Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENGUPAS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (STUDI PADA LEMBAGA PERKREDITAN DESA) I Made Dwi Hita Darmawan; Kadek Puspa Mirangga Sari; Putu Arya Novianingsih
Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol. 20 No. 1 (2024): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan
Publisher : Fakultas Bisnis Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/jrak.v20i1.2

Abstract

ABSTRACT Lembaga Perkreditan Desa (LPD) is a unique microfinance institution that is not subject to OJK regulations. Because it is exempt from Otoritas Jasa Keuangan (OJK) regulation, this study highlights the interesting issue of how LPDs operate under their own autonomy. This study aims to explore whether factors such as training and education programs, top management support, employee competence and information quality affect the performance of accounting information systems which in fact have their own arrangements. From the survey results with 44 respondents, the study found that all factors such as training and education programs, top management support, employee competence and information quality have a strong influence on the performance of accounting information systems in LPDs. This research has implications for LPD leaders to be able to pay attention to training and education programs, top management support, employee competence and information quality so that the operationalization of accounting information system performance is more optimal. This research also suggests that although LPDs have escaped OJK regulations, LPDs must still pay attention to the vital points of resources in them so that this local microfinance institution remains sustainable. Keywords: Training and Education Program, Top Management Support, Employee Competence, Information Quality, Accounting Information System Performance ABSTRAK Lembaga Perkreditan Desa (LPD) merupakan sebuah lembaga keuangan mikro yang memiliki keunikan yang tidak tunduk pada regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Oleh karena luput dari regulasi OJK, penelitian ini menyoroti hal menarik bagaimana LPD ini beroperasi atas otonominya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengupas apakah faktor-faktor seperti program pelatihan dan pendidikan, dukungan manajemen puncak, kompetensi karyawan dan kualitas informasi mempengaruhi kinerja sistem informasi akuntansi yang notabene memiliki pengaturannya sendiri. Dari hasil survei dengan 44 orang responden, penelitian menemukan bahwa seluruh faktor seperti program pelatihan dan pendidikan, dukungan manajemen puncak, kompetensi karyawan dan kualitas informasi memiliki pengaruh yang kuat terhadap kinerja sistem informasi akuntansi di LPD. Penelitian ini memiliki implikasi terhadap pimpinan LPD untuk dapat memperhatikan program pelatihan dan pendidikan, dukungan manajemen puncak, kompetensi karyawan dan kualitas informasi sehingga operasionalisasi dari kinerja sistem informasi akuntansi semakin optimal. Penelitian ini juga memberi saran bahwa walaupun LPD luput akan regulasi OJK, akan tetapi LPD harus tetap memperhatikan titik-titik vital sumber daya di dalamnya agar lembaga keuangan mikro lokal ini tetap lestari. Kata kunci: Program Pelatihan dan Pendidikan, Dukungan Manajemen Puncak, Kompetensi Karyawan, Kualitas Informasi, Kinerja Sistem Informasi Akuntansi
Peran Pengendalian Internal dalam Mengurangi Risiko Fraud Reservasi Kamar pada Adi Rama Beach Hotel Siluh Made Ayu Anisa Putri; I Gede Putu Krisna Juliharta; I Made Dwi Hita Darmawan
REMIK: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer Vol. 9 No. 1 (2025): Volume 9 Nomor 1 Januari 2025
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/remik.v9i1.14513

Abstract

Adirama Beach Hotel merupakan perusahaan yang bergerak di bidang akomodasi dengan tujuan utama untuk memperoleh keuntungan maksimal. Meskipun demikian, hotel ini menghadapi tantangan yang signifikan terkait kecurangan (fraud) yang dilakukan oleh karyawan. Masalah ini bukan hanya terjadi di Adirama Beach Hotel, tetapi juga ditemukan di beberapa hotel lainnya di Bali. Salah satu masalah utama yang dihadapi oleh hotel ini adalah kesulitan dalam mengelola reservasi kamar dengan efisiensi, akurasi, dan transparansi yang baik. Dalam beberapa waktu terakhir, Adirama Beach Hotel juga mengalami kesulitan dalam menjaga keandalan, keterbukaan, dan keamanan data terkait proses reservasi kamar yang terjadi di hotel ini. Hal ini menunjukkan bahwa sistem yang ada saat ini rentan terhadap praktik fraud yang merugikan pihak hotel dan tamu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah pengendalian internal sistem informasi akuntansi yang diterapkan oleh Adirama Beach Hotel dapat mendukung seluruh kegiatan manajerial dalam pengambilan keputusan yang lebih efektif dan efisien. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah kualitatif deskriptif, dengan fokus untuk menjelaskan bagaimana penerapan pengendalian internal yang baik dapat mengatasi kecurangan dalam pengelolaan reservasi kamar. Berdasarkan hasil audit internal yang dilakukan, terdapat beberapa kelemahan dalam sistem pengendalian yang diterapkan di hotel ini, seperti kurangnya pengawasan yang memadai terhadap proses reservasi, serta frekuensi audit yang rendah. Kelemahan-kelemahan ini memungkinkan terjadinya fraud yang merugikan perusahaan. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan peningkatan dalam pengawasan, pelatihan rutin bagi karyawan, serta penerapan teknologi yang lebih maju untuk mendukung sistem pengendalian internal yang lebih efektif. Dengan perbaikan tersebut, diharapkan Adirama Beach Hotel dapat meminimalisir risiko kecurangan, meningkatkan akurasi dalam pencatatan data reservasi, serta meningkatkan transparansi dan keamanan informasi yang ada. Pada akhirnya, perbaikan ini akan mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dalam manajemen hotel dan membantu meningkatkan keuntungan perusahaan secara keseluruhan.