Muhammad Basri
Institut Batari Toja Bone

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literatur Review: Peningkatan Sirkulasi Kaki dengan Stimulasi Listrik pada Penderita Diabetes Mellitus Kistan Kistan; Najman Najman; Megawati Sibulo; Irawati Irawati; Muhammad Basri
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 4 (2025): Agustus 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i4.6

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit kronis yang dapat menyebabkan penderita mengalami gangguan sirkulasi darah perifer, terutama di ektermitas bawah. Kondisi ini meningkatkan risiko ulkus kaki diabetic dan amputasi. Stimulasi listrik (electrical stimulation/ES) merupakan terapi non-farmakologis untuk memperbaiki aliran darah perifer. Tujuan literatur review ini untuk mengetahui pengaruh Simulasi listrik atau Electrical stimulation (ES) terhadap sirkulasi kaki, menganalisis jenis stimulasi dengan outcome klinis seperti aliran darah, suhu kulit, perfusi dengan rentang waktu 10 tahun terakhir. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisa sumber Pustaka dari beberapa database jurnal Kesehatan dari tahun 2020-2025, yaitu Scopus, MDPI, Pubmed, Google scholar, dari 2.945 artikel sebanyak 7 artikel ditetapkan oleh penulis yang sesuai dengan kriteria inklusi Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh electrical stimulation/ ES pada perbaikan dan peningkatan sirkulasi kaki pada pasien diabetes mellitus. Seperti makrosirkulasi, intervensi ES terbukti meningkatkan ankle brachial index (ABI), absolute claudication distance (ACD), serta memperbaiki aliran darah perifer secara signifikan. Dari sisi mikrosirkulasi, ES berperan dalam mengaktifkan ekspresi faktor-faktor angiogenik seperti VEGF dan HIF-1α, serta meningkatkan perfusi kulit dan saturasi oksigen jaringan, yang menjadi indikator penting dalam penyembuhan luka kronis. diperlukan studi jangka panjang yang menilai efek klinis berkelanjutan serta mengintegrasikan pendekatan fisiologis dan molekuler dalam desain penelitiannya.
Aksi KKN (Kenali, Kendalikan, dan Nikmati) Kesehatan Kaki: Skrining Pad Berbasis Pemeriksaan ABPI pada Penyandang Diabetes di Kota Bogor Sri Sakinah; Sri Wahyuni Kamahi; Muhammad Basri; Mochamad Robby Fajar Cahya; Ilyas Agus
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24141

Abstract

ABSTRAK Penyandang diabetes di Kota Bogor memiliki risiko tinggi mengalami penyakit arteri perifer (PAD), namun deteksi dini masih jarang dilakukan karena keterbatasan pengetahuan dan fasilitas skrining. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan skrining PAD menggunakan metode Ankle Brachial Pressure Index (ABPI) serta tingkat pemahaman peserta mengenai pencegahan komplikasi kaki diabetes. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan kaki, demonstrasi perawatan kaki, skrining PAD dengan pemeriksaan ABPI, konseling individual, dan pelatihan membaca hasil ABPI pada 45 peserta penyandang diabetes di Posbindu/Posyandu Lansia dan Puskesmas di Kota Bogor.  Hasil menunjukkan bahwa dari 45 peserta, 28 orang memiliki nilai ABPI normal, 12 orang berisiko PAD sedang, dan 5 orang berisiko PAD berat yang kemudian dirujuk; selain itu, terjadi peningkatan pemahaman peserta mengenai perawatan kaki dan tanda bahaya PAD setelah kegiatan edukasi. Skrining ABPI efektif dalam mendeteksi risiko PAD secara dini dan penyuluhan meningkatkan pengetahuan peserta tentang pencegahan komplikasi kaki diabetes. Saran diberikan agar program ini diintegrasikan secara rutin di puskesmas dan Posbindu/Posyandu lansia untuk mendukung pencegahan komplikasi kaki diabetik di komunitas. Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Penyakit Arteri Perifer (PAD), Ankle Brachial Pressure Index (ABPI), Skrining Kesehatan Kaki.  ABSTRACT People with diabetes in Bogor City were at high risk of developing peripheral artery disease (PAD); however, early detection was rarely conducted due to limited knowledge and screening facilities. This study aimed to examine the implementation of PAD screening using the Ankle Brachial Pressure Index (ABPI) method and to assess participants’ understanding of diabetic foot complication prevention. The methods included foot health education, foot care demonstration, PAD screening using ABPI, individual counseling, and training on reading ABPI results among 45 diabetic participants at Posbindu/Posyandu Lansia and Community Health Centers (Puskesmas) in Bogor City. Out of 45 participants, 28 had normal ABPI values, 12 were at moderate PAD risk, and 5 were at high PAD risk who were subsequently referred; additionally, participants’ understanding of foot care and PAD warning signs improved after the educational activities. ABPI screening was effective in detecting PAD risk early, and health education improved participants’ knowledge on preventing diabetic foot complications. It is recommended that this program be routinely integrated into Puskesmas and Posbindu/Posyandu Lansia to support community-based diabetic foot complication prevention. Keywords: Diabetes Mellitus, Peripheral Artery Disease (PAD), Ankle Brachial Pressure Index (ABPI), Foot Health Screening.