, namun perlu ada kajian dan regulasi lanjutan tentang rasio sumber daya kesehatan dan rasio fasilitas kesehatan agar tercapai standar pelayanan minimum. Keberhasilan program dan layanan kesehatan setelah implementasi program kesehatan gratis meningkat secara signifikan. Sebagian besar masyarakat sangat puas dengan manfaat kesehatan gratis, namun masih terdapat masyarakat yang menyatakan tidak puas karena masih kurangnya empati petugas kesehatan dalam pelayanan. Status peraturan kesehatan gratis juga perlu ditingkatkan menjadi peraturan daerah agar legal standing dan kekuatan hukumnya dapat dipertanggungjawabkan. Kesimpulan: Masyarakat sangat membutuhan keberlanjutan program kesehatan gratis, sehingga perlu dilakukan monitoring dan evaluasi serta sosialiasi program secara kontinue terutama tranformasi etika budaya dan empati tenaga kesehatan, dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang humanis dan profesional.