Nyeri merupakan salah satu indikator dari tubuh bahwa telah terjadi kerusakan pada bagian tertentu dan menimbulkan respon berupa nyeri supaya tidak mengalami kerusakan yang lebih lanjut. Untuk mengurangi rasa nyeri, digunakan obat-obat pereda nyeri atau analgesik. Penggunaan sediaan dari bahan alam dapat menjadi alternatif dalam meredakan nyeri. Daun pelawan (Tristaniopsis merguensis Griff) secara empiris telah digunakan sebagai obat untuk berbagai penyakit. Terdapat berbagai senyawa metabolit sekunder pada daun pelawan yang berpotensi mempunyai efek farmakologis termasuk sebagai pereda nyeri atau analgetik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas analgetik dari ekstrak etanol daun pelawan dan efektivitas analgetiknya pada beberapa dosis uji melalui 2 metode. Metode uji dengan induksi panas untuk mengetahui aktivitas analgetika sentral dan metode uji dengan induksi asam asetat untuk mengetahui aktivitas analgetika perifer. Hewan uji berupa mencit dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok kontrol sakit diberi CMC Na, kelompok pembanding diberi aspirin dan kelompok uji diberi ekstrak etanol daun pelawan dengan dosis 0,7 mg/kg BB, 1,4 mg/kg BB, 2,8 mg/kg BB. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode ANOVA dan dilanjutkan dengan post hoc test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun pelawan dosis 2,8 mg/kg BB memiliki aktivitas analgetik dan persentase efektivitas analgetiknya sebesar 75,67%. Pain is an indicator of the body that there has been damage to a certain part and causes a response in form of pain, so as not to experience further damage. To reduce the pain, use pain relievers or analgesic drugs. The preparations made from natural ingridients can be an alternative in relieving pain. Pelawan leaves have been empirically used as a medicine for various diseases. There are various secondary metabolite compounds in pelawan leaves that have potential pharmacological effects including as a pain reliever or analgesic. The purpose of this study was to determine analgesic activity ethanol extract of pelawan leaves and it’s analgesic effectiveness at several doses through 2 methods. Test method with heat induction to determine the activity of central analgesics and test method with acetic acid induction to determine peripheral analgesics activity. The test animals are mice were divided into 5 groups. The sick control group was given CMC Na, the comparison group was given aspirin and the test group was given pelawan leaf ethanol extract at dose 0,7 mg/kg BW, 1,4 mg/kg BW, 2,8 mg/kg BW. The data obtained were analyzed using the ANOVA method and followed by a post hoc test. The results showed that the ethanol extract of pelawan leaves at dose 2,8 mg/kg BW had analgesic activity and the percentage of analgesic effectiveness was 75,67%.