Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGARUH KOMBINASI DOSIS PUPUK UREA, TSP, KCL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) Riky Geissler Wally
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 2: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the different combinations of urea, TSP, and KCL fertilizers on the growth and production of mung bean plants. This study was conducted using a randomized block design (RBD) consisting of one factor, namely the application of urea, TSP, and KCL fertilizers with 5 treatment levels; K0 = without fertilizer, K1 = 15 grams/plant, K2 = 10 grams/plant, K3 = 15 grams/plant, and K4 = 20 grams/plant. Each treatment was repeated four (4) times. The results showed that the combination of urea, TSP, and KCL fertilizer doses did not have a significant effect on the variables of plant height, leaf length, leaf width, pod length, number of pods, and dry seed weight, except for the number of leaves and the highest stem diameter which were produced at the treatment dose of 5 grams/plant
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR BONGGOL PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN KACANG PANJANG (VIGNA SINENSIS L) Orpa Frasawi; Riky Geissler Wally
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 8: Januari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i8.9371

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Klamasen Distrik Mariat Kabupaten Sorong. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih kacang panjang (Jaguar TV), bonggol pisang, EM4, air beras, air kelapa muda, gula merah. Alat yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari cangkul, parang, ember, parutan, drigen, meteran, lanjaran, label, timbangan, saringan, tali, alat tulis menulis dan kamera. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 12 unit satuan percobaan. Penelitian ini selanjutnya akan dianalisis dengan menggunakan analisis ovarian (anova) sesuai dengan rancangan yang digunakan apabila berpengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 0,05 persen.Pupuk organik cair bonggol pisang berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi tanaman untuk perlakuan B3 dan B2 memberikan pengaruh yang berbeda nyata dengan perlakuan B1 dan B0 terhadap tinggi tanaman kacang panjang. Pupuk organik cair bonggol pisang berpengaruh terhadap pertumbuhan jumlah helai daun untuk perlakuan B3 dan B2 memberikan pengaruh yang berbeda nyata dengan perlakuan B1 dan B0 terhadap jumlah helai daun tanaman kacang panjang. terlihat bahwa pengaruh pemberian pupuk organik cair bonggol pisang terhadap rata-rata jumlah daun tanaman kacang panjang terbanyak pada umur 21 hari setelah tanam diperoleh pada perlakuan B3 (600 ml + 500 ml air) sebanyak 13,3 helai daun dan rata-rata jumlah daun terendah pada B0 (kontrol) sebanyak 9,29 helai daun
ANALISIS PENDAPATAN PETANI KANGKUNG DI KELURAHAN MALAWELE DISTRIK AIMAS KABUPATEN SORONG Orpa Frasawi; Riky Geissler Wally
Juremi: Jurnal Riset Ekonomi Vol. 3 No. 5: Maret 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/juremi.v3i5.7565

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Malagusa Distrik Aimas Kabupaten Sorong. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja. Sedangkan untuk waktu penelitian dilakukan mulai dari Bulan September-Oktober 2021. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Sedangkan untuk menghitung besarnya biaya yang dikeluarkan oleh petani kangkung digunakan rumus formulasi biaya dari Suratiyah (2009) yaitu: TC= TFC+ TV, Kelurahan Malagusa Distrik Aimas merupakan salah satu kelurahan yang terdapat di distrik Aimas Kabupaten Sorong. Kabupaten Sorong yang memiliki 30 Distrik, 26 Kelurahan dan 226 Kampung (desa) dengan jumlah penduduk mencapai 118.985 jiwa dengan luas wilayah 6.544,23 km2 dan sebaran penduduk 18 jiwa/km2. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer merupakan jenis data yang diperoleh dari sumber asli baik berupa data kualitatif maupun data kuantitatif seperti melalui pengamatan dan wawancara langsung dengan petani kangkung di Kelurahan Malagusa Distrik Aimas Kabupaten Sorong. Rata-rata luas lahan petani responden adalah 0,78 Ha, maka rata-rata biaya produksi yang harus dikeluarkan petani adalah Rp 7.409,000, rata-rata biaya tenaga kerja sebesar Rp 6.363.000 dan rata-rata penerimaan adalah Rp 39.636.000. Rata-rata penerimaan yang diperoleh petani kangkung di distrik aimas sebesar Rp 51.681.000 , maka R/C ratio diperoleh 1,30. Karena nilai R/C lebih besar maka usahatani layak diusahakan
EFEKTIVITAS PERTUMBUHAN BIBIT TEBU LOKAL (Saccharum officinarum L.) DENGAN PUCUK METODE CHIP DAN RESPONSNYA TERHADAP APLIKASI PUPUK NITROGEN Wally, Riky Geissler; Maas, Sarlota
Jurnal Pertanian Terpadu Santo Thomas Aquinas Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pertanian Terpadu Santo Thomas Aquinas
Publisher : STIPER Santo Thomas Aquinas Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sugarcane is one of the sugar-producing commodities that can improve the Indonesian economy, because it is a source of carbohydrates that are always consumed by humans for various food products. This is because the sugar cane plant produces sugar which is one of the most important basic needs for society and industry. The lack of sugarcane production in Sorong Regency is due to the lack of the number of plants being cultivated. This is because sugarcane has not been widely cultivated. Several factors that become obstacles for local communities in increasing sugarcane production include limited knowledge, lack of planted area, and low productivity. The growth of plant seeds is influenced by the sufficiency of macro nutrients N. The balance of nutrients, especially N in plants, can affect plant growth which has an impact on plant productivity. This study aims to determine the best dose of nitrogen fertilizer on the growth of sugarcane (Saccharum officinarum L.). This study used a non-factorial Randomized Block Design (RAK) design method with one factor being studied, namely nitrogen fertilization with different doses for each treatment. There were 4 treatments, with 3 replications, so the observed treatments were 12 treatments so that the number of seeds used was 36 seeds. Nitrogen fertilizer application had a significant effect on the vegetative growth of sugarcane plants, namely plant height, number of leaves, stem diameter and number of tillers. Increasing the dose of nitrogen fertilizer is closely related to the vegetative growth of sugarcane plants. Nitrogen fertilizer treatment with 0.3 gram recommended dose was significantly different on the parameters of plant height, number of leaves, stem diameter and number of tillers. However, the application of domestic waste compost at various doses was not significantly different to the length of plant roots.
PEMBERIAN PUPUK KANDANG ORGANIK KOTORAN KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomea reptans L.) Osok, Mesak Lanius; Wally, Riky Geissler; Adlian, Adlian
Jurnal Pertanian Terpadu Santo Thomas Aquinas Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pertanian Terpadu Santo Thomas Aquinas
Publisher : STIPER Santo Thomas Aquinas Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

§ Abstrak: Kangkung darat (Ipomoea reptans L.) merupakan tanaman yang tumbuh cepat dan merupakan salah satu sayuran khas daerah tropis. Pupuk kandang (pupuk organik) dapat menambah tersedianya bahan makanan (unsur hara makro dan mikro) bagi tanaman. Dengan kata lain, pupuk kandang mempunyai kemampuan mengubah berbagai faktor dalam tanah, sehingga menjadi faktor-faktor yang menjamin kesuburan tanah. Pupuk organik (pupuk kompos maupun pupuk kandang) memiliki sifat alami dan tidak merusak tanah, menyediakan unsur hara nakro dan mikro juga berfungsi antara lain dapat meningkatkan daya menahan air, aktifitas mikrobiologi tanah, nilai kapasitas tukar kation serta memperbaiki struktur tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana efektifitas pemberian pupuk organik kotoran kandang kambing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat.§ Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan dosis pupuk kandang kotoran kambing yaitu terdiri dari KO Tanpa Pupuk Kandang Kambing (Kontrol); K1 Pupuk Kandang Kambing 100 gram/polybag, K2- Pupuk Kandang Kambing 200 gram/polybag: K3= Pupuk Kandang Kambing 300 gram/polybag Setiap perlakuan diulang 3 kali dalam blok sehingga terdapat 24 unit percobaan. Parameter yang diamati pada penelitian ini meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun terlebar, panjang daun terpanjang, dan berat segar tanaman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian pupuk kandang kambing meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat. Pemberian dosis terbaik adalah 200 gram pupuk kandang kambing yang ditunjukan oleh semua variabel pengamatan yang diamati
IDENTIFIKASI PUPUK ORGANIK KOTORAN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomea reptans Poir.) Riky Geissler Wally
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 11 (2026): April 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Remu Distrik Sorong. bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah batang kangkung darat dan pupuk organik kotoran sapi. alat yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari cangkul, parang, ember, meteran, lanjaran, tali, alat tulis menulis dan kamera. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 12unit satuan percobaan. Penelitian ini selanjutnya akan dianalisis dengan menggunakan analisis ovarian (anova) sesuai dengan rancangan yang digunakan apabila berpengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 0,05 persen. Pupuk organik kotoran sapi berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi tanaman untuk perlakuan K3 dan K2 memberikan pengaruh yang berbeda nyata dengan perlakuan K1 dan K0 terhadap tinggi tanaman kangkung darat. pupuk organik kotoran sapi berpengaruh terhadap pertumbuhan jumlah helai daun untuk perlakuan K3 dan K2 memberikan pengaruh yang berbeda nyata dengan perlakuan K1 dan K0 terhadap jumlah helai daun tanaman kangkung darat. terlihat bahwa pengaruh pemberian pupuk kotoran sapi terhadap rata-rata jumlah daun tanaman kangkung darat terbanyak pada umur 21 hari setelah tanam diperoleh pada perlakuan K3 (400 gr + 300 gr) sebanyak 13,3 helai daun dan rata-rata jumlah daun terendah pada K0 (kontrol) sebanyak 8,28 helai daun.
IDENTIFIKASI DOSIS PUPUK UREA, TSP, KCL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG TANAH (Arachis Hypogaea L.) DI DISTRIK MAKBON KELURAHAN MAKBON KABUPATEN SORONG Riky Geissler Wally
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identifikasi dosis pupuk urea, tsp, kcl yang berbeda terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah, penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor yaitu aplikasi pemupukan Urea, TSP, KCL yang terdiri dari 5 tingkat perlakuan; K0= tanpa menggunakan pupuk, K1= 10 gram/tanaman, K2= 15 gram/tanaman, K3= 20 gram/tanaman dan K4= 25 gram/tanaman. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat (4) ulangan. hasil penelitian menunjukan bahwa identifikasi dosis pemupukan urea, TSP, KCL tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap variabel tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun dan berat biji kering kecuali untuk jumlah daun dan diameter batang tertinggi dihasilkan pada perlakuan dosis 10 gram/tanaman.