Livia Syafnir
Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Bandung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Potensi Tumbuhan Jintan Hitam (Nigella sativa Linn.) sebagai Antihiperlipidemia Lyan Nurlianti Lutfiah; Yani Lukmayani; Livia Syafnir
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13513

Abstract

Abstract. Black cumin (Nigella sativa Linn.) is a plant that is useful as an antihyperlipidemic agent. Hyperlipidemia is a major risk factor for atherosclerosis. The research method used in this literature review is a literature search online databases. The results of the literature search indicate that black cumin has the potential as an antihyperlipidemic with the administration of extracts and essential oils. Absolute ethanol solvent and a mixture of methanol and distilled water are the best solvents. Between extracts and essential oils, extracts are proen to be more effective than essential oils. The antihyperlipidemic activity of black cumin (Nigella sativa Linn.) is influenced by the presence of compounds that function as antihyperlipidemic agents, specifically the terpenoid compound group and the active compound thymoquinone.Abstrak. Jintan hitam (Nigella sativa Linn.) merupakan salah satu tumbuhan yang bermanfaat sebagai antihiperlipidemia. Hiperlipidemia merupakan faktor risiko utama terjadinya aterosklerosis. Metode penelitian yang digunakan pada kajian pustaka ini adalah penelusuran pustaka melalui database online. Hasil penelusuran pustaka menunjukkan bahwa jintan hitam memiliki potensi sebagai antihiperlipidemia dengan pemberian ekstrak dan minyak atsiri. Pelarut etanol absolut serta campuran metanol dan aquadest merupakan pelarut yang terbaik. Antara ekstrak dengan minyak atsiri membuktikan bahwa ekstrak lebih efektif dibandingkan dengan minyak atsiri. Aktivitas antihiperlipidemia dari jintan hitam (Nigella sativa Linn.) dipengaruhi oleh adanya kandungan senyawa yang berfungsi sebagai agen antihiperlipidemia yaitu golongan senyawa terpenoid serta adanya senyawa aktif thymoquinone.
Aktivitas Antidiabetes Tanaman Rosemary (Rosmarinus officinalis L.) Nola Nurmala; Yani Lukmayani; Livia Syafnir
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13616

Abstract

Abstract. Diabetes is a chronic disease characterized by increased blood glucose levels in the body because the pancreas is unable to produce insulin or the body is unable to use insulin optimally. Plants that have antidiabetic activity are rosemary plants (Rosmarinus officinalis L.) which come from the Lamiaceae tribe and the Rosmarinus clan. The purpose of this literature search is to identify how the potential of rosemary plants (Rosmarinus officinalis L.) in overcoming diabetes mellitus. The method used is a literature search by searching for articles that have been published in national and international journals through electronic data such as Google Scholar, PubMed, Science Direct, Springer, and Scopus. The results of the literature search showed that leaf extracts and herb extracts of rosemary plants have antidiabetic activity by reducing blood glucose levels and increasing insulin levels. Then, the active compound in rosemary that has potential as an antidiabetic is rosmarinic acid. Abstrak. Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dalam tubuh karena pankreas tidak mampu menghasilkan insulin atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara optimal. Tanaman yang memiliki aktivitas antidiabetes yaitu tanaman rosemary (Rosmarinus officinalis L.) yang berasal dari suku Lamiaceae dan marga Rosmarinus. Tujuan dari penelusuran pustaka ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana potensi tanaman rosemary (Rosmarinus officinalis L.) dalam mengatasi penyakit diabetes melitus. Metode yang digunakan adalah penelusuran pustaka dengan mencari artikel yang telah diterbitkan dalam jurnal nasional maupun internasional melalui data elektronik seperti Google Scholar, PubMed, Science Direct, Springer, dan Scopus. Hasil dari penelusuran pustaka menunjukkan bahwa ekstrak daun dan ekstrak herba tanaman rosemary memiliki aktivitas antidiabetes dengan cara menurunkan kadar glukosa darah dan meningkatkan kadar insulin. Kemudian, senyawa aktif dalam rosemary yang berpotensi sebagai antidiabetes adalah asam rosmarinat.
Aktivitas Antioksidan pada Tanaman Mengkudu (Morinda citrifolia L.) Livi Kharisma Wibawa; Vinda Maharani Patricia; Livia Syafnir
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13911

Abstract

Abstract. Degenerative diseases are caused by highly reactive free radicals. This free radical activity can be inhibited by antioxidant compounds. Antioxidants are substances necessary for the body to neutralize free radicals, compensating for the lack of electrons in free radicals, inhibiting the chain reaction of free radical formation, and preventing free radicals from damaging normal cells. The noni plant (Morinda citrifolia L.) has the potential to exert antioxidant effects by reducing the concentration of free radicals in the body and contains many flavonoids that may be useful as antioxidants. The research aims to determine the potential antioxidant activity of the noni plant (Morinda citrifolia L.) and its active compounds. The research method used is a systematic literature review (SLR). The results of this study showed that the tested parts of the Noni plant were the fruits, seeds, leaves and bark, which had the potential to have antioxidant activity using the DPPH, FRAP and ABTS antioxidant test methods. Through the DPPH testing method, the parts of the plant that have the strong activity for the best antioxidant can be found in the fruit. Abstrak. Penyakit degeneratif disebabkan oleh radikal bebas yang sangat reaktif. Aktivitas radikal bebas ini dapat dihambat oleh senyawa antioksidan. Antioksidan adalah zat yang diperlukan oleh tubuh untuk menetralisir radikal bebas dengan mengisi kembali kekurangan elektron pada radikal bebas, menghambat reaksi berantai pembentukan radikal bebas, dan mencegah kerusakan sel normal akibat radikal bebas. Tanaman mengkudu (Morinda citrifolia L.) berpotensi menunjukkan aktivitas antioksidan dengan menurunkan konsentrasi radikal bebas pada tubuh, dan banyak mengandung flavonoid yang dapat bermanfaat sebagai zat antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi aktivitas antoksidan pada tanaman mengkudu (Morinda citrifolia L.), serta mengetahui senyawa aktifnya. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR). Hasil penelitian ini diperoleh bagian tanaman mengkudu yang sudah diteliti yaitu buah, biji, daun dan kulit yang berpotensi memiliki aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode pengujian antioksidan DPPH, FRAP dan ABTS. Dari bagian tanaman tersebut, yang paling berpotensi memiliki aktivitas antioksidan paling kuat terdapat pada bagian buah dengan menggunakan metode pengujian DPPH.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Ciplukan (Physalis angulata L.) terhadap Bakteri Penyebab Jerawat Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis Siska Aulia; Livia Syafnir; Yani Lukmayani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13931

Abstract

Abstract. Ciplukan leaves contain various compounds, such as flavonoids, saponins, and alkaloids that are thought to have antibacterial activity. This study examines the potential of ciplukan leaves (Physalis angulata L.) as an antibacterial against acne-causing bacteria. This study was conducted to test the antibacterial activity of ethanol extract of ciplukan leaves in inhibiting the growth of Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis bacteria. Ciplukan leaves were extracted using the maceration method with 70% ethanol solvent. The extract concentrations were 15, 20, 25, 30, 35, 40 mg/mL. Each concentration was tested for antibacterial activity using the agar diffusion method. The results showed that ethanol extract from ciplukan leaves has antibacterial activity against the growth of Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis. The most effective concentration that can inhibit bacterial growth is 40 mg/mL with an inhibition zone on Propionibacterium acnes bacteria of 6.21 mm while on Staphylococcus epidermidis of 6.75 mm. The smallest concentration that can inhibit Propionibacterium acnes bacteria is 30 mg/mL while Staphylococcus epidermidis bacteria is at a concentration of 25 mg/mL.Abstrak. Daun ciplukan memiliki berbagai kandungan senyawa, seperti flavonoid, saponin, dan alkaloid yang diduga memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini mengkaji potensi daun ciplukan (Physalis angulata L.) sebagai antibakteri terhadap bakteri penyebab jerawat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun ciplukan dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Daun ciplukan diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 15, 20, 25, 30, 35, 40 mg/mL. Setiap konsentrasi dilakukan pengujian aktivitas antibakteri dengan menggunakan metode difusi agar cara sumuran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun ciplukan memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Konsentrasi paling efektif yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri yaitu 40 mg/mL dengan zona hambat pada bakteri Propionibacterium acnes sebesar 6,21 mm sedangkan pada Staphylococcus epidermidis sebesar 6,75 mm. Konsentrasi terkecil yang mampu menghambat bakteri Propionibacterium acnes yaitu 30 mg/mL sedangkan pada bakteri Staphylococcus epidermidis pada konsentrasi 25 mg/mL.