p-Index From 2021 - 2026
0.882
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Silitek
Muhammad Haykal
Program Studi Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OPTIMASI PRODUKTIVITAS DAN BIAYA PENGGUNAAN ALAT BERAT PADA PEKERJAAN GALIAN UNTUK SALURAN DRAINASE PROYEK PELEBARAN JALAN BATU AJI – KUARO KALIMANTAN TIMUR Muhammad Haykal; Muhammad Reza Kusman
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 4 No. 01 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/8v0w4c39

Abstract

Penggunaan alat berat yang kurang tepat dengan kondisi dan situasi lapangan pekerjaan akan berpengaruh berupa kerugian antara lain rendahnya produktivitas, tidak tercapainya jadwal atau target yang telah ditentukan atau kerugian biaya perbaikan yang tidak semestinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui percepatan durasi pekerjaan dengan menekan waktu siklus pemuatan pada alat berat menggunakan pola pemuatan double stopping dan mengetahui penghematan biaya dengan menekan waktu siklus kerja pada alat berat menggunakan pola pemuatan double stopping. Metode penelitian dan analisis yang digunakan mengenai analisa data kerja alat berat, serta meneliti dan menghitung produktivitas kerja alat berat dari jenis dan type yang digunakan dilapangan. Untuk mendapatkan data kerja alat berat, dilakukan dengan cara meninjau dan mencatat langsung waktu siklus kerja alat berat seperti waktu mengangkat material, waktu menumpahkan material, waktu kembali terhadap posisi semula. Setelah diperoleh data tersebut, kemudian dilakukan perhitungan dan analisis produksi harian alat berat serta durasi penyelesaian pekerjaan yang dapat dicapai. Hasil Penelitian manajemen alat berat serta pemilihan metode pemanfaatannya perlu untuk diperhatikan agar dapat menghemat biaya terhadap pengoperasiannya. waktu pekerjaan yang dihasilkan dengan menerapkan pola pemuatan parallel cut with turn and back (double stopping) sebesar 159 hari, dan hasil analisa diperoleh pola pemuatan double stopping ini dapat menekan waktu siklus kerja alat berat sehingga meningkatkan produktivitas harian alat berat lebih cepat 25 hari dari durasi atau waktu rencana sebesar 184 hari kerja.  Singkatnya durasi penyelesaian pekerjaan proyek menghasilkan biaya yang dikeluarkan semakin hemat. pola pemuatan yang diterapkan sampai selesai diperoleh penghematan penggunaan alat berat sebesar Rp. 369,636,550.82.-
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG GRAHA PENA MAKASSAR MENGGUNAKAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK) BERDASARKAN SNI 03-2847-2013 DAN SNI 03-1726-2012 Muhammad Haykal; Elfira Resti Mulya; Fitro Darwis
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 4 No. 02 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/6z14nn07

Abstract

Perencanaan struktur dilakukan untuk mendapatkan struktur yang aman terhadap beban atau efek beban yang bekerja selama masa penggunaan bangunan. Tujuan perencanaan ini adalah merencanakan struktur gedung beton bertulang tahan gempa yang meliputi perhitungan dan gambar struktur berdasarkan Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung (SNI 03-2847-2013) dan Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Bangunan Gedung (SNI 03-1726-2012) dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Metode pemodelan dan analisis struktur menggunakan software CSI ETABS V.13.1.1. Hasil dari analisis struktur menunjukan bahwa pada masing – masing elemen struktur (plat lantai, balok, kolom, dan dinding geser) membutuhkan dimensi yang cukup besar serta tulangan yang cukup banyak baik pada tulangan lentur, tulangan geser, maupun tulangan torsinya. Hal ini disebabkan oleh besarnya beban yang didukung oleh struktur, sebab struktur memiliki dimensi yang cukup besar serta bentuk denah struktur yang tidak beraturan, yang kemudian menyebabkan beban mati (DL), beban hidup (LL), beban gempa (E), dan beban angin (W) akan semakin besar pula. Selain itu, juga dipengaruhi oleh fungsi bangunan yang harus didukung oleh stuktur yaitu sebagai gedung perkuliahan dengan besar beban hidup (LL) 250 kg/????2 dengan faktor keutamaan bangunan (I) = 1,5. Hal lain yang kemudian sangat berpengaruh adalah jenis tanah yang merupakan pendukung utama terhadap struktur yang dibangun diatasnya merupakan tanah lunak yang kemudian akan menyebabkan energi gempa yang diterima oleh struktur akan semakin besar pula.
PERILAKU SAMBUNGAN BALOK BAJA DAN KOLOM TABUNG BAJA BERISI BETON DENGAN PELAT DIAFRAGMA MELINGKAR AKIBAT BEBAN SIKLIK Muhammad Haykal; Muslikh; Djoko Sulistyo; Christopher Triyoso; Fitro Darwis; Elfira Resti Mulya
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/hmr4m314

Abstract

Penggunaan kolom tabung baja diisi beton (Concrete Filled Steel Tube) masih terbatas karena kurangnya pengalaman pelaksanaan dan kerumitan bentuk sambungan pada kolom komposit ini. Selain itu sambungan pada sistem CFST harus memiliki kekuatan yang cukup dalam menahan beban gempa. Tujuan penelitian ini untuk memverifikasi bentuk sambungan yang cocok untuk kondisi gempa sesuai standar Indonesia, serta mendapatkan bentuk sambungan pada balok dan kolom tabung baja komposit yang efisien dan mudah dilaksanakan di lapangan. Dalam penelitian ini dibuat dua buah benda uji yaitu benda uji sambungan balok-kolom tabung baja tanpa isian beton (BKD-T) sebagai pembanding untuk melihat peningkatan kekuatan akibat adanya inti beton, dan benda uji sambungan balok-kolom tabung baja dengan isian beton (BKD-K). Bentuk  sambungan antara kolom tabung baja dan balok baja IWF dibuat dengan tambahan pelat diafragma melingkar yang menghubungkan sayap profil balok ke kolom tabung baja. Benda uji dibebani dengan siklus beban yang mengacu pada ACI T1.1-01. Hasil pengujian menunjukkan benda uji sambungan balok-kolom tabung baja tanpa isian beton (BKD-T) dapat digunakan pada sistem struktur rangka baja pemikul momen biasa dengan kategori desain seismik B dan C dengan nilai R (faktor modifikasi respon) maksimum diambil 3,5. Adapun benda uji sambungan balok-kolom tabung baja dengan isian beton (BKD-K) dapat digunakan pada sistem struktur rangka baja dan beton komposit pemikul momen biasa dengan kategori desain seismik B dengan nilai R (faktor modifikasi respon) maksimum diambil 3.