Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPS 1 PADA PEMBELAJARAN PPKn MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING DI SMA SEMEN PADANG Pebriyenni, Pebriyenni
CIVIS Vol 5, No 2/JULI (2015): CIVIS
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini didasarkan pada penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan hasil belajar siswa kelas XI IPS1 pada PPKn belajar melalui model Discovery Learning di SMA Semen Padang. SMA Semen Padang adalah salah satu SMA di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat yang belajar didasarkan pada kurikulum 2013. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas, studi yang dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan dan di setiap akhir tes siklus hasil belajar. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi kegiatan guru dan siswa, lembar observasi penilaian domain afektif hasil belajar, tingkat tes prestasi kognitif dan analisis tugas (penilaian kinerja) ke Domai psikomotor (keterampilan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar afektif dapat meningkatkan dari 66,7 dalam satu siklus, menjadi 84,9 pada siklus dua. Hasil belajar psikomotor (keterampilan / kemampuan) meningkat 75,4-78,3 dalam siklus per satu untuk dua siklus, dan kognitif hasil belajar tingkat analisis adalah 76,9 pada siklus meningkat menjadi 84,2 pada siklus dua. Hasil rata-rata dua siklus pembelajaran klasik adalah 82,0 dengan tingkat 100% dari kelengkapan. Ini membuktikan hasil belajar siswa kelas XI IPS 1 PPKn belajar menggunakan model pembelajaran penemuan dapat ditingkatkan. Para peneliti menunjukkan bahwa model pembelajaran penemuan dapat dipilih . Kata kunci: pembelajaran, PKn, discovery learning
PERAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMPERKUAT KARAKTER BANGSA Pebriyenni, Pebriyenni
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persatuan, toleransi, dan kerja sama yang mencirikan karakter bangsa mulai terkikis akibat penetrasi pemikiran dan tindakan pragmatis-individualistis. Semangat nasionalis-me dan patriotisme yang dicirikan bangsa Indonesia telah memudar seiring munculnya tantangan globalisasi, materialisme, hedonisme dan modernisme yang tidak disertai respons yang memadai. Keadaan ini seharusnya tidak dibiarkan terjadi, karena selain merongrong kekuatan dan integritas bangsa, juga muncul fenomena marginalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai wujud disklamasi realitas dan karakter asli bangsa Indonesia yang penuh dengan dimensi luhur. Melihat kenyataan bahwa Pancasila semakin terpinggirkan dari pemikiran dan tindakan masyarakat saat ini, maka perlu kesadaran kolektif seluruh elemen bangsa untuk merevitalisasi nilai-nilai Pancasila, salah satu solusinya bisa dengan mengoptimalkan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Melalui pembelajaran PKn, Pancasila akan dapat direvitalisasi agar selalu menjadi penuntun semangat yang mengalir pada setiap perilaku dan aktivitas semua elemen bangsa, pada posisi, status dan bidang profesi masing-masing.
MEMBUDAYAKAN KESADARAN BERKONSTITUSI MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Pebriyenni, Pebriyenni
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya adalah keseluruhan sistem sosial yang membangun suatu komunitas. Sistem sosial yang diadopsi oleh bangsa Indonesia diabadikan dalam undang-undang dasar atau konstitusi Negara Republik Indonesia. Konstitusi adalah bentuk naskah legitimasi kedaulatan rakyat dan kontrak sosial yang mengikat setiap warga negara dalam membangun pemahaman tentang kedaulatan rakyat. Sekarang ini konstitusi yang berlaku di Negara Republik Indonesia adalah UUD 1945. UUD 1945 akan bisa dilaksanakan secara baik, jika ada pemahaman dan kesadaran semua warga konstitusional sehingga orang dapat melakukan kontrol atas administrasi negara. Dengan kata lain, membangun kesadaran konstitusional merupakan upaya untuk memungkinkan penerapan UUD 1945 dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara konsisten. Agar setiap institusi dan warga negara Indonesia dapat menjalankan kehidupan bernegara berdasarkan UUD 1945, maka diperlukan tumbuhnya budaya kesadaran konstitusional pada mereka. Untuk menumbuhkannya diperlukan pemahaman akan nilai dan norma yang menjadi dasar substansi konstitusi. Pemahaman itu bisa dilakukan melalui pendidikan formal dan nonformal, di antaranya yang sangat penting adalah melalui Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) atau Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Karena itu diperlukan peningkatan kompetensi pendidik di bidang disiplin tersebut, baik di level pendidikan dasar, menengah maupun tinggi.
PERAN GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA PEBRIYENNI, PEBRIYENNI
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter akan terbentuk sebagai hasil pemahaman terhadap tiga hubungan yang pasti dialami setiap manusia (triangle relationship), yaitu hubungan dengan diri sendiri (intrapersonal), dengan lingkungan (hubungan sosial dan alam sekitar), dan hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa (spiritual). Setiap hasil hubungan tersebut akan memberikan pemaknaan/pemahaman yang pada akhirnya menjadi nilai dan keyakinan anak. Cara siswa memahami bentuk hubungan tersebut akan menentukan cara siswa memperlakukan dunianya. Pemahaman negatif akan berimbas pada perlakuan yang negatif dan pemahaman yang positif akan memperlakukan dunianya dengan positif. Mengingat begitu pentingnya kecerdasan emosional dan spiritual bagi individu untuk menemukan kebermaknaaan hidup yang sebenarnya maka para pendidik seharusnya sejak dini mengenali, memahami dan mengembangkan kecerdasan ini. Dengan pemahaman dan pengenalan sejak awal diharapkan upaya pembangunan karakter (character building) menghasilkan bangunan pribadi yang kokoh sebagai pijakan untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang lebih berkualitas. Hal ini memerlukan kerja sama pendidik terutama guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yang bersinergi dengan guru Bimbingan dan Konseling (BK).
Pendekatan Kontekstual dalam Pembelajaran Kewarganegaraan Pebriyenni, Pebriyenni
Jurnal Demokrasi Vol 7, No 2 (2008): Jurnal Ilmiah Politik Kenegaraan
Publisher : Pusat Kajian Civics Fakultas Ilmu-ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.827 KB)

Abstract

This article discusses the implementation of contextual approach in civics learning. Contextual learning forms a study concept that helps teachers relate the material taught with real life of students’ situation. Besides, it motivates students to make a relationship between the knowledge they have with its implementation in their daily life. Contextual approach consists of seven main components of effective learning. They are constructivism, questioning, inquiry, learning community, modeling, and authentic assessment. The implementation of contextual teaching can improve students’ learning participation and motivation.   Kata Kunci: Pendekatan Kontekstual, Pembelajaran, Kewarganegaraan, Motivasi
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI 10 SUNGAI SAPIH KOTA PADANG Yen Gusmaneli; Pebriyenni Pebriyenni; Yulfia Nora
Cerdas Proklamator Vol 8 No 1 (2020): JURNAL CERDAS PROKLAMATOR
Publisher : Program Studi PGSD FKIP Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/jcp.v8i1.53

Abstract

This study aims to determine the effect of cooperative learning model type Make A Match on student learning outcomes on learning IPS. The type of this research is experimental research. The population in this study is all students of class IV SD Negeri 10 Sungai Sapih Padang, amounting to 167 people. The sample in this research is the students of class IVB As the experimental class and the class IVC As the control class that the way of sampling using random sampling. The data collected in the form of students' IPS learning outcomes. Data collection techniques in this study using the test. The test he used was an objective test. Data obtained from statistical test. The result of the research on the students' IPS test result showed the average score of IPS learning result in the experimental class that is 84.24 and the control class is 75.74. Hypothesis testing using t-test shows thitung> ttable, with tcount equal to 3,56 and ttable value equal to 2 at significant level 0,05. Based on the result of this research can be concluded that there is influence of learning result of IPS student of experiment class by using make learning model Make A Match
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN DESA BENDUNG AIR TIMUR Efnika Septia; Pebriyenni Pebriyenni
Publik : (Jurnal Ilmu Administrasi) Vol 7, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.203 KB) | DOI: 10.31314/pjia.7.2.129-135.2018

Abstract

This article aims to find out how the level of public participation in the decision-making process in the Bendung Air Timur village development program. The method used is a descriptive method. 60 respondents were taken randomly as many as 238 households in the East Air Dam village. Data collection uses questionnaires / questionnaires and is assisted by interview techniques. The analysis technique used is descriptive analysis (frequency distribution analysis and percentage). The results of the study show: (1) In terms of the indicators used, most of the respondents had never participated in the decision-making process of development programs in the village/village; (2) In terms of the indicators used, most of the respondents had never participated in the implementation of development programs in the villages / villages. Based on the results of the research conclusions: (1) Public participation in the East Air Dam village in the decision making process for village/village development programs is generally low; (2) Public participation in the East Air Dam Village / Village in the process of implementing / implementing development programs, generally villages / villages are low Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat partisipasi publik dalam proses pengambilan keputusan dalam program pembangunan desa Bendung Air timur. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Responden sebanyak 60 kepala keluarga diambil secara acak (random) sebanyak 238 rumah tangga didesa Bendung Air Timur. Pengumpulan data menggunakan kuesioner / kuesioner dan dibantu dengan teknik wawancara. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif (analisis distribusi frekuensi dan persentase). Hasil penelitian menunjukkan: (1) Dari segi indikator yang digunakan ternyata sebagian besar responden belum pernah berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan program pembangunan di desa / desa; (2) Dari segi indikator yang digunakan ternyata sebagian besar responden belum pernah berpartisipasi dalam pelaksanaan program pembangunan di pedesaan / desa. Berdasarkan hasil kesimpulan penelitian: (1) Partisipasi publik desa Bendung Air Timur dalam proses pengambilan keputusan untuk program pembangunan desa / desa umumnya rendah; (2) Partisipasi publik Desa / Desa Bendung Air Timur dalam proses pelaksanaan / pelaksanaan program pembangunan, umumnya desa / desa rendah.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR PPKn KELAS XI DI SMKN 1 PADANG PANJANG Fitri Yenti; Pebriyenni Pebriyenni
Genta Mulia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 13, No 2 (2022): Genta Mulia : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap hasil belajar PPKn siswa kelas XI SMK Negeri 1 Padang Panjang. Jenis penelitian  adalah eksperimen dengan populasi siswa kelas XI yang terdiri dari 9 kelas (268 Orang Siswa). Rancangan penelitian adalah pretest posttest control group design.  Pada design ini terdapat dua kelompok yang terpilih secara random sampling yaitu kelas XI BDP.1 dan kelas XI BDP.2. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 57 orang. Kelas XI BDP 1 merupakan kelas eksperimen yang diberikan perlakukan yaitu pembelajaran dengan menggunakan Problem Based Learning, dan BDP2 merupakan kelas control dengan pembelajaran konfensional. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu tes. Dari hasil tes ini dilakukan pengujian Hipotesis dengan menggunakan uji-t, statistik menunjukkan thitung > ttabel dengan nilai thitung 3,035 dan nilai  ttabel sebesar 1,67 pada taraf nyata signifikan 0,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa HI diterima dimana terdapat pengaruh penggunaan model Problem Based Learning terhadap hasil belajar PPKn siswa kelas XI SMK Negeri 1 Padang Panjang. Kata-kata kunci: Problem Based Learning, Pendidikan Kewarganegaraan, Hasil Belajar.
Behavior Transformation during The Covid-19 Pandemic in the Malakok Community of Minangkabau Cici Nur Azizah; Pebriyenni Pebriyenni
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol 4 No 02 (2021): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/muharrik.v4i02.1048

Abstract

The study aims to analyze the form of behavioral transformation during the Covid-19 pandemic among the "Malakok" community in Minangkabau, especially in Nagari Sungai Sirah, Pesisir Selatan Silaut District. At this time, almost the entire order of people's lives has changed, including the personal interactions of the community and the social interactions of the transmigration community who do malakok in Nagari Sungai Sirah. The presence of the transmigration community in the Sungai Sirah area resulted in a cultural cross between the Minang community and the transmigrant community to create a diverse society. Meanwhile, the impact of the Covid-19 pandemic on the multicultural society created by this cross-culture has resulted in visible changes, both in daily behavior and social behavior in society. For that, it takes a big heart to adapt to the current situation so that the stability of life in Nagari Sungai Sirah remains stable. This research was conducted using a qualitative phenomenological approach. Collecting data using observation techniques, in-depth interviews and holding a Focus Group Discussion (FGD) at the research site. The results showed that the form of behavioral transformation during the Covid-19 pandemic among the Malakok community was natural, both in terms of personal behavior and social behavior changes. However, they were able to adapt to the new everyday life which had become government policy. The implementation of customs in the mutual village also changed before the occurrence with the period after the Covid-19 pandemic. Previously, all traditional elements required all familiar elements to carry out a custom determined by custom. However, during the Covid-19 pandemic, all traditional elements gave and were given tolerance and relief in implementing the custom. Through the Malakok tradition, immigrant communities can still live side by side and maintain social harmony within the brotherhood framed in an attitude of tolerance and open-mindedness.
PENGARUH PEMBELAJARAN PPKn TERHADAP PENGEMBANGAN KARAKTER DISIPLIN SISWA SMA NEGERI 9 PADANG Rilung Dira; M Nursi; Pebriyenni Pebriyenni
Genta Mulia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 13, No 2 (2022): Genta Mulia : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan pembelajaran PPKn terhadap pengembangan karakter disiplin siswa SMA Negeri 9 Padang. Jenis  penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data melalui angket/kuisoner, wawancara serta dokumentasi kepada informan yang dianggap berpotensi untuk memberikan informasi tentang bagaimana pengaruh pelaksanaan pembelajaran PPKn terhadap pengembangan karakter disiplin siswa. Teknik analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Populasi dalam penelitian ini 282 orang siswa SMA Negeri 9 Padang Kelas XI, dengan sampel 15% dari populasi yaitu 42 orang siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pelaksanaan pembelajaran PPKn dalam mengembangkan karakter disiplin siswa SMAN 9 Padang. Hal ini terlihat dari hasil hipotesis menggunakan uji-t dengan bantuan SPSS dan menunjukkan Thitung > Ttabel, dengan nilai Thitung sebesar 11,484 dan nilai Ttabel sebesar 1,684 pada taraf nyata signifikan 0,05. Nilai korelasi/hubungan (R) yaitu sebesar 0,363 dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,131 hal ini berarti bahwa pengaruh pelaksanaan pembelajaran PPKn dalam mengembangkan karakter disiplin siswa SMA Negeri 9 Padang sebesar 13,1%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran PPKn berpengaruh terhadap pengembangan karakter disiplin siswa SMA Negeri 9 Padang. Kata-kata kunci: Karakter, Pendidikan Kewarganegaraan, Disiplin,