Zainal Habib
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSEP DAN IMPLEMENTASI CINTA: STUDI KOMPARASI PEMIKIRAN IMAM GHAZALI DAN ERICH FROMM Mas Rukhin Lubabul; M. Lutfi Mustofa; Zainal Habib
Academic Journal of Islamic Principles and Philosophy Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/ajipp.v6i2.12653

Abstract

Human life is inextricably linked to love, whether it is needing or giving love to oneself or to others, because in order to achieve happiness, humans need love. The purpose of this article is to compare the concept of love in the views of Imam Ghazali and Erich Fromm, both of whom are leading figures in the fields of Sufism and existentialist philosophy. This article uses a qualitative research method with a literature review approach sourced from books, articles, and information data relevant to the discussion of the concept of love. The results of this study are as follows: First, the concept of love in Imam Ghazali's view means enjoyment that requires effort. Love for Allah is absolute love through the medium of love for oneself, love for fellow human beings, and love for the beauty created by Allah. Second, the concept of love in Erich Fromm's view is one of the solutions to overcome feelings of separation and alienation. Third, the implementation of love for fellow human beings in Imam Ghazali's view means that every human being must behave fairly, be forgiving, give advice, and be generous, which is manifested in human relationships. Meanwhile, in Erich Fromm's view, love for fellow human beings can be manifested in the form of knowledge, respect, care, and responsibility.
Analisis Gaya Berbusana dalam Perspektif Filsafat Estetika dan Maslahah Mursalah Mayada Izzatul A’yun; M. Lutfi Mustofa; Zainal Habib
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v10i1.17494

Abstract

Era modern tren berbusana mengalami transformasi yang pesat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti globalisasi, media sosial, dan pergeseran nilai-nilai budaya. Integrasi perspektif filsafat dan maslahah mursalah ini menjadi penting untuk mencapai pemahaman yang utuh tentang estetika dalam berbusana, sehingga mampu menciptakan tren busana yang tidak hanya modis tetapi juga bermakna secara filosofis dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menjembatani berbagai perspektif ini, guna menghasilkan pemahaman yang komprehensif tentang estetika dalam berbusana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif library research dengan pendekatan komparatif yang sumber datanya berasal dari kepustakaan, buku, dan jurnal terpadu. Subjek pembahasan dari penelitian ini adalah berbusana perspektif filsafat estetika dan maslahah mursalah. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa (1) Tren berbusana di Indonesia saat ini menunjukkan lanskap yang dinamis dan beragam, menggabungkan pengaruh mode global dengan elemen tradisional dan budaya lokal, serta mencerminkan adaptasi terhadap religiusitas, identitas nasional, dan keterlibatan aktif di media sosial. (2) Filosof Estetika Schiller dalam suratnya Kallias menyatakan bahwa berbusana merupakan sebuah kebebasan. (3) Berbusana perspektif maslahah mursalah menitikberatkan pada kebebasan dalam kerangka syariat untuk membawa kebaikan umum. (4) Perbandingan antara Berbusana Perspektif Filosof Friedrich Schiller dalam Kalliasbrife dengan Berbusana Perspektif Maslahah Mursalah menunjukkan bahwa Schiller menekankan aspek kebebasan dan subjektivitas dalam estetika berpakaian sebagai manifestasi kebebasan moral individu, sementara perspektif Maslahah Mursalah lebih fokus pada manfaat dan tujuan syariat yang lebih besar untuk menutupi aurat dan membawa kebaikan bagi individu serta masyarakat.