Ni Luh Gede Rai Ayu Saraswati
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kelimpahan Makro Debris Di Ekosistem Mangrove Teluk Benoa, Bali Ameta Br Peranginangin; Ni Made Ernawati; Ni Luh Gede Rai Ayu Saraswati
Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i1.46213

Abstract

Makro debris ialah sampah yang ditemukan di perairan, dengan ukuran panjang antara 25 cm hingga 1 m. Sampah ini sering ditemukan pada saat air pasang atau surut. Makro debris yang terakumulasi di wilayah pesisir bisa memberi dampak secara ekologis ataupun ekonomi sebab bisa mengganggu stabilitas ekosistem serta keberlangsungan hidup organisme. Salah satu ekosistem yang sering menjadi tempat tersangkutnya sampah dalam jumlah besar adalah ekosistem mangrove. Penelitian ini mempunyai tujuan dalam mengidentifikasi komposisi dan kelimpahan makro debris yang tersebar di Kawasan Mangrove Teluk Benoa, Kabupaten Badung, Bali. Tahap penelitian yang dilakukan dimulai dari observasi secara langsung dan penentuan titik stasiun penelitian, dan pembuatan transek dengan ukuran 5 x 5 meter. Penelitian ini mengidentifikasi komposisi dan kelimpahan makro debris di ekosistem mangrove Teluk Benoa, Bali, dengan fokus pada sampah plastik, kaca, logam, kain, dan karet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi makro debris terdiri plastik dari plastik (780 item, 89,45%), diikitu oleh karet (41 item, 4,70%), kain (25 item, 2,87%), kaca (15 item, 2,87%), dan logam (11 item, 1,72%). Berat makro debris tertinggi yang ditemukan ialah jenis plastik atas nilai total 24433 g dengan rata-rata berat 2714,78 dan yang paling kecil terdapat pada jenis logam atas nilai total 1142 g dengan rata-rata berat 252,44. Makro debris yang memiliki kelimpahan tertinggi adalah jenis plastik yaitu sebesar 7,8 item/m2, sedangkan kelimpahan terendah adalah jenis logam yaitu sebesar 0,11 item/m2 makro debris.
Kelimpahan dan Keanekaragaman Makrozoobentos pada Perakaran Mangrove Berbeda di Teluk Benoa, Bali Rani Ariza Sinaga; Ni Made Ernawati; Ni Luh Gede Rai Ayu Saraswati
Journal of Marine Research Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i1.51619

Abstract

Mangrove memiliki sistem perakaran yang khas yang dimanfaatkan oleh biota laut sebagai daerah perlindungan dan mencari makan. Mangrove berperan sebagai penyedia makanan bagi biota makrozoobentos dan sebaliknya makrozoobentos berkontribusi dalam proses dekomposisi bahan organik untuk membantu mangrove dalam memperoleh nutrien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan dan keanekaragaman makrozoobentos pada tipe perakaran mangrove berbeda di kawasan mangrove Teluk Benoa, Bali serta korelasinya dengan parameter lingkungan. Penelitian ini dilakukan pada bulan  Desember 2024 hingga Februari 2025 di ekosistem mangrove Teluk Benoa, Bali. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel makrozoobentos diambil pada bagian akar/batang dan sedimen hingga kedalaman 20 cm.  Analisis data menggunakan software Microsoft Excel. Berdasarkan hasil pengamatan, ditemukan 25 spesies makrozoobentos dari 13 famili. Kelimpahan makrozoobentos tertinggi ditemukan pada tipe akar napas yaitu sebesar 29 ind/m² dan terendah pada tipe akar lutut sebesar 18,78 ind/m². Nilai indeks keanekaragaman pada ketiga tipe perakaran yang berbeda tergolong sedang dengan nilai berkisar antara 2,231-2,596. Nilai parameter lingkungan yang diperoleh masih sesuai untuk kehidupan makrozoobentos. Korelasi pH tanah dan kelimpahan makrozoobentos tergolong kuat dengan koefisien korelasi sebesar 0,557. Korelasi salinitas dengan kelimpahan makrozoobentos tergolong sangat kuat dengan koefisien korelasi sebesar 0,932. Korelasi pH tanah dengan keanekaragaman makrozoobentos tergolong sangat kuat dengan koefisien korelasi sebesar 0,944. Korelasi antara salinitas dan keanekaragaman makrozoobentos tergolong cukup dengan koefisien korelasi sebesar 0,321. Mangroves have a distinctive root system that is utilized by marine biota as a refuge and foraging area. Mangroves act as food providers for macrozoobenthos biota and vice versa macrozoobenthos contribute to the process of decomposition of organic matter to help mangroves in obtaining nutrients. The purpose of this study was to determine the abundance and diversity of macrozoobenthos in different mangrove rooting types in the mangrove area of Benoa Bay, Bali and its correlation with environmental parameters. This research was conducted from December 2024 to February 2025 in the mangrove ecosystem of Benoa Bay, Bali. The method used was descriptive with a quantitative approach. Macrozoobenthos samples were taken at the root/stem and sediment to a depth of 20 cm.  Data analysis using Microsoft Excel software. Based on the observation, 25 species of macrozoobenthos from 13 families were found. The highest abundance of macrozoobenthos was found in the breath root type which amounted to 29 ind/m² and the lowest in the knee root type at 18.78 ind/m². Diversity index values in the three different root types were classified as moderate with values ranging from 2.231-2.596. Environmental parameter values obtained are still suitable for macrozoobenthos life. Correlation of soil pH and macrozoobenthos abundance is strong with a correlation coefficient of 0.557. Correlation of salinity with macrozoobenthos abundance is very strong with a correlation coefficient of 0.932. Correlation of soil pH with macrozoobenthos diversity is very strong with a correlation coefficient of 0.944. The correlation between salinity and macrozoobenthos diversity is moderate with a correlation coefficient of 0.321.