Dwi Apriani
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hesti Wira Sriwijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN POSISI LATERAL PADA PASIEN CHF (CONGESTIVE HEARTH FAILURE) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR DI RS TK II Dr AK GANI PALEMBANG Engga Putri Anjalni; Dwi Apriani; Tri Febrianti
Jurnal Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan, April 2024
Publisher : STIKES Hesti Wira Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal jantung merupakan salah satu kondisi patofisiologisnya jantung tidak mampu mempertahankan aliran darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan meskipun tekanan pengisian cukup, dengan penyakit gagal jantung akan mengganggu kualitas tidur, dan untuk mengatasi kualitas tidur itu dengan cara diberikan posisi lateral untuk memberikan gambaran tentang penerapan posisi lateral pada pasien chf untuk meningkatkan kualitas tidur. desain studi kasus ini penulis menggunakan metode deskriptif.: penggunaan terapi posisi lateral dalam kedua klien menunjukan pengukuraan skor yang dibuktikan hasil skor PSQI dimana Ny”N” sebelum diberikan terapi posisi lateral skornya 10( buruk) dan sesudah diberikan terapi posisi lateral hasil skornya 6(baik). dibuktikan bahwa setelah diberikan penerapn terapi posisi lateral secara bertahap, mampu menurunkan tingkat kualitas tidur kedua klien yang mengalami penyakit gagal jantung.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PENGRAJIN SONGKET Dwi Apriani; Fitri Mairani
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 2 (2026): Agustus 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i2.1776

Abstract

Latar Belakang : Musculoskeletal Disorders (MSDs) adalah masalah yang membuat otot, tendon, saraf, pembuluh darah, tulang, dan ligamen sulit bekerja secara normal. Mereka dapat terjadi ketika sistem muskuloskeletal berubah bentuk untuk waktu yang singkat atau untuk waktu yang lama. Salah satu usaha pada sektor informal yang memilki risiko pekerjanya mengalami MSDs adalah usaha kerajinan tenun dalam pembuatan songket. Proses yang dilakukan dalam pembuatan songket juga tidak jarang melibatkan postur janggal seperti menjangkau (reaching), memutar (twisting), dan mengikat (bending) serta masih menggunakan peralatan tenun tradisional yang tidak memperhatikan aspek ergonomi. Tujuan : Mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan Muskuloskeletal Disorder (MSDs) pada Pengrajin Songket. Metode :  Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional Study. Populasinya yaitu pengrajin songket di kelurahan 30 Ilir Palembang, dengan sampel sebanyak 30 pengrajin menggunakan proporsional random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, Rapid Entire Body Assessment (REBA) worksheet, dan Nordic Body Map (NBM). Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan olahraga (0,008), sikap kerja (0,013) dan durasi kerja (0,014) dengan musculoskeletal disorders pada pengrajin. Dan faktor yang tidak berhubungan dengan muskulosekletal disorders pada pekerja yaitu usia (0,091), jenis kelamin (0,474) dan masa kerja (0,271). Saran : Disarankan kepada para pengrajin songket untuk dapat memperbaiki sikap kerja yang ergonomi, melakukan olahraga rutin, dan dapat memanajemen waktu dalam bekerja dengan baik.Kata Kunci : Musculoskeletal Disorders (MSDs), Pengrajin Songket, Rapid Entire Body Assessment (REBA)