Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Manajemen Pengedalian Dan Penanggulangan Penyakit Hewan di Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Zeithaml, Parasuraman, dan Berry (Dwiyanto, 2008:145), dimana ada lima dimensi yang digunakan untuk mengukur Manajemen Pengedalian Dan Penanggulangan Penyakit Hewan di Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala. Kelima dimensi tersebut adalah Tangibles (Berwujud), Reliability (Kehandalan), Responsiveness (Daya Tanggap), Assurance (Jaminan), dan Empathy (Empati). Teknik yang digunakan untuk menentukan informan adalah purposive. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Manajemen Pengedalian Dan Penanggulangan Penyakit Hewan di Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala belum sepenuhnya berjalan maksimall. Dimana dari aspek Responsiveness (Daya Tanggap) Masyarakat pemilik ternak sapi masih kurang memahami langkat-langkah pencegahan PMK (penyakit mulut dan kaki) yang sosialisasikan oleh petugas kesehatan hewan kecamatan sindue, sehingga masyarakat cenderung masih menggunakan metode klasik (tradisional) dalam pencegahannya. Adapun factor penghambat dalam konteks Pelayanan, Pengedalian Dan Penanggulangan Penyakit Hewan oleh puskeswan kecamatan sindue, salain dimensi daya tanggap yang tidak berjalan maksimal peneliti juga melihat adanya kekurangan dalam konteks sumberdaya. yaitu kurangnya inovasi dan kreatifitas dalam memberikan Solusi terhadap keluhan Masyarakat dalam konteks pencegahan penyakit PMK