Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Interpreting Symbols of Cultural Identity Jatiwangi Clay Liza Dwi Ratna Dewi; Eko Putra Boediman
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2024): Lontar: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/lontar.v12i1.8281

Abstract

In 2012, the Central Government of the Republic of Indonesia projected the West Java Strategic Industrial Zone called the Rebana Triangle with 3 points: Cirebon City, Subang Regency, and Majalengka Regency. Since then, a large wave of modern industrialization has entered this area and affected all aspects of community life, including the threat to the existence of local cultural identity. This research aims to explore the meanings of 3 cultural symbols produced by the Jatiwangi Art Factory (JAF), a community of artists based in the Jatiwangi District, Majalengka Regency. Stuart Hall's concept of Cultural Identity serves as the reference basis, and Roland Barthes' Semiotics is used as the research analysis method. The research subjects are JAF, and the research objects are the 3 cultural symbols created by JAF. Data collection was conducted through informal discussions, field observations, the internet, and literature studies from 2000 to 2023. The results of the research show that: the Rampak Genteng Festival is a process of forming strong cultural defenses in mental, geographical, and political spaces. Clay Music is a dominant process of forming defenses in mental space. Meanwhile, Terakota City is the formation of cultural identity defenses in geographical, political, social, and economic spaces.
Strategi Public Relations Melalui Pemanfaatan Instagram Sebagai Media Komunikasi Dalam Meningkatkan Jumlah Pengunjung Pada Sunyi Coffee Barito Cindy Muthi'ah Sani; Liza Dwi Ratna Dewi
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i3.2561

Abstract

Penelitian ini berangkat dari masalah persaingan yang semakin ketat dalam bisnis kafe, di mana strategi public relations memainkan peranan penting dalam menarik perhatian pelanggan. Dalam konteks ini, pemanfaatan Instagram sebagai media promosi menjadi fokus utama untuk meningkatkan jumlah pengunjung. Rumusan masalah yang diangkat adalah, “Bagaimana Strategi Public Relations melalui pemanfaatan Instagram sebagai Media Promosi dalam Meningkatkan Jumlah Pengunjung pada Sunyi Coffee Barito?”. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis strategi public relations yang diterapkan oleh Sunyi Coffee Barito dalam memanfaatkan Instagram untuk meningkatkan jumlah pelanggan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yang menggali bagaimana Sunyi Coffee memanfaatkan platform Instagram bukan hanya sebagai sarana promosi, tetapi juga sebagai alat interaksi langsung dengan pelanggan. Sunyi Coffee menerapkan Three Ways Strategy yang terdiri dari Pull Strategy, Push Strategy, dan Pass Strategy. Pull Strategy dilakukan melalui media events dan publikasi untuk menarik perhatian publik dan meningkatkan brand awareness. Push Strategy mencakup partisipasi dalam trade shows dan penawaran promo menarik untuk mengenalkan produk. Sementara itu, Pass Strategy melibatkan komunikasi dua arah dengan pelanggan, seperti repost stories dan kolaborasi dengan sponsor seperti Bank Danamon. Hasil dari penerapan strategi ini menunjukkan bahwa Sunyi Coffee Barito berhasil meningkatkan jumlah pengunjung dan penjualan hingga 200%. Ini menegaskan bahwa pemanfaatan Instagram sebagai media promosi efektif dan krusial dalam menghadapi persaingan di industri kafe, serta memberikan kontribusi pada pemahaman strategi public relations yang efektif dalam bisnis modern.