Mustaina
Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Uji Aktivitas Antiagregasi Trombosit Ekstrak Etanol Daging Buah Beligo (Benincasa hispida (Thunb. Cogn.) pada Mencit (Mus musculus) Azisah, Fatin Wafiq
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 2 No. 2: Volume 2 Issue 2
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v2i2.787

Abstract

ABSTRAK Agregasi trombosit adalah bagian utama yang berperan penting dalam respon hemostasis cedera vascular yang dapat mencegah kehilangan darah. Buah beligo (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn.) memiliki kandungan senyawa flavonoid yang dapat berefek sebagai antiagregasi trombosit dengan cara menghambat pelekatan agregasi dan sekresi platelet. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas dari ekstrak etanol daging buah beligo (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn.) sebagai antiagregasi trombosit pada mencit (Mus musculus). Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Parameter yang digunakan yaitu masa pendarahan dan masa koagulasi. Penentuan masa pendarahan dengan cara Ivy dan cara Duke serta penentuan masa koagulasi menggunakan pipa kapiler dengan cara Duke. Analisis data menggunakan analisis varians (ANAVA) dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil analisis data menunjukkan bahwa ekstrak etanol daging buah beligo dengan dosis 350 mg/kg BB dan 700 mg/kg BB memiliki efek pada masa pendarahan sedangkan pada masa koagulasi memiliki efek pada dosis 700 mg/kg BB sehingga dosis 700 mg/kg BB memiliki aktivitas antiagregasi trombosit yang tidak berbeda nyata dengan clopidogrel 9,75 mg/kg BB. Kata Kunci: Antiagregasi; Benincasa hispida (Thunb.) Cogn.; Koagulasi; Mus musculus; Trombosit. ABSTRACT Platelet aggregation is the main part that plays an important role in the hemostasis response of vascular injury that can prevent blood loss. Beligo fruit (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn.) contains flavonoid compounds that can have an effect as platelet antiaggregation by inhibiting platelet aggregation and secretion. The purpose of this study was to determine the activity of ethanol extract of beligo fruit flesh (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn.) as platelet antiaggregation in mice (Mus musculus). The extraction method used was maceration using 70% ethanol solvent. The parameters used are bleeding period and coagulation period. Determination of the bleeding period using the Ivy method and the Duke method and determination of the coagulation period using capillary pipes in the Duke method. Data analysis using analysis of variance (ANOVA) with a completely randomized design (RAL). The results of data analysis showed that ethanol extract of beligo fruit flesh at a dose of 350 mg/kg BW and 700 mg/kg BW had an effect on the bleeding period while the coagulation period had an effect at a dose of 700 mg/kg BW so that a dose of 700 mg/kg BW had platelet antiaggregation activity that was not significantly different from clopidogrel 9,75 mg/kg BW. Keywords: Antiaggregation; Benincasa hispida (Thunb.) Cogn.; Coagulation; Mus musculus; Platelets.
Evaluasi Toksisitas Teratogenik Buah Beligo (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn.) Terhadap Fetus Mencit Bunting Nur; Mustaina; Jumrah Sudirman; Emilina Jafar
Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Vol 8 No 2 (2024): JULY
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/alami.v8i2.45132

Abstract

The use of drugs during pregnancy can cause problems for the fetus. Prolonged use of synthetic drugs and herbal products risks causing accumulation in the fetus, while the fetus does not yet have a perfectly functioning metabolic system, which has the potential to cause teratogenic effects. Beligo (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn.) is a plant that has the potential to be developed as a herbal medicine. This study aims to determine the teratogenic effect of ethanol extract of beligo fruit on the fetuses of female mice. The method included extraction by maceration and teratogenic effect testing using 16 mice, which were divided into four treatment groups—group I was given Sodium Carboxymethyl Cellulose (Na-CMC) 1% and groups II, III, and IV were given ethanol extract of beligo fruit flesh at doses of 140 mg, 280 mg, and 560 mg/kg BW, respectively, orally. The results showed that the ethanol extract of beligo fruit flesh at 140 mg, 280 mg and 560 mg/kgBW in mouse fetuses was 100% complete same with Na-CMC 1% as a negative control. In conclusion, the ethanol extract of beligo fruit at 140 mg, 280 and 560 mg/kgBW had no teratogenic effect.
FORMULASI dan UJI KARAKTERISTIK FISIK SEDIAAN PATCH EKSTRAK ETANOL KLIKA KETAPANG (Terminalia catappa L.) Mustaina, Mustaina
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 3 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v13i3.5827

Abstract

Klika ketapang mengandung senyawa flavonoid, saponin, kuinon, katekin, gallotanin, dan triterpenoid. Klika ketapang mengandung senyawa flavonoid yang memiliki efek sebagai antiinflamasi (Antiradang). Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi sediaan patch sebagai inovasi pemanfaatan klika ketapang. Inovasi patch klika ketapang diharapkan dapat menjadi alternatif pengobatan yang praktis karena hanya dilekatkan pada badan dan tahan beberapa saat serta meminimalisir efek samping. Tahap pertama yang dilakukan adalah sampel dikumpulkan lalu disortasi basah dan dikeringkan serta dilanjutkan sortasi kering dan dibuat simplisia. Simplisia kemudian dimaserasi dengan etanol 70% dan ekstrak kemudian dirotavapor hingga diperoleh ekstrak kental. Selanjutnya dilakukan tahap preformulasi komponen patch kemudian dilakukan formulasi dilanjutkan tahap pengujian yaitu pengujian karakteristik fisik patch berupa pengujian organoleptis, ketebalan, bobot serta kelembaban. Hasil pengujian menunjukkan bahwa formulasi patch dengan karakteristik fisik terbaik adalah formula F1 (300 mg EC dan 800 mg PVP) dengan uji organoleptik (warna putih kecoklatan,berbau khas dan tekstur agak halus), kelembaban patch (2,95%), uji keseragaman berat rata-rata (1,34gram ± 0,01) dan uji ketebalan tambalan (0,79 mm ± 0,02).