Dinda Nadya Qhotrunnada
Universitas Bung Hatta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tradisi Upacara Basela Sebagai Kearifan Lokal Suku Anak Dalam (SAD) Jambi Dalam Mempertahankan Kultur di Era Globalisasi Novi Franciska; Pebriyenni Pebriyenni; Kurrota Aini; Dinda Nadya Qhotrunnada
Jurnal Ilmiah Langue and Parole Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Langue and Parole
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36057/jilp.v7i1.620

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman budaya dan setiap daerah mempunyai kearifan lokal yang berbeda-beda. Provinsi Jambi merupakan daerah yang memiliki banyak keanekaragaman budaya dan tradisi. Keberagaman budaya tersebut dapat ditunjukkan oleh beberapa suku di Jambi, antara lain suku Melayu, suku Kerinci, suku Batin, suku Senghulu, suku Anak Dalam (Kubu), dan suku nomaden. Salah satu suku yang paling populer adalah suku Anak Dalam atau sering disebut dengan suku Kubu. Suku Anak Dalam merupakan suku khas yang ada di Provinsi Jambi. Mereka tergolong minoritas dan mempunyai tradisi unik dalam mengobati penyakit, yakni melalui upacara Basela. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali sejarah dan nilai upacara Basela sebagai metode penyembuhan tradisional serta melestarikan kearifan lokal yang terkandung dalam budaya Basela di era globalisasi ini. Dalam pelaksanaannya menggunakan metode penelitian atudy literatur atau penelitian terdahulu seperti artikel, jurnal, buku, dan lain-lain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Basela merupakan warisan budaya yang ditujukan untuk pengobatan non medis dan bentuk doa bagi suku Anak Dalam menghindari bencana. Komunitas batin suku Anak Dalam masih mempertahankan tradisi tersebut hingga saat ini karena mereka sangat memahami nilai-nilai kepercayaan Aimisme.