p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TEKNO
Aristotulus E. Tungka
Universitas Sam Ratulangi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kualitas Udara Pada Instalasi Rawat Inap Anak Rumah Sakit Tk. II R. W Monginsidi Manado Menurut Standar Bangunan Hijau Grace A. Astawa; Roski R. I. Legrans; Aristotulus E. Tungka
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.55215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pencemaran udara dalam ruang yaitu konsentrasi partikulat dalam ruang berupa PM 2,5 dan PM 10 menggunakan alat Haz Dust EPAM 5000, pada fasilitas umum yakni bangunan rumah sakit. Hasil analisis akan memberikan rekomendasi penerapan bangunan gedung hijau, khususnya komponen bangunan yang berhubungan dengan kualitas udara sesuai dengan PERMENPUPR No. 21 tahun 2021. Bangunan rumah sakit yang menjadi objek penelitian ini RS. Tk II R. W. Monginsidi Manado, pada instalasi rawat inap anak. Hasil pengukuran partikulat menunjukkan bahwa terdapat lima ruangan di instalasi rawat inap anak yang memiliki konsentarsi PM 2,5 dan PM 10 melewati ambang batas menurut PERMENKES 02 tahun 2023, dimana ambang batas untuk PM 2,5 adalah < 25μg/m3 sedangkan untuk PM 10 kategori aman < 70-150 μg/m3 dan kategori tidak aman > 70-150 μg/m3. Ruangan-ruangan tersebut adalah kelas III B (56,76μg/m3) kelas I B (50,43μg/m3), kelas III A (41,54μg/m3), kelas II B (40,88μg/m3) dan kelas II B (43,77μg/m3). Hasil analisis ini memberikan rekomendasi bagi pihak rumah sakit untuk memperbaiki sistem pertukaran udara yang ada pada tiap-tiap ruangan agar kualitas udara dalam ruang tetap terjaga. Sistem pertukaran udara Bangunan Gedung Hijau dan kesesuaian bentuk bangunan untuk mendapatkan kualitas udara yang memenuhi baku mutu pada RS. Tk. II R. W. Monginsid mengacu pada PERMEN PUPR No.21 tahun 2021. Standar ventilasi yang baik untuk ruangan instalasi rawat anal RS. Tk. II R. W. Monginsidi mengacu pada SNI 03-6572-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi Dan Pengkondisian Udara Pada Bangunan Gedung. Kata kunci: rumah sakit, bangunan gedung hijau, kualitas udara, partikulat PM 2,5, partikulat PM 10
Analisis Efektivitas Pengolahan Air Baku Untuk Meningkatkan Kualitas Air Bersih Di IPA Lotta Kecamatan Pineleng Lomo Adymanggina; Roski R. I. Legrans; Aristotulus E. Tungka
TEKNO Vol. 24 No. 96 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efektivitas bertujuan untuk menilai tingkat keberhasilan proses pengolahan air baku dalam menurunkan konsentrasi parameter kualitas air agar memenuhi standar yang ditetapkan. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lotta yang berlokasi di Desa Lotta, Kecamatan Pineleng. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas proses pengolahan air berdasarkan perbandingan kualitas air sebelum (inlet) dan sesudah pengolahan (outlet), serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan standar kualitas air yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengolahan di IPA Lotta secara umum efektif dalam meningkatkan kualitas air, meskipun tidak semua parameter mengalami penurunan konsentrasi di outlet. Beberapa parameter, seperti TDS, suhu, besi, nitrit, dan nitrat, justru mengalami peningkatan. Selain itu, parameter kimia kromium terlarut (Cr) masih menunjukkan konsentrasi yang melebihi standar baku mutu yang ditetapkan. Situasi ini menunjukkan perlunya perhatian khusus dan evaluasi lebih lanjut untuk mengidentifikasi sumber serta faktor penyebab tingginya kadar kromium dalam air olahan. Selain itu, hasil pengamatan menunjukkan bahwa unit koagulasi-flokulasi belum beroperasi secara optimal, sehingga unit filtrasi menjadi sangat penting dalam menjaga kualitas air yang telah diolah. Salah satu alternatif yang layak dipertimbangkan untuk mendukung proses pengolahan adalah penggunaan media sarang tawon di unit filtrasi sebagai media filtrasi tambahan. Namun, penerapan media ini masih berupa rekomendasi dan belum diuji secara langsung dalam penelitian ini. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat berfungsi sebagai alat evaluasi dan referensi untuk pengembangan sistem pengolahan air yang lebih efektif dan berkelanjutan. Kata kunci: efektivitas, pengolahan air, kualitas air, filtrasi, sarang tawon